Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
'Dia Rindu Denganmu


__ADS_3

"Mas, kok ada yang nusuk nusuk dibawah?" Tanya nya polos.


Mia menundukan pandangan nya, ia langsung membelalakan mata nya ketika sadar apa yang sedang di duduki nya.


"Sepertinya dia sedang rindu dengan mu" ucap Bryan.


Pipi Mia semakin memerah karna tau arah pembicaraan sang suami.


Bryan langsung membopong Mia dan membawa nya masuk ke dalam kamar pribadi nya.


"Kamu mau ngapain mas?" Tanya Mia saat sudah sampai di kamar.


"Memakan mu" ucap Bryan.


Ia segera menindih sang istri dan mencium bibir Mia dengan ganas.


Mia pun juga membalas tak kalah ganas.


Bryan segera melucuti pakaian istrinya lalu pakaian nya sendiri.


Mereka pun melakukan olah raga disiang bolong.


Skip


Skip


Setelah selesai melakukan 'nya mereka tertidur di kamar itu.


"Mas" panggil Mia yang sufah mengerjapkan mata nya bangun.


"Hmm"


"Bangunn, kamu nggak kerja?"


"Jam berapa sih?" Tanya Bryan dengan mata tertutup.

__ADS_1


"Udah jam setengah dua"


Bryan mulai mengerjapkan mata nya bangun.


"Sini peluk" Bryan menarik tubuh polos sang istri ke dalam pelukan nya.


"Cepet mandi mas" ucap Mia.


Bryan dan Mia, keduanya segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan segera memakai pakaian nya.


Setelah selesai, Mia melanglahkan kaki nya duduk di sofa panjang di ruangan itu di ikuti oleh Bryan.


"Mas, aku laper" rengek nya.


"Mau makan apa?"


"Aku pengen nasi padang" pinta Mia.


Bryan mengangguk dan akan beranjak dari duduk nya.


"Mas, suruh asisten Rafa aja yang beli. Aku mau ngomong sama kamu" pinta Mia lagi.


Bryan mengangguk


Ia mengetikan pesan pada sang asisten.


"Mau ngomong apa?" Tanya Bryan saat sudah duduk disamping Mia.


Mia membuka tas nya dan mengambil hasil usg nya tadi.


Ia menyerahkan foto usg itu kepada Bryan.


"Ini anak kita mas" ucap Mia.


"Benarkah?"

__ADS_1


Mia mengangguk, ia menarik telapak tangan sang suami dan meletakan di perut nya.


"Anak kita laki laki mas" ucap nya.


Bryan langsung tersenyum sumringah saat mendengar bahwa anak nya laki laki.


Ia mengusap usap perut sang istri


"Hay boy, ini papa" sapa nya pada sang anak.


Dan benar saja, Bryan mendapatkan tendangan dari sang anak.


"Berapa usia nya?" Tanya Bryan.


"23 minggu mas" jawab Mia.


"Berarti bentar lagi kita ngadain acara tujuh bulanan dong?" Tanya Bryan.


"Kalau itu terserah kamu mas, aku ngikut aja. Lagian juga masih 1 bulan lagi" jawab Mia.


"Ya udah, bulan depan kita ngadain acara tujuh bulanan yang mewah sekalian biar semua orang tau kalau aku mau punya anak" ucap Bryan sumringah.


"Tapi mas, kalau kamu ngadain secara besar besaran otomatis mereka tau kalau aku istri mu" jawab Mia.


"Memang nya kenapa?" Tanya Bryan bingung.


Bukankah seharusnya bangga menjadi istri seorang Bryan Hendarawan? Pikir Bryan.


"Bukankah kau akan menikah dengan Lisa?" Tanya nya.


Bryan nampak terdiam, ia memikirkan perkataan Mia barusan.


"Tidak apa apa, yang penting semua orang tau kalau aku akan memiliki anak" jawab Bryan enteng.


"Aku tidak mau mas, kau hanya boleh mengundang kolega bisnis mu saja. Aku belum siap jika semua orang tau aku adalah istri mu. Lagi pula kita akan segera berpisah, aki tidak mau salah satu diantara kita akan mendapat cibiran masyarakat banyak" jawab Mia.

__ADS_1


__ADS_2