Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Singa Betina


__ADS_3

"Hanya Sekecil itukah perjuanganmu?" Teriak mama Gita menghentikan langkah ayah Johan.


Ayah johan yang masih membelakangi mereka semua nampak melengkungkan bibir nya.


Ia membalikan badan nya menatap semua orang yang ada disana.


"Bukankah diammu berarti kau menolakku?" Jawab Johan.


Mama Gita terdiam mendengar jawaban ayah Johan.


"Diammu adalah jawaban atas lamaranku" ucap ayah Johan berjalan meninggalkan ruang keluarga itu.


Semuanya diam menatap kepergian ayah Johan.


"Mama tak ingin mengejarnya?" Tanya Dilla.


Mama Gita masih menatap nanar punggung ayah Johan.


"Kejarlah jika mama masih mencintainya" ucap Bryan.


Seketika mama Gita tersadar. Ia berlari ke arah ayah Johan yang hampir saja keluar dari pintu rumah itu.


Mama Gita langsung memeluk ayah Johan dari belakang yang membuat langkah ayah Johan terhenti.


Bibirnya tertarik ke atas


"Kena kau" batinnya bersorak riang.


"Kenapa kau memeluku?" Tanya ayah Johan berusaha biasa biasa saja.


"A aku mau" jawab mama Gita.


"Mau apa?" Tanya ayah Johan berbalik menatap mama Gita.


"Terima lamaran kamu"


Ayah Johan semakin berbinar


"Beneran?" Tanya ayah Johan memastikan.

__ADS_1


Mama Gita mengangguk


Seketika ayah Johan langsung memeluk mama Gita dan menciumi puncak kepala sang istri.


Mereka berdua larut dalam rasa haru.


Ehemm


Deheman Bryan menyadarkan dua manusia tak sadar usia itu.


"Belum sah, main peluk peluk aja" cibir Bryan menarik lengan sang mama agar menjauh dari ayah Johan.


"Kamu bisa nggak sih liat orang tua bahagia dikit" kesal mama Gita.


"Udah, jadi mau nikah kapan?" Tanya Bryan.


"Besok"


"Besok"


Teriak mama Gita dan ayah Johan bersama.


Ayah Johan dan mama Gita tampak berfikir sejenak.


"Lusa atau tidak sama sekali?" Tukas Bryan.


"Okelah, lusa" ayah Johan memutuskan.


Merekapun membahas acara pernikahan yang akan diadakan Lusa.


2 hari kemudian,


Hari ini adalah hari pernikahan mama Gita dan ayah Johan yang kedua kalinya. Nampak mama Gita mengenakan gamis putih dan ayah Johan mengenakan kemeja putih.


Keduanya duduk di ruang tengah rumah Bryan yang sudah di dekor sederhana.


Tak banyak orang yang menyaksikan pernikahan mereka. Hanya para sanak saudara saja yang diundang.


Dan hari itu juga, ayah Johan mengucapkan ijab Qobul dihadapan penghulu.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi, sah??" Tanya penghulu itu.


"Sahhh"


"Alhamdulillah"


Sang penghulu pun memimpin doa.


"Selamat ya mama, ayah" ucap Dilla memeluk sang mama.


"Makasih sayang" jawab mama Gita.


Kini giliran Bryan yang memeluk mama Gita dan ayah Johan.


"Ayah, siap siap buat nanti malem" bisik Bryan pada sang ayah.


Johan malah menanggapi nya dengan senyuman malu malu.


"Mama jangan lupa nanti malem. Kasian ayah udah puasa puluhan tahun" canda Bryan terkekeh.


Bughh


Mama Gita malah memukul lengan sang putra.


"Jadi anak kok ngga ada sopan sopan nya sama orangtua" kesal mama Gita.


"Iya iya ma, tuh yah, jinakin singa betinanya kalo sampe ngamok kan bahaya bisa runtuh rumahnya" canda Bryan yang langsung melarikan diri takut terkena omelan sang mama.


Acara itu ditutup dengan acara makan makan dirumah Bryan.


Para keluarga besar telah pulang kerumahnya masing masing.


Hari ini Aldy dan Dilla memutuskan untuk menginap dirumah Bryan.


Malam hari,


Setelah pesta yang melelahkan sing tadi, kini semua berkumpul dimeja makan untuk makan malam.


"Ayah pengen ngomong sama kalian semua" ucap ayah Johan serius yang membuat penghuni meja makan menatap ke arah nya.

__ADS_1


__ADS_2