
Bayi mungil itu langsung meminum dengan lahap hingga Mia sedikit meringis kesakitan karna anak nya menyedot terlalu kuat bahkan kadang menggigit.
"Sakit ya yang?" Tanya Bryan.
"Enggak mas, cuma kadang sakit nya kalau nyedotnya terlalu kuat"
Asi Mia tergolong sangat melimpah.
Bahkan sering kali tumpah tumpah jika anak nya tak meminum susu tepat pada waktunya. payyudaranya juga sering nyeri karna asi miliknya yang terlalu banyak.
Mia bahkan selalu memompa asinya bahkan menyetok nya di kulkas karna saking banyak nya produksi asi nya.
Mia memandangi wajah anak nya.
"Persis papa nya" gumam Mia mengusap pipi sang buah hati.
"Nanti kalau persis tetangga aku malah jadi bingung dong" celetuk Bryan.
"Kok bisa sih Zio persis kamu. Padahal aku yang ngandung 9 bulan. Tapi kok nggak kebagian sedikit aja"
"Itu nama nya rezeki yang, biar orang orang tau kalau Zio itu anak ku" ucap Bryan berbangga.
"Cih sombong" cibir Mia.
"Bukan sombong yang. Memang harus gitu. Biar semua orang tau kalau Zio itu calon pewaris perusahaan Hendrawan"
Baby Zio nampak melepaskan mulutnya dari sumber asi Mia pertanda telah kenyang.
"Nih mas, Zio gendong dulu, aku mau lanjutin dandan nya" ucap Mia.
__ADS_1
Dengan senang hati Bryan menggendong anak nya itu.
Beberapa saat kemudian Mia telah menyelesaikan dandanan nya.
"Udah rapi belum mas?" Tanya Mia.
"Udah" jawab Bryan sambil mengangguk.
"Bentar" ucap Bryan.
Ia menidurkan kembali anak nya di ranjang. Ia membuka laci nakas nya.
Ia mengeluarkan sebuah kotak dari beludru berwarna merah.
Bryan membuka kotak itu.
Nampak lah sebuah gelang dengan desain sangat mewah dan sebuah kalung dengan hiasan permata yang pastinya memiliki harga yang fantastis.
Bryan segera memasangkan kalung indah itu dileher putih milik istrinya.
"kalung ini sebagai tanda cinta ku padamu" ucap Bryan.
Selanjutnya, ia memasangkan gelang yang juga bertabur berlian di pergelangan tangan Mia.
"Dan ini adalah tanda terimakasihku karna kamu sudah berada disisi ku sekaligus memberiku seorang malaikat kecil setampan Zio" ucap Bryan.
__ADS_1
Ia mengecup dahi istri nya itu lama.
Mia menikmati ciuman yaang mendarat di dahinya itu dengan memejamkan mata nya.
Bryan melepaskan ciuman itu.
"Makasih untuk semua nya" ucap Bryan.
"Aku juga makasih untuk semua nya. Cintamu, kasih sayangmu yang kamu beri untuk ku" ucap Mia.
Mia langsung berhambur memeluk sang suami. Bryan menghujami Mia dengan kecupan kecupan di puncak kepala nya.
"Udah yuk kita ke bawah, udah banyak yang nunggu" ucap Bryan yang diangguki Mia.
Mia berjalan mendekati ranjang hendak mengambil Zio, namun Bryan menghentikan nya.
"Biar aku aja yang gendong Zio" ucap Bryan.
Mia mengangguk, membiarkan suami nya menggendong baby Zio.
Bryan menggendong baby Zio hanya menggunakan tangan kiri nya saja sedangkan tangan kanan nya dikaitkan dengan lengan Mia.
Bryan dan Mia keluar dari rumah utama. Acara diadakan di halaman rumah Bryan yang super luas itu.
Semua orang menatap pasangan suami istri yang sedang berjalan bersama itu.
Semua orang menatap kagum dengan aura kecantikan Mia yang memancar.
Apalagi Bryan yang ketampanan nya bertambah saat menggendong bayi sambil mengenakan kemeja batik nya.
__ADS_1
Setelah sampai di dekat Mic, Bryan menyerahkan baby Zio pada sang istri.
Ia segera mengangkat Mic nya.