Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Terjadi Sesuatu


__ADS_3

Semua yang disana menangis, mereka bisa merasakan apa yang dialami Mia selama ini.


Hidup diambang maut bukanlah hal mudah untuk nya. Setiap hari ia selalu dibayangi wajah orang yang selalu berusaha melenyapkan nya.


Semua nya meminta maaf pada Mia dan berterimakasih atas apa yang dilakukan Mia selama ini.


Dilla tak menyangka bahwa biaya sekolahnya selama ini ditanggung oleh Mia kakak tiri nya.


Seseorang yang ia anggap telah menghancurkan hidup nya ternyata orang yang mengorbankan hidup nya demi diri nya.


Yang pertama memeluk nya adalah ibunya, Lia.


"Ibu, apa kau tau aku menderita selama ini" tangis Mia.


"Ibu tau nak, tapi ibu selalu yakin kau bisa bahagia dengan suami mu" ucap Lia melepaskan pelukan itu.


Kini giliran mama Gita lah yang memeluk sang menantu.


"Maafin mama nak, mama nggak tau kalau kamu berkorban sebesar itu untuk anak mama, maafkan mama karna selalu membencimu"


"Maafin aku kak" kini Dilla lah yang memeluk Mia.


Degg


Mia hanya membeku, ia tak mampu lagi berkata kata. Hanya air mata yang terus saja mengucur deras dari mata nya.


"Sudahlah, aku sudah memaafkan kalian semua" ucap Mia lembut.

__ADS_1


Bryan mendekat ke sang istri. Ia merangkul pundak istrinya.


"Tenanglah, kita akan hidup bahagia setelah ini" ucap Bryan yang membuat Mia mengangguk.


"Shhhh"


Mia meringis kesakitan. Ia sudah merasa perut nya kram dari tadi tapi ia mencoba menahan nya.


Namun rasa nya semakin sakit saja


keringat dingin mulai mengucur didahi Mia.


ia mencengkram lengan sang suami menyelurkan rasa sakitnya. Bryan sadar bahwa istrinya sedang tak baik baik saja.


"Kamu ken..."


Belom sempat Bryan menyelesaikan pertanyaan nya Mia lebih dulu pingsan.


Untung saja Bryan masih memegang pundak istrinya sehingga Mia tak jatuh membentur lantai.


"Sayang, kamu kenapa?" Bryan menepuk nepuk pipi sang istri karna panik.


"Bryan, istrimu pendarahan" mama Gita panik melihat menantunya pendarahan.


Ini adalah kedua kalinya ia melihat Mia pendarahan.


Bryan segera membopong Mia dan membawanya kerumah sakit.

__ADS_1


Bryan melarang semua orang untuk ikut. Ia berkata agar para keluarga ikut saat nanti Mia sudah siuman saja.


Ia hanya mengajak Aldy untuk menyopir mobil nya.


Dilla menenangkan sang mama


"Udah, mama tenang dulu. Aku yakin kak Mia nggak papa"


"Tapi ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali. Aku melihat nya sendiri sudah dua kali. Belum lagi para pelayan mengatakan bahwa Mia sering keluar masuk rumah sakit karna kram dan pendarahan" ucap mama Gita.


Dilla sedikit tertegun dengan penjelasan sang mama


Apa terjadi hal buruk pada kakak ipar nya itu? Batin nya.


" Ja jadi kak Mia sering keluar masuk rumah sakit?" Tanya Dilla.


Mama Gita mengangguk


"Aku mendengarnya sendiri dari para pelayan yang selalu melihat Bryan membopong dalam keadaan tak sadarkan diri dan pendarahan"


Sesampai nya dirumah sakit, Mia langsung ditangani dokter.


1 jam kemudian, dokter keluar dari ruangan ugd itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Bryan cepat cepat.


"Keadaan nya sudah mulai stabil. Namun tadi sempat kehilangan detak jantung nya. Untung saja tadi anda cepat membawanya kesini. Seperti yang sudah saya katakan pada nyonya Mia, hal seperti ini sudah saya prediksi sebelum nya" ucap dokter itu yang membuat Bryan mengernyit.

__ADS_1


__ADS_2