Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Tidak Bisa Disepelekan


__ADS_3

"Mas, perut ku sakit mas" keluh Mia.


"Aku pendarahan lagi mas, bawa aku kerumah sakit" pinta Mia.


Dengan sigap Bryan membopong istri nya ke dalam mobil.


Ia melajukan mobil nya menuju rumah sakit


Mia langsung masuk ke ruangan ugd


Bryan menunggu di depan ruangan ugd itu.


30 menit kemudian, dokter keluar dari ruangan itu


"Bagaimana keadaan istri saya dok?"


"Keadaan nya sudah kembali stabil. Namun, perlu di Ketahui pendarahan pada kehamilan tak bisa di sepelekan karna ini berbahaya untuk bayi maupun ibu nya. Mungkin jika bapak berkenan setelah ini akan dilakukan uji labolatorium untuk memastikan kondisi nyonya Mia. Untuk saat ini nyonya Mia hanya butuh istirahat yang cukup dan jangan sampai kelelahan. Nyonya Mia boleh pulang besok pagi sembari menunggu cairan infus nya habis" ucap Dokter itu yang diangguki Bryan.


"nanti coba saya tanya pada istri saya dulu dok" jawab Bryan.


Bryan segera memesan kamar rawat VIP untuk Mia.


Bryan masuk ke ruang VIP itu. Ia melihat istri nya yang juga sedang menatap nya.


Ia mendekat ke arah istri nya.


"Masih sakit?" Tanya Bryan sambil mengusap usap perut sang istri.


Mia mengangguk lemah


"kata dokter pendarahan kamu bisa berbahaya. dokter menyarankan untuk uji Lab" ucap Bryan hati hati.


"enggak mas, kata dokter kandungan aku dijakarta nggak papa, cuma faktor kelelahan aja" jawab Mia karna tak mau semua nya terbongkar.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu maumu, istirahat lah, dokter tadi bilang kamu kelelahan" ucap Bryan.


Mia menurut, ia segera memejamkan mata nya.


Bryan sendiri pun berjalan menuju sofa dan tidur di sofa itu.


Pagi hari,


Mia sudah nampak lebih segar. Dini hari tadi, dokter mengganti cairan infus Mia dengan cairan Vitamin karna cairan infus sebelum nya telah habis.


Dokter mengatakan Mia boleh pulang setelah cairan infus ke dua nya habis.


Asisten Rafa telah menyiapkan penerbangan menuju jakarta. Bryan tadi sudah bertanya apakah aman kondisi Mia melakukan perjalanan jauh.


Dan dokter menjawab tidak apa apa.


"Kita pulang ke Villa lagi mas?" Tanya Mia.


"Enggak, kita langsung ke jakarta"


"Udah di urus sama Rafa" jawab Bryan yang membuat Mia mengangguk.


Bryan menuntun Mia keluar rumah sakit. Mereka menaiki mobil menuju landasan udara tepat jet Pribadi Bryan berada.


"Kalo kamu nanti ngerasa gimana gimana bilang aku ya. Soalnya ini perjalanan jauh" ucap Bryan.


"Iya mas"


Pesawat itu pun terbang menuju ibukota.


Setelah sampai di jakarta, Bryan maupun Mia menjalani aktivitas nya seperti biasa nya.


beberapa hari kemudian,

__ADS_1


Nampak Bryan sedang bersiap siap akan berangkat bekerja.


"Mas" panggil Mia.


Bryan menoleh ke belakang,


Mia berjalan mendekati sang suami.


"Kamu nanti pulang jam berapa mas?" Tanya Mia.


Bryan mengernyitkan dahinya. Pasalnya istrinya tak pernah menanyakan tentang kepulangannya


"Biasa jam empat"


"Eumm aku boleh izin ke kondangan temenku nggak mas?" Tanya Mia ragu.


"Sama siapa?"


"Tadinya sih pengen sama kamu. Tapi kamu kan sibuk jadi aku sendiri aja diantar pak supir" ucap Mia.


"Jam?"


"Sekitar jam 2 acaranya"


"Oke, nanti aku anterin"


Mata Mia berbinar


"Beneran mas?" Tanyanya antusias.


Bryan mengangguk


Mia langsung memeluk tubuh tegap suaminya itu.

__ADS_1


"Makasih mas" ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami.


__ADS_2