
Sebuah ayunan, dan berbagai macam barang barang lain yang pastinya berharga fantastis.
Malam hari, Bryan dan Mia sedang berbaring bersama di kamar nya.
Bryan terus saja mengusap perut istri nya. Ia begitu tidak sabar menanti kelahiran sang putra.
"Kamu udah nyiapin nama buat anak kita belum mas?" Tanya Mia.
"Eumm" Bryan nampak berpikir.
"Sudah"
"Siapa?"
"Bukankah mitosnya kalau belum lahir tidak boleh di katakan teroebih dahulu?" Tanya Bryan.
"Ih, kalo sama aku aja kan nggak papa" kesal Mia.
Bryan pun membisikan sebuah nama di telinga sang istri
Kenapa harus berbisik? Padahal kan hanya ada mereka berdua dalam ruangan itu. Wkwk
"Gimana? Bagus nggak?" Tanya Bryan.
"Bagus mas, aku suka"
"Oh ya, kalau mulai sekarang aku ganti nama panggilan boleh nggak?" Tanya Bryan.
"Soalnya aneh kalo aku manggilnya "Mi" "Mia"" lanjut nya.
"Emang mau diganti apa?" Tanya Mia.
"Sayang, gimana?" Tawar Bryan.
Pipi Mia seketika merona
"Itukan panggilan buat yang saling cinta" protes Mia.
__ADS_1
"Emang nya kenapa? Kan emang aku cinta kamu" ucap Bryan tiba tiba.
"Hah? Kamu bilang apa tadi mas?" Mia kaget.
"Aku Bryan hendrawan sangat mencintai kamu, Mia asyalia" ucap Bryan mengulang ucapan nya.
Pipi Mia tambah dibuat merona saja
"A aku juga cinta sama kamu mas" jawab Mia malu malu.
Bryan pun langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"Kau sudah tau kan betapa aku mencintai mu, jadi jangan pernah berfikir untuk berpisah. Meskipun mama menolak kita, aku akan tetap mempertahankan ini semua. Demi aku, kamu dan anak kita" ucap Bryan tulus.
"Iya mas"
Beberapa minggu kemudian, usia kandungan Mia sudah memasuki minggu ke 35.
Beberapa minggu lagi, Mia akan menghadapi persalinan nya.
Nampak Mia sedang duduk di taman belakang sambil melihat lihat hewan peliharaan sang suami.
Mulai dari burung berharga puluhan juta sampai beberapa ekor kelinci pun ada.
Mia sempat kaget saat melihat ada rusa di sebuah tanah lapang yang besar namun ditutup oleh pagar.
"Wah mas Bryan juga pelihara rusa?" Batin Mia kagum.
Rumah suami nya itu memang memiliki segala nya.
Kolam renang, fasilitas mewah bahkan kebun binatang kecil pun ada disini.
Setelah lelah berjalan, Mia kembali ke kamar nya.
Baru ,Mia akan duduk di sofa, namun terhenti saat mendengar handphone nya berdering.
Drtt
__ADS_1
Drtt
"Mas Bryan?" Dahi Mia mengkerut saat melihat nama kontak pemanggil.
'My hubby is calling'
"Hallo mas" Mia mengangkat telepon itu.
"Halo yang, kamu bisa enggak ke kantor sekarang juga?" Tanya Bryan.
"Emang nya ada apa mas?"
"Ga papa, cuma kangen sama kamu aja" gombal Bryan.
"Ih mas, aku serius"
"Iya iya, nanti malam kita diundang ke ulang tahun nya Dilla, jadi kita nanti beli baju nya dulu" ucap Bryan.
"Iya mas, ya udah aku siap siap dulu" ucap Mia.
"Iya, hati hati dijalan" ucap Bryan.
Tutt
Panggilan diakhiri
Mia pun bersiap menuju kantor sang suami.
Nampak Mia mengenakan dress berwarna biru selutut berlengan panjang.
Tak lupa sebuah tas berwarna putih bertengger dipundak nya.
Ia segera menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh pak sopir di rumah itu.
Sopir itu mengendarai mobil nya menuju kantor Bryan.
__ADS_1