
"Lalu apa solusi nya dok?" Tanya Mia takut takut.
"Pilihan nya hanya ada dua nyonya. Jika anda melanjutkan kehamilan ini, maka resiko nya adalah kematian ibu. Sedangkan jika menghindari hal itu maka kehamilan anda hanya bisa sampai disini" ucap dokter itu.
"Maksud dokter saya harus menggugurkan anak ini?" Tanya Mia dengan mata berkaca kaca.
"Itu semua tergantung dari pilihan anda nyonya" jawab Dokter itu.
Dinda yang ada disamping Mia hanya mampu mengusap lengan nyonya nya.
"Tidak dok, saya akan meneruskan kehamilan ini sampai saya melahirkan" jawab Mia yakin.
"Anda yakin nyonya?" Tanya dokter itu sekali lagi.
Mia mengangguk
"Saya yakin dok" jawab Mia.
Dokter pun keluar dari ruangan Mia.
"Nyonya, apa anda yakin dengan keputusan anda?" Tanya Dinda.
"Aku yakin Din. Karna anak ini lah aku dan mas Bryan masih bertahan sampai sekarang" ucap Mia.
Dinda pun mengangguk mengerti.
Tak habis pikir, nyonya di hadapan nya sedang dalam perjalanan menuju maut nya.
Mia mengirim pesan pada suami nya.
"Mas, kata dokter aku udah boleh pulang sore ini juga. Kamu mau jemput aku atau aku pulang sama Dinda?" Tulis Mia dalam pesan itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ada notifikasi balasan dari suami nya.
"Mas Bryan : nanti pulang kantor aku jemput, paling sebentar lagi aku pulang"
Tulis Bryan di pesan itu
Mia pun menyuruh Dinda untuk pulang duluan.
"Nyonya yakin sendirian disini?" Tanya Dinda.
Mia mengangguk
"Kamu balik ke mansion aja. Lagian disana juga banyak kerjaan kamu kan? Nanti dimarahin sama mama"
Dinda pun setuju untuk pulang.
Sore hari,
Bryan menjemput Mia pulang.
"Kamu mau apa?"
"Aku pengen makan capcay mas" pinta Mia dengan wajah meyakinkan.
"Hah? Kamu yakin? Kalo muntah lagi gimana?" Tanya Bryan.
"Ya udah kalo nggak mau beliin" Mia merajuk.
"Iya iya aku beliin" Bryan pasrah.
Mobil pun melaju menuju warung makan langganan Mia.
__ADS_1
"Yakin mau makan diwarung lagi?" Tanya Bryan ragu.
"Yakin lah, emang kenapa mas?"
"Nggak papa" jawab Bryan cepat.
Jikapun dia melarang istri nya pasti Mia akan marah marah kepada nya.
Mia segera memesan capcay.
Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan Mia telah datang.
"Ini siapa neng? Pacarnya ya neng?" Tanya si penjual yang sudah akrab dengan Mia.
"Ini suami saya mang"
"Wahhh ganteng banget neng suami nya. Tapi kok muka nya kayak ngga asing ya?" Ucap penjual itu.
Penjual itu nampak berpikir sejenak
"Oh ini mas nya yang sering muncul di tv sama dikoran itu ya?? Bentar mamang inget inget dulu.. oh ya, mas nya namanya Bryan kan? CEO hendrawan grup?"
"Iyha pak" jawab Bryan ramah.
"Wahh warung saya kedatangan CEO" penjual itu berbinar.
Penjual itu nampak mengobrol sedikit dengan Bryan lalu meninggalkan Mia dan Bryan karna akan melayani pembeli yang lain.
"Mas, suapin aku dong" pinta Mia manja.
"Kamu ngga malu makan disuapin di keramai an gini?" Tanya Bryan.
__ADS_1
"Enggak lah, masak disuapi suami sendiri malu, ohh jangan jangan kamu malu ya nyuapin aku?" Mia mulai ke mode galak kembali.
"E eh, siapa bilang. Iya iya aku suapin" ucap Bryan lalu menyuapi Mia.