Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Aku Hamill!!!


__ADS_3

Gerakan tangan nya terhenti saat ia ingat pesan Mia bahwa ia tak boleh memanggil dokter maupun membawa ke rumah sakit.


Bryan melihat wajah Mia yang pucat.


Beberapa saat kemudian, Mia bangun dari pingsan nya.


"Kau sudah sadar?" Tanya Bryan yang baru saja selesai mandi.


Mia hanya mampu menganggukan kepala nya.


Bryan pun berangkat kerja.


Mia mengusahakan diri nya agar bisa turun ke lantai bawah.


Ia ingat dengan ucapan dokter yang mengharuskan nya makan walaupun mual.


Ia segera membuat susu hamil di dapur saat para pelayan sudah tak disana lagi.


Ia juga mengambil roti dengan olesan selai.


Hanya itu yang bisa ia makan setiap hari nya. Ia tak bisa memakan nasi maupun makanan lain selain roti dan susu.


Malam hari,


Tepat tengah malam, Mia terbangun dari tidur nya.


Ia merasakan perutnya sangat lapar. Entah mengapa ia ingin makan mie instan malam ini.


Ia segera melangkahkan kaki nya menuju dapur untuk memasak Mie.


Sesampai nya di dapur, ia mencari letak Mie.


Tak lama kemudian ia menemukan Mie di salah satu lemari disana.


"Sedang apa kau?"

__ADS_1


Mia terjingkat kaget mendengar suara orang di belakang nya.


"Mia sedang masak Mie ma" ternyata mama Gita lah yang mengagetkan nya.


Mama Gita langsung mengambil air minum sesuai tujuan nya lalu meninggalkan Mia begitu saja.


"Kenapa kau keluar kamar?" Kini suara lelaki lah yang mengagetkan Mia.


Ia mengelus pelan dada nya yang kaget tadi.


"Aku sedang masak Mie mas" jawab Mia.


"Masak mie malam malam?"


Mia mengangguk


"Aku pengen" jawab Mia.


Bryan mengangguk mengerti lalu meninggalkan Mia sendirian di dapur.


1 bulan berlalu,,


Pemindahan Mia ke perusahaan Hendrawan sempat ditunda 1 bulan karna sesuatu hal yang tak lain Bryan harus berdebat dan membujuk sang pacar Lisa dahulu.


Usia kandungan Mia sudah memasuki minggu ke 9.


Hari ini adalah hari pertama Mia bekerja di perusahaan Hendrawan.


Mia di tempatkan sebagai asisten Bryan.


Ia bertugas membantu Lisa maupun Bryan.


Mia mendengar suara panggilan di telepone kantor yang ada di depan nya.


"Hallo"

__ADS_1


"Cepat datang ke ruangan ku" titah Bryan.


Ceklekk


Mia membuka pintuk ruangan Bryan.


Tampak Lisa yang sedang gelendotan di lengan suami nya, Bryan.


"Ohh jadi ini alasan kau menyuruh ku kesini? Hanya untuk melihat mu bermesraan dengan kekasih mu itu?" Sinis Mia.


"Kalau iya memangnya kenapa?" Belum sempat Bryan menjawab tiba tiba Lisa yang menjawab.


Padahal Bryan menyuruh Mia datang untuk mengurus berkas kantor.


"Cihh jadi pelakor aja bangga" cibir Mia.


Lisa memelototkan mata nya


"Apa katamu?"


"Ohh pelakor ini sudah tuli?" Ejek Mia.


Lisa sudah akan menyerang Mia namun Bryan memegang lengan nya dan menggelengkan kepala nya tanda ' tidak usah'


Mia mengusap usap perutnya


"Lihatlah nak kelakuan papa mu, tidak ber etika sama sekali. Bahkan dia berselingkuh dihadapan mama" Mia sengaja mengeraskan suara nya agar Bryan mendengar nya.


Bryan tersentak mendengar kata "papa mu" yang di lontar kan sang istri.


"Apa maksudmu?!" Bentak Bryan.


"Menurutmu?" Kini Mia membalikan pertanyaan dengan pertanyaan juga.


"Sudahlah sayang jangan dengarkan wanita gila itu" Lisa berbicara.

__ADS_1


"Aku hamil!!! Puas kau!!!" Teriak Mia.


__ADS_2