Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Bisa launching nggak?


__ADS_3

"Terus gimana pa?" Tanyanya lagi.


"Udah malem, Zio buruan tidur" ucap Mia.


"Tapi bener ya ma, Zio pengen adik" Zio mengingatkan orang tuanya sekali lagi sebelum ia benar benar keluar dari kamar.


"Iya" jawab Mia pasrah.


Zio pun kembali kekamarnya sendiri


ehemm


Bryan berdehem yang membuat Mia menatap kearah nya.


"Jadi gimana?" Tanya Bryan.


"Gimana apanya mas?" Tanya Mia berlagak sok gak tau.


"Yang tadi lho"


"Tadi mana sih" Mia mendadak jadi begoo.


"Adik buat Zio" bisik Bryan yang membuat pipi Mia merona merah.


"Kamu apa apaan sih mas" Mia berusaha menyembunyikan pipi merahnya.


"Apanya yang apa? Jadi gimana? Bryan junior jilid dua bisa launcing nggak?"


"Bi bisa" jawab Mia malu malu.


Bryan mendekat ke arah sang istri.


"Beneran?"


Mia mengangguk


Bryan membuka laci yang berisi obat pencegah kehamilan yang dikonsumsi Mia setiap harinya.


Ia membuangnya ketempat sampah


"Tuh, berarti Bryan jilid 2 mulai bisa launcing kan?"


Mia mengangguk


Bryan mendekati sang istri, ia menarik pinggang Mia hingga menempel ditubuhnya.


cup

__ADS_1


Bryan mengecup bibir Mia singkat hingga membuat Mia melengkungkan bibirnya.


Bryan segera mencium bibir sang istri, beberapa saat kemudian Bryan melepaskan ciuman itu kala merasa nafas Mia mulai tersenggal.


ia menempelkan dahinya kedahi sang istri


" i love you Mia Asyalia"


"love you to Bryab hendrawan" jawab Mia sambil mengalungkan tanganya dileher sang suami.


cup,


kini Mia lah yang lebih dulu mencium Bryan.


"biar aku yang memimpin" bisik Mia.


Bryan pun mengangguk tanda setuju,


Mia langsung berjinjit dan menyambar bibir manis sang suami. ia bahkan mendorong Bryan hingga jatuh terlentang diatas ranjang.


merekapun melakukannya


Skip


Skip


Bryan mengerjapkan matanya bangun kala sinar matahari mulai menelisik masuk ke kamarnya.


ia memandang ke samping, nampaklah wajah polos sang istri yang juga sedang dalam keadaan tubuh yang polos namun ditutup selimut.


Bryan tersenyum kala mengingat percinta annya semalam dengan sang istri.


ia mengusap usap pipi Mia dengan jemarinya


'cantik' gumamnya pelan.


Bryan kembali merebahkan badannya disamping sang istri. ia mendusel duselkan wajahnya di ceruk leher Mia.


eughhh


Mia melengguh bangun kala merasa tidurnya terusik.


"mas" panggilnya.


"hmm"


"minggir ih, aku mau mandi" ucap Mia.

__ADS_1


Bryan hanya diam tak mengubah posisi nya. bahkan tangan Bryan sudah merambah kemana mana sambil menyusuri tubuh sang istri.


"masss" Mia mengingatkan sang suami.


Bryan mendongak menatap wajah Mia


seringai licik tersungging dibibirnya


ia membuka selimut itu dan segera melahap aset kem bar milik sang istri. dalam situasi seperti ini, otak Mia langsung tak bisa berpikir jernih.


"massss Bry annn" de sah nya


Bryan melepaskan bibirnya dari dua benda kramat itu


"sekali lagi ya" pinta Bryan.


"tapii"


"plisss" Bryan memohon.


akhirnya mau tidak mau Mia mengangguk.


Bryan langsung mengangkat tubuh istrinya


"loh kok malah gendong aku sih mas"


"di kamar mandi aja" bisik Bryan pelan.


Mia pun hanya mengangguk malu malu.


merekapun melakukannya


Dua bulan kemudian,


Pagi hari, nampak Bryan sudah lebih dulu bangun dibanding sang istri.


Tumben jam segini belum bangun" gumamnya pelan.


"Yang, bangun"


"Hmm iya bentar" ucap Mia dengan mata terpejam.


"Bangun yang, udah siang"


"Lima menit lagi"


"Ish tumben banget jam segini belum bangun kamu" gerutu Bryan.

__ADS_1


__ADS_2