
Sebelum keluar, Bryan mengeluarkan payung agar istri nya tidak terkena tetesan air gerimis.
Bryan dan Mia segera mencari tempat duduk dan memesan makanan.
"Besok pagi kita kembali ke jakarta" ucap Bryan tiba tiba.
"Loh kok cepet banget sih mas, kita kan belum liburan" Mia mencebikan bibir nya kesal dengan keputusan sang suami.
"Mia, kamu inget kan kalau kamu lagi hamil besar. Tambah lagi tadi perut kamu kram" Bryan mengingatkan.
"Itu kan aku kram karna syok mas"
"Ayolah mas, tambah beberapa hari lagi. Hitung hitung babymoon, kita kan kemarin juga nggak honeymoon" Mia memohon.
"Baiklah, hanya 2 hari aja ya?" Tawar Bryan.
Mia mengangguk setuju
"Besok kita ke pantai ya mas?" Pinta Mia.
Bryan mengangguk
Setelah selesai makan malam, Bryan melajukan mobil nya kembali ke Villa.
"Mas berhenti" pinta Mia yang membuat Bryan menghentikan mobil nya mendadak karna kaget.
Untung saja tidak ada kenadaraan dibelakang.
"Ih mas kamu kok mendadak banget. Untung tadi perutku nggak nabrak dashboard mobil" kesal Mia.
__ADS_1
"Lah kan kamu yang tiba tiba teriak suruh berhenti. Aku kan kaget" kilah Bryan.
"Mas, aku pengen martabak" pinta Mia.
"Hah? Martabak?" Tanya Bryan kaget.
Mia mengangguk
"Dimana?"
"Tadi kelewat mas, mundurin mobil nya dikit" ucap Mia yang diangguki Bryan.
Mobil pun terparkir sempurna di sebuah warung yang menjual martabak.
"Tapi ini gerimis Mia" Bryan mengingatkan istri nya.
"Ya elah mas, jalan nya cuma dikit, kesitu doang" protes Mia.
Mia segera memesan martabak sesuai keinginan nya.
Mia memesan untuk dimakan langsung di tempat itu.
Bryan merasa aneh saat ia duduk di sebuah kursi panjang dari kayu. Sungguh warung yang di kunjungi nya lebih sederhana dibanding warung bakso langganan Mia.
Bryan semakin tidak nyaman dengan tatapan para pengunjung lain yang menatap nya dan istri nya dengan tatapan aneh.
"Cepet pulang yuk, pada ngeliatin kita semua" bisik Bryan pada sang istri.
Mia menengok ke kanan dan kekiri.
__ADS_1
Dan benar saja semua mata mencuri curi pandang kepada nya dan suami nya. Terutama para gadis yang menatap Bryan dengan tatapan kagum nya.
Mereka tau siapa suami nya, Bryan Hendrawan pemilik Hendrawan grup.
Mia menyeringai licik.
Cupp
Dengan sengaja Mia mengecup bibir Bryan.
Bryan malah membelalakan mata nya melihat tingkah sang istri.
Apa malu nya sudah hilang karna hamil? Batin nya.
"Mas, kayak nya anak kita mau kamu usap deh" ucap Mia dengan manja.
"Apa apaan dia?" Batin Bryan berteriak.
Para gadis disana menatap horor Bryan dan Mia.
Apalagi belum ada yang mengetahui perihal pernikahan Bryan,. Lalu bagaimana bisa perempuan disamping Bryan menyebut "anak kita?"
Bryan yang tidak mau terjadi hal yang semakin membuat nya gila pun akhirnya menggandeng tangan Mia agar mengikuti nya keluar dari warung itu.
Ia memberikan 3 lembar uang merah untuk membayar martabak yang Mia makan.
Penjual itu sempat mematung karna diberi uang sebanyak itu.
Beberapa detik kemudian, penjual martabak itu sadar dan baru akan memanggil Bryan tapi Bryan sudah terlanjur masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
"Ih mas, kamu kok tarik tarik aku sih tadi mas, makanan ku kan belom habis" kesal Mia.
"Besok beli lagi" jawab Bryan enteng.