Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Demi Keselamatan anda


__ADS_3

Mia menggeleng


"Saya tidak ingin operasi dok, saya ingin melahirkan normal" tolak Mia.


"Coba anda pikirkan lagi nyonya, ini semua juga demi keselamatan anda sendiri" saran dokter itu.


"Yakinlah dok, saya akan baik baik saja nanti"


Mia pun pamit untuk undur diri.


Ia meminta pak supir untuk mengantar nya ke kantor Bryan.


Lagi lagi para karyawan Bryan menatap heran dengan diri nya yang berjalan melewati lobi perusahaan.


Mia tak ambil pusing, ia segera menuju ruangan sang suami.


Sesampainya di depan ruangan Bryan Mia bertanya pada asisten Bryan yang meja nya tepat di depan ruangan Bryan.


"Asisten Rafa, apa suami ku ada di dalam?" Tanya nya.


"Ada nyonya tap....."


"Terimakasih asisten Rafa" Mia memotong ucapan asisten sang suami dan segera masuk ke ruangan Bryan.


Mata nya berbinar saat melihat suami nya sedang fokus dengan laptop nya.


Mia segera mendekat ke arah suamu nya.


Dukk


Mia menjatuhkan dirinya di pangkuan Bryan.


Bryan terlonjak kaget karna ada seseorang yang tiba tiba duduk dipangkuan nya.


Untung saja Mia langsung mengalungkan tangan nya dileher Bryan, jadi dia tidak jatuh.

__ADS_1


Bryan bernapas lega, ternyata yang duduk di pangkuan nya adalah istri nya sendiri.


"Mas aku punya kabar baik buat kamu" ucap Mia antusias.


"Apa?" Tanya Bryan.


"Cium dulu" pinta Mia.


Cupp


Bryan mencium pipi sang istri.


"Ihh bukan pipi mas, yang ini" tunjuk Mia pada bibir nya.


Dengan cepat Bryan mencium bibir istri nya.


Namun perkiraan nya salah, justru istri nya malah menahan tengkuk nya dan mellummat bibir nya dengan ganas.


Awal nya Bryan kaget, namun sepersekian detik kemudian dia mulai membalas ciuman itu tak kalah ganas nya.


3 menit


Mia lebih dulu melepaskan ciuman itu karna sudah kehabisan nafas.


Cupp


Bryan memberi kecupan singkat di bibir sang istri.


"Itu bonus" ucap nya.


Mia hanya terkekeh dengan tingkah suami nya.


" Tuan Bryan?" Panggil seseorang.


Mia menengok le arah laptop karna ia merasa suara itu berasal dari laptop.

__ADS_1


Bryan maupun Mia sama sama membelalakan mata nya kaget.


Bryan lupa bahwa dia sedang melakukan panggilan video dengan Aldy Argadinata, adik ipar nya sekaligus rekan bisnis nya.


Wajah Mia langsung memerah karna malu. Ia langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang suami nya.


Aldy tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Mia dan Bryan yang sama sama lucu.


"Bryan, jangan sok malu malu kau. Biasa nya juga malu malu in" ejek Aldy.


" Kenapa kau tidak mengingatkan ku tadi?"


"Bukankah durhaka nama nya kalau merusak kesenangan kakak ipar?" Balas Aldy masih dengan tawa nya.


"Sudahlah kita lanjut besok saja" kesal Bryan lalu mematikan sambungan panggilan video itu.


"Tatap aku" pinta Bryan pada Mia yang masih menyembunyikan wajah nya.


Mia menegak kan badan nya dan menatap sang suami.


"Kenapa wajah mu memerah?" Goda Bryan.


"Wajah mu juga merah mas" kesal balik Mia.


Bryan terkekeh karna memang wajah mereka berdua sama sama memerah.


Cupp


Bryan kembali mengecup bibir sang istri. Sepertinya mencium bibir Mia sudah menjadi candu nya.


"Mau kasih kabar gembira apa?" Tanya Bryan.


"Bentar" Mia merasa ada yang aneh dari duduk nya.


"Mas, kok ada yang nusuk nusuk dibawah?" Tanya nya polos.

__ADS_1


__ADS_2