Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Pemecatan Mia


__ADS_3

Alex membelalakan mata nya kaget mendengar kenyataan yang dilontarkan Mia.


"Di dia menikahiku karna rasa tanggung jawab nya karna telah merenggut kesucianku" jawab Mia.


Alex tak habis pikir bahwa Mia masih suci.


Ia berpikir gadis seperti Mia pasti sudah tidak suci lagi.


Mia beranjak meninggakkan meja makan itu.


"Jangan katakan apapun pada Bryan maupun pada Dilla. Biarkan mereka tetap membenciku, waktu akan mejawab semuanya" ucap Mia sebelum benar benar meninggalkan meja itu.


Alex bingung dengan perkataan Mia


"Adakah sesuatu yang disembunyikan wanita itu?" Batin Alex.


Ia juga kembali ke ruangan nya untuk bekerja.


Beberapa saat kemudian asisten Alex masuk ke ruangan nya.


"Tuan Bryan Hendrawan sudah datang tuan" ucap sang asisten.


Hari ini memang Bryan datang ke perusahaan Alex untuk tanda tangan berkas.


"Suruh dia masuk" titah Alex yang diangguki sang asisten.


"Selamat siang tuan Bryan" sapa Alex.


"Siang tuan Alex"


Mereka pun langsung membicarakan masalah bisnis mereka.


"Ngomong ngomong kenapa anda membiarkan istri anda bekerja? Bukankah anda memiliki uang yang banyak?" Tanya Alex.


"Bagiamana kau tau bahwa istriku bekerja?" Bryan heran.

__ADS_1


"Dia bekerja di perusahaan ini, kau belum mejawab pertanyaan ku"


"Dia yang meminta nya sendiri" jawab Bryan enteng.


Alex mengangguk mengerti


"Bisakah aku meminta sesuatu padamu tuan Alex?" Tanya Bryan.


"Silahkan"


"Saya ingin anda memindahkan istri saya ke perusahaan saya" ucap Bryan.


Alex menaikan sebelah alisnya.


"Kau ingin aku memecatnya?" Kini Alex berbicara biasa, tidak formal.


"Ya,,"


"Kau gila! Aku harus memberi alasan apa?"


Mau tak mau Alex menyetuji permintaan kakak dari sahabatnya itu.


"Panggil wanita tadi untuk kemari" titah Alex pada sang asisten.


Beberapa saat kemudian Mia telah datang ke ruangan Alex.


Tubuh nya menegang kala melihat Bryan yang juga ada di ruangan Alex.


"Maaf Mia aku harus memecatmu" ucap Alex sedikit iba.


Tubuh Mia semakin membeku mendengar pernyataan Alex.


" Ta tapi kenapa?"


Alex tak menjawab, ia hanya melirik Bryan dengan matanya.

__ADS_1


Mia paham maksud dari Alex.


"Ini pasti karna mas Bryan" batin nya.


Mia menampilkan senyum nya.


"Tidak apa Alex, aku masih bisa mencari pekerjaan lain" ucap Mia dengan senyum teduh nya.


"Perusahaan Hendrawan masih bisa menampungmu" ucap Bryan tiba tiba.


Mia menatap wajah Bryan hingga mereka terpaku di tatapan itu dalam beberapa menit.


"Ehemm" deheman Alex menyadarkan sepasang manusia yang bersitatap itu.


"Baik, kalau begitu aku keluar dulu" ucap Mia lalu keluar dari ruangan Alex.


Alex merasa tidak enak dengan Mia karna sudah memecatnya di hari pertama nya bekerja.


"Aku merasa tidak enak dengan nya" ucap Alex pada Bryan.


"Memangnya kenapa? Wanita sampah seperti dia tidak perlu kau kasihani"


"Kurasa dia tak seburuk itu" kilah Alex.


"Dia itu munafik, wajahnya ada banyak" sanggah Bryan.


...


Setelah dinyatakan dipecat, Mia keluar dari kantor Alex.


Sejujurnya ia sedih karna harus dipecat di hari pertama nya bekerja, tapi ia menepis semua itu karna ia tau ini semua pasti akal akalan Bryan untuk membuat hidupnya menderita.


Mia memutuskan untuk pulang ke rumah nya.


Mama Gita yang melihat menantunya itupun hanya diam. Ia tak berniat untuk menyapa nya.

__ADS_1


yok guysss jangan lupa likeeeee author udah crazy up lhoooo


__ADS_2