
Bryan malah fokus mengusap perut buncit sang istri.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar Bryan di ketuk.
"Buka saja" ucap Bryan dari dalam karna enggan melepaskan kepala Mia dari pangkuan nya.
Asisten Rafa menyerahkan sebuah plastik berisi makanan.
"Saya pamit keluar tuan" ucap Rafa yang diangguki Bryan.
Tepat saat Rafa keluar, Film yang ditonton Mia sudah selesai.
Setelah Rafa keluar, Mia bangun dari pangkuan Bryan.
Suami nya sudah membukakan bungkus makanan untuk nya.
"Cepatlah makan" titah Bryan.
Dengan lahap Mia menghabiskan makanan itu.
" Udah kenyang?" Tanya Bryan.
Mia mengangguk
"Udah mas"
"Ya udah yuk tidur" ajak Bryan.
Mia pun menurut. Ia segera naik ke ranjang, begitupun dengan Bryan.
Ia segera merengkuh tubuh istri nya seperti biasa. Merekapun tidur sambil berpelukan.
Pagi hari,
__ADS_1
Bryan dan Mia sudah bangun dan juga sudah membersihkan tubuh nya masing masing.
Mia memaksa ingin ikut ke kantor Bryan yang ada di bali dengan alasan bosan. Mau tidak mau pun Bryan mengizinkan istri nya itu.
Mia sudah siap dengan dres selutut nya.
Sebenar nya tadi ia ingin memakai blazer tapi Bryan melarang nya dengan alasan agar Mia nyaman.
Akhirnya Mia pun menurut.
Mia mengaitkan tangan nya di lengan kokok Bryan.
Mereka berjalan melewati lobi perusahaan. Nampak semua karyawan menatap kagum dengan pasangan itu.
Batin nya pun bertanya tanya, kenapa seorang Bryan Hendrawan menggandeng tangan seorang wanita hamil? Siapa kah dia?
Para karyawan hanya mampu menyimpan pertanyaan itu dalam hati nya saja tanpa berani mengungkapkan.
Bryan membuka pintu ruangan nya.
Mia terkesima dengan ruangan yang bergaya eropa modern itu.
Ruangan nya tak beda jauh dengan ruangan kerja Bryan yang ada di jakarta. Hanya saja ruangan nya di jakarta lebih luas dari pada yang di kantor cabang bali.
"Masuklah ke kamar lalu istirahatlah disana" ucap Bryan membukakan kamar di ruangan itu.
"Iya mas"
"Kalau kamu bosan, kamu bisa menonton film di tv itu"
Mia mengangguk
__ADS_1
Ia segera memasuki ruangan itu. Ia duduk di ranjang empuk itu.
"Wahh ruangan nya nggak beda jauh sama yang dijakarta" gumam Mia.
Mia merasakan perut nya lapar, padahal ia baru saja sarapan tadi pagi.
Mia keluar dari kamar nya
"Ada apa?" Tanya Bryan ketika melihat istri nya keluar dari kamar.
"Aku pengen ke mall beli cemilan mas" pamit Mia.
"Kamu disitu saja, biar Rafa yang membelikan nya"
Mia menggeleng
"Aku pengen beli sendiri mas" pinta Mia memohon.
"Oke, tapi harus di temani bodyguard"
Mia mengernyit
"Memangnya kenapa mas? Lagi pula kan semua orang nggak tau kalau aku istri kamu"
Bryan menghela napas nya.
"Bukan kah kau ingat kandungan mu sudah besar? Lagi pula kau sering mengalami kram dan pendarahan tiba tiba. Aku tidak mau mengambil resiko. Lagi pula, aku tau Lisa tak akan semudah itu melepas ku. Ia pasti merencanakan sesuatu yang buruk" ucap Bryan.
Mia pun mengerti kekhawatiran suami nya. Akhir nya tanpa membantah ia mau ditemani bodyguard asalkan bodyguardnya perempuan.
Mia pun pergi dengan seorang bodyguard perempuan.
Sebelum nya bodyguard itu memakai pakaian serba hitam yang membuat Mia takut.
__ADS_1
"Mas, suruh dia ganti pake pakaian biasa" pinta Mia.
jangan lupa like dan komennn