Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Tidak Salah Pilih


__ADS_3

Saat masuk ke mobil, Mia sempat meringis kesakitan kala merasakan perut nya kembali kram.


"Shhh"


"Anda kenapa nyonya?" Tanya Dira panik.


"Aku tidak apa apa, hanya sedikit kram. Mungkin karna efek kaget tadi" ucap Mia berusaha tenang.


Tangan Dira bergerak akan menelpon Bryan, namun segera dicegah oleh Mia.


"Jangan katakan apapun pada Bryan. Kumohon" pinta Mia.


"Tapi nyonya..."


"Kumohon" tukas Mia.


Dira pun mau tidak mau mengangguk menuruti perintah sang nyonya.


Mobil pun melaju kembali menuju perusahaan Bryan.


Sesampainya di lobi kantor, Dira bertanya.


"Ini mau ditaroh dimana nyonya?"


"Bagi bagi kan dengan karyawan disini" ucap Mia yang membuat Dira melongo.


Ia pikir nyonya nya adalah sosok yang angkuh dan sombong. Apalagi Mia adalah istri sah Bryan Hendrawan. Ditambah lagi Dira melihat betapa tegas nya Mia terhadap Lisa.


Tanpa protes, Dira segera membagikan snack itu pada karyawan kantor Bryan.


"Terimakasih nyonya" ucap karyawan Bryan serentak.


Bryan mengernyit dari ruangan nya kala melihat tayangan cctv dimana para karyawan nya sedang berkerumun.


Ia juga melihat dengan jelas, Dira sedang membagi bagikan snack yang ada di dalam kantong plastik besar itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,


Ceklekk


Mia membuka pintu ruangan Bryan.


Bryan kaget karna baju yang dikenakan Mia sudah berubah.


Kini Mia memakai dress berwarna coklat karna dres yang dipakai nya tadi terkena tumpahan eskrim.



"Kenapa baju mu berubah?" Tanya Bryan.


"Tadi nggak sengaja kena tumpahan eskrim mas" jawab Mia santai.


"Kemarilah" Bryan menepuk nepuk paha nya.


Mia menurut, ia mendekat ke arah suami nya lalu duduk di pangkuan Bryan.


Cupp


Bryan mengecup singkat bibir sang istri.


"Kamu tadi belanja snack sampe tiga juta emang yang kemau beli apa?" Tanya Bryan lembut sambil mengusap rambut istri nya.


Ia hanya berniat tanya saja. Bagi Bryan uang tiga juta bukanlah hal besar untuk nya.


"Kamu marah mas aku guna in uang kamu segitu?" Tanya Mia.


Bryan menggeleng


"Aku tidak marah sama sekali. Hanya saja aku bingung snack seperti apa yang harga nya sampai tiga juta"


"A aku tadi bagi bagi in ke karyawan kamu mas" ucap Mia menunduk.

__ADS_1


Bryan tersenyum, berarti benar dugaan nya. Mia tak se buruk yang orang katakan.


Bryan mengangkat wajah Mia agar menatap nya.


Cupp


Satu kecupan mendarat lagi di bibir manis Mia.


"Aku emang gak salah pilih istri" ucap Bryan.


"Kamu nggak marah mas?" Tqnya Mia dengan mata berbinar.


Bryan menggelengkan kepala nya.


Mata Mia tambah berbinar bahagia.


Ia memeluk tubuh bidang suami nya itu.


Bryan baru sadar kalau pipi istri nya sedikit membengkak.


"Ini kenapa kok bengkak gini? Merah lagi?" Tanya Bryan.


"Nggak papa mas, cuma tadi gatel aja" ucap Mia yang pasti nya berbohong.


Bryan mengetahui istri nya itu sedang menutupi sesuatu.


Ia memencet tombol yang membuat Dira segera masuk ke ruangan Bryan.


"Jelaskan kenapa pipi istri saya bisa bengkak kaya gini?" Tanya Bryan dengan aura dingin nya.


Mia menatap Dira dengan tatapan mengiba berharap wanita itu tidak mengatakan yang sebenarnya pada Bryan.


"Nyo nyonya Mia tadi bertemu dengan nyonya Lisa. Nyonya Lisa tiba tiba datang menggebrak meja nyonya Mia. Lalu mereka saling adu mulut hingga nyonya Lisa menampar nyonya Mia. Lalu nyonya Mia membalas nyonya Lisa dengan tamparan dan juga jambakan. Saat akan pulang, nyonya Lisa dengan sengaja menjegal nyonya Mia, untung saja nyonya Mia tidak jatuh. Dan tadi saat pulang, nyonya Mia sempat meringis kesakitan kata nya perut nya sedikit kram" jelas Dira tanpa ada yang di tutupi.


kalau komemnya tembus 100 hari ini author bakal up lagi

__ADS_1


__ADS_2