Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Akhir Kisah Bahagia


__ADS_3

"Huh, mama lega untung kontraksinya nggak kayak dulu" mama Gita mengusap dadanya lega.


Beberapa hari kemudian, Mia sudah diizinkan pulang.


Bryan kembali mengadakan acara aqiqahan secara besar besaran.


Beberapa tahun kemudian,


Kini Zio sudah berumur 10 tahun sedangkan Zifa sudah berumur 5 tahun.


Mia tersenyum bahagia saat melihat anak anaknya sedang mengerubungi dan bergelanyut manja dengan sang papa.


"Papa, Zifa pengen mainan" pinta bocah itu.


"Oke kita sekarang langsung ke mall" ajak Bryan yang membuat kedua anaknya bersorak gembira.


"Mama nggak diajak nih?" Mia pura pura merajuk.


"Diajak lah" ucap Zio yang sudah memeluk sang mama.


"Wlee ini mamaku" ejek Zio pada sang adik.


Seketika Zifa melepaskan pelukannya dari sang papa dan beralih memeluk sang mama.


"Ini mama nya Zifa" kesal Zifa pada sang kakak.


Zio tersenyum licik, ia gantian memeluk papanya.


"Berarti ini papaku"


Zifa melepaskan pelukannya pada sang mama dan berlari menuju papanya.


"Ini juga papaku"

__ADS_1


Sikecil Zifa menangis karna ulah kakaknya yang selalu menggodanya.


"Huaaa mama papa kak Zio nakal"


Mia mendekati putrinya itu.


Ia menggendongnya dan mendekatkannya pada sang papa.


"Kalian berdua anak mama sama papa" ucapnya.


"Sini semua peluk sama papa" Bryan merentangkan tangannya.


Seketika semua berhambur memeluk Bryan termasuk juga Mia.


Hatinya menjadi tenang dan damai kala melihat tawa anak anaknya.


Lelahnya tergantikan kala anaknya merengek sesuatu kepadanya. Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Bryan.


Merekapun bersiap menuju Mall.


"Mau es krim?" Tawar Mia pada anak anaknya.


"Mau!" Zio, Zifa begitu pula Bryan menjawab.


"Ish aku tanya Zio sama Zifa mas, bukan kamu" kesal Mia.


"Ya nggak papa lah yang" Bryan merangkul istrinya.


Tamattt


"Kebahagiaan tak bisa diukur dengan apapun"


"Seberat apapun masalah, hadapilah dengan penuh tanggung jawab. Singkirkan egomu terlebih dahulu karna yang membuat hidupmu hancur adalah egomu sendiri"

__ADS_1


_Bryan Hendrawan.


"Sekeras apapun hidup, jangan pernah untuk berfikir bunuh diri. Tuhan menggariskan takdir untuk makhluknya, baik takdir baik mauoun buruknya"


"Kita tak akan pernah tau akan seperti apa kehidupan selanjutnya. Kematian bukan satu satunya solusi dalam masalah terberatmu"


"Cukup Diam, merenung dan menurunkan sedikit egomu, hal itu pasti akan menyelesaikan masalahmu'


_Mia Asyalia


Oke gengsss makasi atas dukungannya selama ini... Maaf kalo ada kesalahan dari author.. muachh


Next author bakal up cerinya Arqian Yulandres, anak dari Rifqi Yulandres...


Dari cerita ini kita bisa mengambil kesimpulan dari dua sudut pandang.


Kalian tak bisa menyalahkan Bryan sepenuhnya karna memang disinilah dia terjebak dalam situasi sulit. Ia mencoba mempertanggungjawabkan segalanya dengan menikahi Mia.


Coba kalian bayangin diposisinya Bryan. Kalian benci sama satu orang terus tiba tiba kalian harus nikah sama orang itu. Apalagi nikahnya karna hal yang tidak bisa dibilang baik...


Kalau posisi Mia, okelah dia menderita. Tapi dia juga harus memahami posisi Bryan.


Dia menempatkan posisinya sebagai pertanggung jawaban saja.


Mau dibolak balikan seperti apapun, posisi Mia tetaplah salah walaupun ia menjadi istri Bryan..


Why? Karna mau tidak mau, disini pelakornya adalah Mia. Terlepas dari sikap buruk Lisa yang merugikan Bryan, tetapi Mia tetaplah pelakor disini.


Ya walaupun dia berada diposisi itu karna kesalahan, namun tetap saja Mia telah merebut Bryan dari Lisa. Ya walaupun Lisa bukan orang baik, tetapi disini dia tak salah dalam memposisikan dirinya.


Hanya saja sebagai wanita bijak ia harus melepaskan Bryan karna Bryan sudah menikah...


Yhaaaa terserah penilaian kalian jyga sih..

__ADS_1


Pokoknya makasi atas dukungannya.. see u next book..😘


__ADS_2