Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Sepadan Dengan Tawa Zio


__ADS_3

Bryan pun mengangguk, ia meminta pelayan toko untuk mengirimkan mobil itu kerumahnya.


Sebuah mobil anak lamborgini yang dilengkapi sensor canggih yang tak bisa menabrak sehingga aman untuk anak anak. Juga dilengkapi dengan daya aki yang besar sehingga bisa melaju jauh dan juga dilengkapi dengan sistem yang otomatis dan pastinya canggih. juga dilengkapi dengan GPS nya.



Bisa dikendalikan oleh orang lain dengan remot dan juga bisa dikendalikan sendiri dengan gas kaki.


Harganya mencapai 12 juta rupiah. Bryan tak mempermasalahkannya.


Uang 12 juta bukanlah hal sulit untuknya. Bahkan tagihan listrik rumahnya melebihi 12 juta itu.


Bryan dan Zio pun pulang kerumah.


"Mamaa" Zio berhambur memeluk sang mama yang sedang duduk bersama sang nenek di ruang keluarga.


"Kau hanya membeli ini?" Tanya Mia kala melihat anaknya membawa sebuah mobio remot.


"no, I bought a big car too"


(Tidak, aku juga membeli mobil yang besar)


"Mana?"


Zio menarik tangan sang mama keluar dari rumah.


Mia kaget kala melihat beberapa orang menurunkan mobil dari sebuah truk bak.


"Mas, kau membelinya?" Tanya Mia.


Bryan mengangguk


"Zio yang memintanya" jawabnya enteng.


"Hishh berapa harganya?" kini Mia kepo.

__ADS_1


"Murah, hanya 12 juta"


"Hah? 12 juta cuma buat mainan?" Pekik Mia.


"Itu sepadan dengan tawa bahagia Zio yang" Bryan mencoba berdamai dengan sang istri.


Mia menghembuskan napasnya kala melihat sang putra yang begitu antusias dengan mainan barunya.


"Baiklah" Mia mengalah. Toh juga tak setiap hari Zio membeli mainan mahal itu.


Bryan segera menghampiri anaknya. Zio sudah lebih dulu masuk kedalam mobil itu dan disusul sang papa yang akan menjadi sopirnya pastinya.


Mereka berkeliling komplek dengan mainan baru Zio itu.


"Zio mau ikut papa sama mama jalan jalan?" Tanya Bryan pada sang putra.


"Alan alan?" Tanya Zio.


"Ya, ke luar negeri"


"Zio au pa" ucapnya antusias.


Bocah laki laki itu memang sedikit aneh. Ia begitu lancar saat berbicara bahasa inggris namun ia sedikit kelu jika berbicara bahasa indonesia.


Bryan mengacak rambut sang putra karna gemas.


Setelah puas bermain, Bryan mengajak Zio pulang lalu memandikan sang putra.


Mereka melakukan sesi fotoshoot terlebih dahulu sebelum keberangkatannya menuju luar negeri.


Nampak Mia mengenakan Dress putih, Bryan mengenakan jas hitam dan Zio pun juga mengenakan jas hitamnya.


(Fotoshoot)


__ADS_1


Setelah selesai, Mia mengganti pakaian anaknya.


Ia memakaikan baju berlengan panjang untuk sang putra karna mereka akan berangkat malam ini.


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam.


Mia dan Bryan berpamitan pada mama Gita dan ayah Johan.


Merekapun berangkat menggunakan jet pribadi milik Bryan.


Beberapa jam kemudian, mereka telah sampai di malaysia.


Bryan menggendong sang putra yang telah terlelap karna hari memang sudah larut.


Mereka menuju Villa milik Bryan yang biasa ia gunakan saat ia memantau bisnisnya yang ada dinegara itu.


Pagi hari,


Mia membangunkan sang suami yang masih tertidur lelap.


"Mas bangun, katanya ada meeting pagi pagi?" Mia membangunkan sambil menoel noel hidung mancung sang suami.


Bryan menggeliat bangun.


Mia beranjak menyiapkan keperluan Bryan.


Bryan menengok kesisinya melihat putra kecilnya masih tidur sambil memeluknya.


Bibirnya melengkung tipis.


Muachh


Bryan mencium pipi anak nya.


Zio sama sekali tak terusik karna perlakuan sang papa. Matanya masih menutup, belum ada tanda tanda Zio akan bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Kau juga bersiaplah, aku akan membawa kalian berdua kekantor"


__ADS_2