
"Nyata nya dia tadi membentak mama" sanggah mama Gita lagi.
"Mungkin dia sedang sensitif ma, mama inget kan kalau Mia sedang hamil" bela Bryan pada Mia.
"Kau yakin itu anak mu?" Tanya mama Gita meragukan.
"Apa seburuk itu istri Bryan di mata mama?" Tanya Bryan balik.
"Aku yakin pasti otak mu sudah dicuci oleh perempuan itu"
"Ayolah ma, mau bagaimana pun Mia itu istri Bryan, ibu dari anak anak Bryan. jika mama tidak suka pada nya setidak nya jangan menghina nya ma" protes Bryan.
"Terserah kamu" ucap mama Gita lalu meninggalkan Bryan.
Setelah selesai, Bryan langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit, Bryan membuka pintu ruangan Mia.
Tampak dokter yang sedang memeriksa keadaan Mia.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Bryan.
"Keadaan istri anda saat ini sudah mulai stabil. Tadi siang keadaan nya tidak baik dan mengalami kram. Mungkin disebabkan karna tekanan yang menyebabkan istri anda stress. Sebaiknya jangan biarkan istri anda stress berlebihan, jika ini terjadi lagi, saya tak bisa menjamin keselamatan istri dan anak anda" dokter memperingatkan.
"Istri saya masih belum sadar dok?" tanya Bryan.
"Belum pak, ini adalah efek dari obat yang saya berikan" ucap sang dokter.
__ADS_1
Bryan mengangguk mengerti
Bryan duduk disamping ranjang Mia yang masih memejamkan mata nya.
Ia mengusap usap dahi istri nya itu.
"Kenapa kau begitu misterius bagiku? Banyak hal yang tak aku ketahui dari mu sama sekali. Ketika melihat tatapan mata mu aku slalu melihat sebuah luka yang aku sendiri tak tau sebab nya" gumam Bryan sambil mengusap dahi istri nya.
30 menit kemudian, Mia mengerjapkan mata nya bangun.
Ia melihat suami nya sedang memangku laptop di sofa di ruangan nya.
Mia tersenyum tipis
Suami nya mendampingi nya saat ia butuh.
Suami nya tidak seperti yang dikisahkan di di novel yang meninggalkan istri nya saat sang istri membutuhkan nya.
Mia tak bisa menyalahkan Bryan sepenuh nya.
Ialah yang salah, ia hadir sebagai orang ketiga dihubungan Bryan dan Lisa.
Disini ialah parasit nya, ia tak bisa menyalahkan Lisa karna Lisa sudah ada jauh sebelum Mia menjadi istri Bryan.
Bryan mendongak ketika merasa ada pergerakan di ranjang Mia.
Ia tersenyum saat melihat istri nya sudah siuman.
__ADS_1
Ia segera meletakan laptop nya dan berjalan mendekati Mia.
"Mana yang sakit?" Tanya Bryan lembut sambil mengusap dahi sang istri.
Mia menggeleng
"Kau ingin sesuatu?" Tanya Bryan.
"Minum" ucap Mia serak karna memang ia merasa kehausan.
Bryan segera membantu istri nya untuk minum air putih.
"Bolehkah aku meminta sesuatu mas?" Tanya Mia setelah selesai minum.
"Apakah aku pernah melarang mu untuk meminta sesuatu?" Tanya Bryan dingin.
Mia takut melihat wajah suami nya yang berubah dingin seperti itu.
"Aku lapar mas" keluh Mia.
"Kau belum makan?" Tanya Bryan.
"Aku hanya makan roti dan minum susu tadi pagi" jawab Mia.
Bryan mendesahkan napas nya pelan.
"Kenapa kau tidak menelponku tadi?" Tanya Bryan.
__ADS_1
"Aku lupa mas, oh ya tadi ayah dan ibu menjenguk ku ditambah lagi setelah itu perut ku kram" ucap Mia.
Jangan Lupa Like dan Komen