Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Arti Sebuah Pelukan


__ADS_3

Mia tidak memberontak, ia malah menikmati pelukan itu.


Pelukan yang tak bisa ia rasakan setiap hari.


Pelukan yang selalu membuat nya tenang.


Tiba tiba Mia teringat sesuatu


"Masss ini udah siang, kamu nggak kerja?" Tanya Mia.


"Jam berapa emang?"


"Udah jam enam"


"Baru jam enam, santai aja"


"Tapi mas, kamu belum mandi, terus nanti sarapan. Nanti kamu telat" omel Mia.


"Telat juga nggak papa, lagian aku kan bos nya" Bryan sombong.


"Iya iya terserah kamu" Mia pasrah.


Bryan tambah mengeratkan pelukan itu


"Mass, jangan kenceng kenceng, perutku keteken" protes Mia lagi.


Bryan agak melonggarkan pelukan nya.


10 menit kemudian Bryan melepaskan pelukan itu.


Ia melihat istrinya kembali tertidur pulas.


Senyum tipis terbit di bibir Bryan.


"Apakah tiga bulan kedepan juga akan tetap seperti ini?" Batin Bryan.


Ia mengusap perut istrinya.


Mia yang merasakan ada usapan di perut nya pun terbangun.


"Lanjutkan tidurmu" ucap Bryan.


Mia menggeleng

__ADS_1


"Pagi pagi gini nggak boleh tidur mas, kamu sih bikin aku ketiduran" ucap Mia.


Bryan pun terkekeh,


Ia segera membersihkan dirinya.


Setelah selesai, ia memakai pakaian yang telah disiapkan oleh sang istri.


Bryan menyodorkan Dasi nya ke Mia.


"Kenapa mas?" Tanya Mia bingung karna di beri dasi.


"Pakaikan " pinta Bryan.


Tanpa membantah, Mia segera memakaikan dasi itu.


Ia sampai berjinjit jinjit untuk memasangkan dasi itu.


"Mas, kamu duduk aja di sofa. Aku pegel mas kalo harus jinjit jinjit" kesal Mia.


Bryan terkekeh


"Kamu sih kependekan"


Bryan pun segera duduk di sofa dan Mia segera memasang dasi sang suami.



Bryan menatap lekat wajah Mia yang masih fokus dengan pekerjaan nya yaitu memasang dasi.


"Cantik" batin Bryan.


"Sudah mas" ucap Mia setelah menyelesaikan perintah sang suami.


Bryan mengangguk


"Terimakasih, setelah ini pekerjaan mu aku tambah yaitu memasang dasiku setiap hari" titah Bryan.


Mia pun mengangguk setuju.


Setelah suami nya berangkat, Mia kembali ke dalam kamar nya.


Ia menata baju baju di walk in closet. Ia memilah baju baju nya yang sudah tak bisa digunakan lagi.

__ADS_1


Ia juga menata barang barang yang berantakan dan tidak di tempatkan di tempat yang semestinya.


Ia enggan menyuruh maid karna ini adalah kegiatan nya. Ia bosan jika hanya tiduran dan menonton tv.


Lagi pula kamar merupakan sebuah privasi. Tidak semua orang boleh memasuki nya.


Mia hanya memperbolehkan dokter dan Dinda saja yang masuk.


Selain itu ia melarang nya (kecuali keluarga yhups guyss)


Jam menunjukan pukul 09.30


Mia segera mengganti baju nya untuk bersiap menuju rumah sakit.


Setelah siap, ia segera datang ke kamar sang mertua dan mengetuk pintu nya.


Tok


Tok


Tok


"Maa," panggil Mia.


Ceklekk


Pintu kamar pun terbuka


"Kenapa?" Tanya mama Gita cuek.


"Katanya mau nemenin Mia ke rumah sakit ma?" Tanya nya.


"Aku sibuk, mau arisan sama temen temen" jawab nya ketus.


"Tapi ma, kita kan kemarin udah sepakat" protes Mia.


Mama Gita tak memperdulikan menantunya. Ia segera menutup kembali pintu kamar nya.


Akhir nya, Mia memutuskan untuk berangkat sendiri.


Karna tak mungkin ia membatalkan jadwal check up nya.


Mia segera menaiki mobil yang sudah di siap kan oleh sopir.

__ADS_1


__ADS_2