Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Tangisan Mia


__ADS_3

Mia memberenggut kesal karna suami nya semena mena dan boros dalam membeli barang.


Bryan pun membayar tas yang dipilih nya tadi.


"Total nya 1,7 milyar tuan"


Dengan santai nya Bryan membayar tagihan itu dengan black card nya.


Mia masih tertegun dengan harga tas itu.


Bryan pun menenteng banyak paperbag dari brand ternama itu.


Setelah sampai di parkiran, Bryan segera masuk ke mobil nya.


Mia masih terdiam di dalam mobil itu.


"Kau kenapa?" Tanya Bryan saat melihat istrinya memandangi luar jendela mobil.


Mia masih tak bergeming dari posisi nya.


Bryan menarik lembut lengan istrinya itu. Ia melihat wajah Mia sudah banjir dengan air mata.


"Hey, kenapa nangis?" Tanya Bryan.


"Sudah kubilang aku tidak ingin tas mahal itu" ucap Mia sambil menangis.


"Lalu kau mau apa?" Tanya Bryan heran.


"Aku tidak mau apapun. Apa pandangan orang saat melihat ku memakai tas mewah itu. Mereka pasti beranggapan bahwa aku telah memoroti uang mu"


Bryan tidak menyangka dengan pikiran buruk istrinya itu.


"Tidak ada yang akan menghina mu seperti itu. Kau adalah istri Bryan hendrawan. Justru kalau kau memakai tas biasa mereka akan mengira aku tak memberimu uang belanja" ucap Bryan berusaha menenangkan

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan mama dan keluarga yang lain?" Mia masih menangis tersedu sedu.


"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan mereka"


Beberapa saat kemudian Bryan dan Mia sudah sampai rumah.


Bryan langsung membawa banyak paperbag di tangan nya.


Kebetulan mama Gita sedang duduk menonton Tv di ruang keluarga.


"Bryan?" Panggil mama Gita.


Deggg


Mia sudah memiliki firasat buruk akan hal ini.


"Iya ma, ada apa?"


"Kenapa kau bawa banyak paperbag barang branded?" Tanya mama Gita saat melihat anak nya menenteng banyak sekali paperbag barang dari brand ternama itu.


"Sebanyak itu?"


"Memang nya kenapa ma?" Tanya Bryan.


"Bukan kah kau ingat perbuatan dia terhadap keluarga kita dulu?" Mama Gita mengingatkan.


" Itu dulu ma, sekarang sudah berbeda"


"Apa bedanya? Dia tetap saja anak seorang pelakor" sinis mama Gita.


Mia hanya diam menyaksikan perdebatan mertua dan suami nya itu.


"Jelas beda ma, sekarang Mia istri Bryan dan sedang mengandung anak Bryan" kesal Bryan.

__ADS_1


"Kau yakin itu anakmu?" Mama Gita meremeh kan.


Degggg


Seketika jantung Mia terhujam mendengar pertanyaan sang mertua.


Mia langsung berlari menuju kamar nya di lantai atas.


"Cihh cari perhatian" cibir mama Gita melihat menantunya berlari ke kamar.


"Cukup ma! Mia tak seburuk yang kalian kira" bentak Bryan.


"Kau sudah berani membentak mama hanya demi anak pelakor itu?!" Bentak mama Gita balik.


"Sudah kubilang dia bukan anak pelakor ma"


"Lalu apa jika ibunya merebut ayah mu dari mama?!"


"Ahh sudahlah" Bryan meninggalkan mama nya dan menyusul istrinya ke kamar.


Ceklekk


Bryan membuka kamar nya


Ia melihat istrinya meringkuk di lantai samping ranjang.


Mia sedang duduk dengan wajah ia telungkupkan diantara kedua lutut nya.


Bryan tau istrinya sedang menangis karna punggung nya bergetar.


Sejenak Bryan menghela napas nya.


Ia berjalan mendekati Mia

__ADS_1


Ia memegang kedua pundak istri nya dan mengajak nya untuk berdiri.


Namun tubuh Mia kaku. Ia menolak untuk berdiri. Ia masih ingin meratapi nasib nya.


__ADS_2