
"Sudahlah sayang jangan dengarkan wanita gila itu" Lisa berbicara.
"Aku hamil!!! Puas kau!!!" Teriak Mia.
Bryan membeku mendengar pernyataan Mia.
Ia bingung harus berekspresi apa.
'Istri yang dibencinya hamil anak nya?' batin nya meronta.
"Lisa keluarlah dulu" titah Bryan pada Lisa.
"Tapi yang.."
"Keluar!!" Bentak Bryan.
Mau tidak mau Lisa keluar dari ruangan Bryan.
"Anak siapa itu?" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Bryan setelah Lisa keluar.
Mia tersenyum getir mendengar pertanyaan Bryan.
'semurah itukah dirinya?'
"Menurutmu? Apa kau pernah melihatku tidur dengan laki laki lain?" Mia menaikan sebelah alis nya.
"Tapi bagaimana bisa hamil?"
"Tuan Bryan!! Kau itu bodoh atau pura pura bego! Kau menanam saham dan kini kau akan memanen nya" kesal Mia.
Bryan masih diam mencerna ucapan Mia.
Mia tersenyum getir
__ADS_1
"Kau tak perlu mengakui nya. Aku juga tak butuh pengakuan dari mu" ucap Mia lalu berjalan keluar dari ruangan Bryan.
Ia masih bersikap santai melewati Lisa.
Ia segera berjalan menuju kamar mandi, ia segera masuk dan mengunci nya.
Ia menangis sejadi jadi nya di dalam sana.
Ia memukul mukul dada nya yang terasa sesak.
"Kenapa dia begitu jahat? Apa salahku? Kenapa dia tak mau mengakui anak ini? Kenapa dia tak meyakini bahwa ini anak nya? Apa dia berpikir aku wanita murahan yang menjajakan tubuhku diluaran sana" Mia menangis sejadi jadi nya.
Setelah menyelesaikan tangisnya, Mia segera membasuh wajah nya dan kembali ke ruangan nya dengan sikap yang santai santai saja seakan tidak terjadi apa apa.
Belum sempat ia duduk, Mia dipanggil oleh asisten Bryan.
"Maaf nyonya Mia, tuan Bryan memanggil anda untuk segera keruangan nya" ucap asisten laki laki itu bernama Rafa.
Mia mengangguk,
"Eitss tunggu bentar" Lisa berkata.
"Kenapa?" Mia menaikan satu alis nya.
"Perempuan kayak elo paling jual tubuh lo ke orang luaran sana" sinis Lisa.
"Pelakor sok gaya, kamu iri kan karna aku sudah mengandung anak Bryan?" Cibir Mia.
"Apa katamu?!!" Belum sempat Lisa menjambak rambut Mia, tiba tiba Bryan muncul keluar dari ruangan nya.
"Cepatlah masuk" titah Bryan pada Mia.
Mia mengangguk
__ADS_1
Ia sengaja mengusap usap perut ratanya memamerkan nya pada Lisa.
Ia menjulurkan lidahnya sebelum ia masuk ke ruangan Bryan.
"Banggsatttt" umpat Lisa atas ejekan Mia terhadap nya.
...
"Kenapa kau memanggilku kemari?" Tanya Mia.
"Ehemm, aku ingin membahas anak itu" jawab Bryan.
"Apa tidak ada waktu saat dirumah? Disini kantor, hal sepenting ini sebaik nya dibicarakan di rumah"
Ucap Mia lalu berbalik akan melangkahkan kaki nya keluar.
Tiba tiba Mia merasakan kepala nya pusing.
Ia memegangi kepala nya yang terasa berputar.
Bryan yang melihat itu pun mendekat ke arah Mia.
"Kau ken....." Belum sempat Bryan menyelesaikan bicara nya, Mia terburu pingsan.
Untung saja dengan sigap Bryan menangkap tubuh Mia.
Ia langsung membopong tubuh Mia.
Ia segera membawa keluar ruangan untuk dibawa kerumah sakit.
Asisten Bryan dengan sigap mengikuti langkah Bryan.
Para karyawan heboh melihat seorang karyawan baru di bopong oleh sang presedir.
__ADS_1
Padahal Bryan adalah tipe orang yang cuek dan tidak peduli dengan sekitaran nya.