
"Wah, padahal anak saya paling susah berinteraksi dengan orang asing. Seperti nya anda memang sudah cocok menjadi seorang ayah" ucap tuan Gery.
Bryan hanya menanggapi nya dengan senyuman.
"Apakah suami ku akan bersikap se sayang itu pada anak kami nanti?" Batin Mia melihat Bryan menggendong bocah itu.
"Hei, siapa nama pangeran tampan ini?" Tanya Bryan pada bocah itu.
"Valo uncle"
(Varo)
"Wahh nama yang bagus," puji Bryan.
"Wajah putra anda persis seperti anda tuan Gery" ucap Bryan.
"Iya, bahkan istri saya sempat kesal karna wajah anak saya persis dengan saya" jawab Gery terkekeh.
Bryan juga ikut tertawa.
Beberapa saat kemudian makanan telah datang.
"Varo mau duduk bersama uncle?" Tanya Bryan pada bocah itu.
Bocah itu menggeleng
"Au uduk ama onti"
(Mau duduk sama aunty) tunjuk bocah itu pada Mia.
Bryan menatap Mia meminta persetujuan, Mia pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Bryan menurunkan bocah itu di sebuah kursi tepat di samping Mia.
"Varo mau tante suapi es krim?" Tanya Mia kala melihat es krim di meja itu.
"Au onti"
(Mau aunty)
Mia tersenyum lembut, ia mengambil es krim dan menyuapi bocah itu.
Bryan menatap Mia yang begitu telaten menyuapi anak kolega nya.
"Apa aku bisa melihat seperti ini lagi dengan anak ku kelak?" Batin Bryan.
Setelah selesai makan malam, Bryan memutuskan untuk kembali ke Villa.
"Kita besok mau kemana aja mas?" Tanya Mia saat sudah berbaring di kamar.
"Pagi nya aku pengen jalan jalan ke taman, terus sore nya aku pengen liat sunset"
"Ya udah, besok sekalian beli oleh oleh, soal nya lusa kita harus pulang" ucap Bryan yang diangguki Mia.
Pagi hari
Sesuai keinginan nya, Mia berjalan jalan pagi di taman di temani oleh Bryan.
Tampak Mia mengenakan dress biru muda sedangkan Bryan menggunakan kaos abu abu polos dan sebuah celana pendek berwarna abu abu juga.
Ketika matahari sudah agak terik, Mereka kembali ke Villa.
__ADS_1
Tepat pukul 3 sore, Mia dan Bryan menuju ke pusat oleh oleh.
Mia membelikan banyak makanan, barang dan juga pernak pernik untuk dibagi bagi kan kepada para pelayan rumah Bryan.
Setelah puas berbelanja, Mia dan Bryan berjalan menelusiri bibir pantai sambil menunggu sunset.
Mia dan Bryan juga berfoto ria berdua disana. Dengan asisten Rafa yang menjadi korban sebagai fotografer dadakan nya. Wkwk
Banyak pose yang mereka ambil, mulai dari Bryan menggendong Mia ala Brydalstyle, Bryan mencium bibir Mia sampai mereka berpose seakan berfoto maternity.
Asisten Rafa hanya menggerutu di dalam hati nya saja.
Setelah hari mulai gelap, mereka kembali ke Villa.
Mia segera mempacking barang barang yanga akan di bawa pulang besok.
"Shh" Mia meringis kesakitan saat merasakan perut nya kram kembali.
Ia kembali melihat bercak darah di area paha nya.
"Mas Bryan!!! Mas!! Kesini cepett!! Mas Bryan!!" Teriak Mia memanggil sang suami.
Untung saja pintu kamar tidak tertutup, jadi Bryan yang sedang di ruang tengah bisa mendengar teriakan istri nya.
Ia berlari cepat ke dalam kamar.
"Kenapa ada apa?" Tanya nya panik.
"Mas, perut ku sakit mas" keluh Mia.
"Aku pendarahan lagi mas, bawa aku kerumah sakit" pinta Mia.
__ADS_1