Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Hahh Lava??!


__ADS_3

Nampak Mia menggunakan dress pink nya dengan sebuah tas kecil yang juga berwarna pink.


"Pak, boleh minta anter ke kantor suami ku ndak pak?" Tanya Mia pada supir rumah itu.


"Boleh banget nyonya"


Supir itu langsung membukakan pintu untuk Mia.


Mobil pun melaju menuju kantor Bryan.


"Pak supir pulang aja, nanti saya bisa pulang kalo nggak sama mas Bryan aku bisa pake taksi" ucap Mia sebelum keluar mobil.


"Baik nyonya"


Mia berjalan melewati lobi kantor itu. Ia berjalan dengan bangga nya, ia ingin semua orang tau bahwa dia adalah istri Bryan Hendrawan agar tak ada lagi wanita yang mengusik suami nya.


"Loh itu bukan nya cewek yang kemarin digendong sama pak Bryan?"


"Itu bukan nya karyawan baru ya?"


"Eh itu bukan nya cewek yang kemarin pingsan ya?"


"Itu cewek kok pake dres gitu?"


"Kok pakek bawa paperbag segala?"


Para karyawan bertanya tanya sambil berbisik bisik.


Miaa tak menghiraukan tatapan aneh para karyawan suami nya itu.


Ceklekk


Mia membuka pintu ruangan Bryan.


Nampak Bryan masih fokus dengan laptop nya.


"Mas,," Bryan mendongak kala mendengar suara yang familiar untuk nya.


"Kenapa kesini?"


"Aku membawakan mu makan siang" ucap Mia.

__ADS_1


"Taruh disitu" titah Bryan menunjuk meja.


Mia pun meletakan rantang makanan itu di meja.


"Ya udah mas, aku pamit pulang" pamit Mia.


Bryan kembali mendongakan kepala nya.


"Kenapa cepat cepat?" Tanya Bryan.


"Aku tak bisa mencium bau makanan. Itu saja tadi disiapkan oleh pelayan" ucap Mia.


"Lalu kenapa kau repot repot kemari? Aku kan bisa delivery"


Mia malah cengengesan


"Aku kan hanya memastikan apakah pacar mu sedang gelendotan dengan mu atau tidak"


Bryan hanya geleng geleng kepala mendengar penuturan sang istri.


"Kau duduk lah dulu" ucap Bryan.


"Duduklah dulu, aku akan makan siang nanti saja" ucap Bryan sambil mendekat ke arah sofa.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Bryan.


Mia menggeleng


"Aku sedang tidak ingin apa apa"


"Ck biasanya ibu hamil suka minta yang aneh aneh"


"Dari mana kau tau mas kalau ibu hamil suka minta yang aneh aneh?" Tanya Mia.


"Aku membaca nya di internet"


Mia mengangguk mengerti


"Kau sudah makan siang?" Tanya Bryan pada Mia.


Mia menggeleng

__ADS_1


"Bukan kah kau tau aku tidak bisa makan selain roti, sayur dan buah?"


Bryan menepuk keningnya


"Oh ya aku lupa" Bryan cengengesan.


"Apa kau bisa makan sup sayur?"


Mia menggeleng


"Aku sedang tidak ingin sup sayur"


"Bagimana kalau capcay sayur?" Tawar Bryan.


Mia kembali menggeleng


"Ayo lah, dari tadi pagi kau hanya makan roti selai saja. Anak kita juga butuh asupan"


Degg


"Anak kita?" Tanya Mia.


Bryan mengangguk


"Kalau bukan anak kita anak siapa lagi? Anak mu saja?" Bryan kesal dengan Mia.


Mia hanya terkekeh mendengar suami nya yang kesal itu.


"Aku ingin makan bakso lava" pinta Mia.


"Hah makanan apa itu? Bakso lava? Lava? Yang benar saja kau makan lava?" Bryan mulai kesal.


"Ishh bukan lava gunung atau lava pijar, tapi maksudku lava cabai"


"Hah? Mana ada lava cabai"


Mia memukul pelan lengan suami nya


"Jangan banyak tanya, cepat antar aku membeli bakso lava, aku ingin memakan nya"


Mia menarik narik tangan Bryan.

__ADS_1


__ADS_2