
Mia mengernyit, pasalnya foto usg selalu Mia lah yang menyimpannya. Tapi kenapa suaminya memilikinya juga? Ah dia lupa siapa suaminya, Bryan hendrawan yang bisa dengan mudahnya mendapat hal sekecil itu.
Mia tersenyum saat melihat tinta yang tertulis di kertas itu.
Mia begitu hafal dengan tulisan itu, ya itu adalah tulisan tangan suaminya sendiri.
"Hari ini aku mendapat kabar bahwa aku akan menjadi ayah" tulis Bryan sekaligus tanggalnya dibawah sebuah foto usg yang terlihat bulatan kecil.
Mia membuka beberapa lembar lagi yang berisi foto usg nya kemarin.
"Hari ini aku tau bahwa anakku laki laki. Oh boy, papa menantikan mu" tulis Bryan pagi.
Mia tersenyum dengan goresan goresan tinta dari suaminya itu.
Ia membuka lembar selanjutnya, ternyata berisi foto liburan Bryan dan Mia di bali.
Mia tersenyum saat juga melihat beberapa foto dirinya yang diambil secara diam diam.
Senyum Mia tambah merekah kala ada juga banyak foto berisi dirinya saat diinfus baik dirumah maupun dirumah sakit yang berjumlah puluhan foto.
"Ini pertama kalinya aku melihatnya diinfus, saat aku tau bahwa dia hamil" tulis Bryan pada foto dimana Mia sedang di infus dirumah sakit.
Mia ingat betul hari itu adalah hari disaat dia memberi tau Bryan bahwa dia sedang hamil.
"Ternyata dia selalu memperhatikanku" gumam Mia.
Ceklek
Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka.
"Kamu ngapain disitu?" Tanya Bryan.
Mia berjalan mendekati sang suami sambil membawa Album itu.
"Kau mendapatkan itu dari mana?" Tanya Bryan.
"Aku mendapatkannya dari laci mejamu mas" ucap Mia.
__ADS_1
Bryan menghembuskan napasnya
"Ternyata kau selama ini selalu memperhatikanku" goda Mia.
"Bu bukan gitu" ah Bryan malah gugup sendiri.
"Benarkah?" Tanya Mia lagi.
"Memangnya kenapa kalau aku memperhatikanmu? Toh kau juga sedang mengandung anakku"
Mia tersenyum lembut, tangannya meraba dada bidang sang suami.
"Kamu mau ngapain Mia?"
"Melanjutkan yang tadi pagi" jawab Mia enteng.
"Tap..."
Cup
"Bukankah kau tadi bilang kalau aku 'ingin untuk datang ke kantormu?" Telak Mia.
Mia menarik tangan sang suami membawanya masuk kedalam kamar pribadi di ruangan itu.
Merekapun melakukannya,
Wkwk
Beberapa jam kemudian, mereka telah menyelesaikan urusannya.
Bryan dan Mia segera membersihkan dirinya bersama.
"Mas aku laper" rengek Bumil itu.
"Iya iya, kamu mau makan apa?"
"Aku pengen makan steak daging sapi minumnya jus alpukat" pinta Mia.
__ADS_1
"Iya aku pesenin"
Bryan menyuruh Mia untuk duduk disofa saja sedangkan Bryan kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertinggal.
Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan Bryan telah datang.
"Mau ku suapi?" Tawar Bryan.
Mia mengangguk
Bryan pun menyuapi istrinya dengan sabar.
"Eh mas, ini jam berapa?" Tanya Mia.
Brian melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Jam setengah dua"
"Hah? Kita kan mau kondangan mas"
"Eh iya aku lupa"
Mia pun memberikan paperbag berisi pakaian pada sang suami.
Bryan mengambil paperbag itu dan mengganti pakaiannya begitupun dengan Mia.
Nampak Mia mengenakan dress hitam sedangkan Bryan menggunakan kemeja hitam juga.
Mereka terlihat pasangan yang sangat serasi.
Bryan menggandeng tangan Mia menuju mobil.
"Mas, nanti kamu ikut masuk?" Tanya Mia.
"Iyalah, masak aku nunggu diluar"
__ADS_1
"Eummm nanti kalau ada yang nanya ke aku kamu siapaku aku jawab apa?"