
"Aaa lagi" titah Mia.
Zio malah menutup mulutnya rapat dengan telapak tangan.
"Papapa" gumam bayi itu.
"Zio mau disuapi papa?" Tanya Bryan.
"Papapa" bayi itu terus mengucapkan kata itu.
Bryan mengambil alih mangkuk yang masih ditangan istrinya.
"Anak ganteng papa aaa dulu" ucap Bryan.
Zio membuka mulutnya menerima suapan dari sang papa.
"Enak?" Tanya Bryan.
"nak" jawab bocah itu.
Bryan menciumi wajah tampan anak nya itu.
Muach
Muach
"Huaaaa" bocah itu malah menangis kencang kala sang papa menciumnya.
"Ehhh cup cup cup, anak mama ganteng nggak boleh nangis, nanti kalau nangis gantengnya ilang" ucap Mia menenangkan.
Seketika tangis Zio langsung terhenti.
"Sini gendong sama papa" Bryan mengulurkan tangan nya pada sang putra.
Dengan cepat Zio menerima uluran tangan sang papa.
Bryan mengangkat tangannya ke udara hingga Zio berada diatas.
"Yeayy Zio bisa terbang" celetuk Bryan.
__ADS_1
Seketika Zio malah tertawa lepas.
"Nah gitu dong, anak papa nggak bole nangis"
Setelah puas jalan jalan dan makan pun mereka kembali ke rumah.
Bryan menggendong anaknya masuk ke dalam mansion karna Zio tertidur dimobil.
Ia merebahkan Zio dikamar sang putra.
"Euhhh" Zio melengguh.
Dengan cepat, Bryan memberikan Zio boneka.
Karna putranya itu tak dapat tidur tanpa pelukan boneka.
Aneh memang anak lelaki tidur dengan boneka. Namun Bryan membiarkannya karna Zio masih kecil jadi wajar.
Ia menatap wajah damai putranya yang sedang tertidur.
"Eh iya kenapa?" Tanya Bryan.
"Nggak papa, pindah ke kamar yuk. Nanti Zio bangun" ucap Mia yang diangguki sang suami.
Bryan melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri sambil merangkul sang istri.
Beberapa bulan kemudian, tak dirasa umur Zio sudah satu tahun.
Bryan mengadakan pesta ulang tahun anaknya secara besar besaran.
Ia bahkan mengundang anak yatim dan semua kolega bisnis nya yang sudah memiliki putra.
Semua mengucapkan selamat pada bocah lelaki itu.
Zio tumbuh menjadi anak yang cerdas. Sering kali ia ikut ke kantor bersama sang papa hanya untuk duduk menemani sang papa bekerja.
__ADS_1
Hal itu tentunya membuat Bryan sedikit khawatir. Karna bocah seusia anaknya seharusnya bermain dengan teman sebaya nya bukan mengikutinya bekerja yang tentunya dihadapkan dengan tumpukan berkas berkas perusahaan.
2 bulan kemudian,
Hari ini tepat hari aniversary pernikahan Bryan yang ke2 tahun.
Ia berencana memberi kejutan pada sang istri.
Ia sudah menyiapkan makan malam romantis di sebuah restoran mewah.
" Sayang" Bryan memeluk dari belakang sang istri yang baru saja selesai mandi.
Bryan menghirup dalam dalam aroma tubuh istrinya itu.
"Aku ada kejutan buat kamu" bisiknya ditelinga sang istri yang membuat tubuh Mia meremang.
"Apa mas?"
"Rahasia dong, kalau aku omongin nanti nggak surprize lagi dong" jawab Bryan terkekeh.
Ia memberikan paperbag pada istrinya yang berisi pakaian.
Mia membuka paperbag itu.
Dan nampaklah gaun indah berwarna hitam.
"Pakailah malam ini" ucap Bryan.
Mia mengangguk, ia segera memakai pakaian itu.
Ia memoles sedikit wajahnya sedangkan Bryan tengah mandi.
Ia keluar kamar mandi dengan sebuah kemeja hitam berlengan panjang dengan celana panjang berwarna grey yang membuat kesan elegan.
Bryan memang tidak pernah mengenakan kemeja hitam untuk bekerja. Ia lebih memilih warna lain karna ia hanya mengenakan kemeja hitam saat ada acara penting seperti ini.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan kacamata yang bertenggar di belahan kancingnya membuat kesan cool.
Ia menggandeng tangan sang istri keluar dari kamarnya.