
Mia langsung memeluk tubuh tegap suaminya itu.
"Makasih mas" ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami.
"Iya"
Mia mendongak
Ia berjinjit menyetarakan bibirnya dengan bibir sang suami.
Cupp
Satu kecupan mendarat dibibir Bryan
Bryan tersenyum melihat perlakuan gemas sang istri.
Mia langsung mengalungkan tangannya keleher Bryan. Ia segera menautkan kembali bibirnya ke bibir sang suami.
Merekapun berciuman hingga beberapa saat.
Mia melepaskan ciuman itu dengan napas terengah engah karna kehabisan oksigen.
Tangan Mia tak tinggal diam. Tangannya sudah mengusap dada bidang sang suami dibalik jas dan kemejanya itu.
"Mia, jangan seperti ini, aku akan meeting pagi" Bryan mengingatkan.
Mia mendengus kesal dengan ucapan sang suami.
Bryan terkekeh melihat wajah cemberut sang istri.
"Nanti sore aja" Tawar Bryan.
Mia memutar bola matanya malas.
"Terserah" ucap Mia kesal.
"Ya udah deh, sekarang juga nggak papa" Bryan mengalah.
"Daripada Bumilku marah kan tambah puyeng nanti" batin Bryan.
__ADS_1
"Udah nggak mood" sinis Mia.
"Ya udah, nanti kalau udah mood dateng aja ke kantor" goda Bryan.
Pipi Mia langsung merona
"Apasih mas, udah buruan berangkat sana" usir Mia.
Bryan mengangguk, toh dia ada meeting pagi ini.
"Ya udah deh aku berangkat"
Cupp
Bryan mengecup dahi sang istri
"Kita sarapan dulu yuk" ajak Bryan.
Ia menggenggam tangan sang istri dan mengajaknya turun ke lantai bawah.
Merekapun sarapan bersama
"Papa kerja dulu, anak papa jangan nakal diperut mama ya" Bryan mengusap perut sang istri.
Bryan mengulurkan tangannya
Mia menerima dan menyalami sang suami.
"Aku berangkat" Bryan mengacak rambut sang istri lalu segera keluar dari rumah.
"Hati hati" teriak Mia saat sang suami akan memasuki mobilnya.
Bryan tersenyum didalam mobil. Tak disangka, jika dipikir pikir mereka berdua memanglah romantis walau hanya dengan hal hal yang sederhana sekalipun.
Siang hari,
Mia sudah merasa jenuh berada dalam kamarnya.
Ia memutuskan untuk ke kantor sang suami.
Nampak ia mengenakan dress putih dengan sling bag di pundaknya.
__ADS_1
Ia berjalan melewati lobi perusahaan.
"Asisten Rafa, suamiku ada didalam?" Tanya Mia.
"Maaf nyonya, tuan Bryan masih meeting"
"Dari tadi pagi?" Tanya Mia.
"Iya nyonya, tadi pagi tuan Bryan meeting dengan dewan direksi dan kini sedang meeting dengan kolega bisnisnya" ucap asisten Bryan itu.
"Ya udah deh aku nunggu didalem aja" ucap Mia.
Ia segera masuk ke ruang kerja sang suami.
Ia mendudukan tubuhnya di kursi kebesaran Bryan diperusahaan.
Ia adalah pertama kalinya ia duduk dikursi khusus itu.
"Wah, ternyata empuk" gumam Mia sambil memutar mutar kursi itu.
Mia membuka laci kerja suaminya itu.
Ia melihat sebuah buku Album berukuran sedang di laci itu.
Mia penasaran, ia berpikir album itu pasti berisi foto Mia dan suaminya yang belum sempat dibuang.
Ia membuka album itu
Namun dugaannya ternyata salah, ternyata album itu berisi beberapa lembar foto proses pernikahan mereka.
Mulai dari pengajian, akad maupun resepsi.
Mia mengusap foto itu, foto yang memperlihatkan senyum kebahagiaan dua insan padahal nyatanya hanya bohongan.
Mia membuka lembar selanjutnya.
Ternyata album itu juga berisi beberapa foto usg anak mereka.
Mia mengernyit, pasalnya foto usg selalu Mia lah yang menyimpannya. Tapi kenapa suaminya memilikinya juga? Ah dia lupa siapa suaminya, Bryan hendrawan yang bisa dengan mudahnya mendapat hal sekecil itu.
__ADS_1