
"Kalian pergilah dari ruangan ini" titah Mia dengan nada dingin.
"Tapi nak.." ayah Johan masih berusaha bernegosiasi.
"Aku bilang pergi ya pergi?!!" Sarkas Mia.
Mau tidak mau ayah Johan dan ibu Lia keluar dari ruang rawat itu.
Baru mereka sampai di pintu, mereka berdua di kaget kan dengan pintu yang tiba tiba terbuka.
Deggg
Mata Johan, dan Lia terpaku melihat sosok yang dilihatnya.
Seorang wanita masa lalu Johan. Wanita yang sampai sekarang masih ada di hati Johan.
"Gi Gita" Johan Gugup.
Mama Gita sendiri pun sebenar nya juga gugup. Tapi ia berusaha menutupi kegugupan nya itu.
Mama Gita langsung masuk ke ruang rawat Mia. Sedangkan ayah Johan dan ibu Lia langsung meninggalkan ruang rawat Mia.
Mia kaget dengan kedatangan mertua nya.
Bukankah tadi ia bilang pada suami nya bahwa ia ingin istirahat? Tapi kenapa mama Gita bisa disini.
Pada kenyataan nya Bryan tadi menelpon mama Gita supaya menemani sang istri di rumah sakit.
"Ma mama" Mia berucap canggung.
__ADS_1
"Mama ngapain kesini?" Tanya Mia.
Ia merutuki kebodohan nya karna menanyai hal yang sensitif seperti itu.
"M maksud ku siapa yang bilang kepada mama kalau aku disini?" Tanya Mia.
"Kenapa? Kau takut aku mendengar apa yang kau bicarakan dengan Johan dan pelakor itu?" Sinis mama Gita.
"Hah? Memang apa yang aku bicara kan ma? Ayah dan ibu hanya menjenguk ku" kilah Mia.
"Kau kira aku tidak tau otak busuk sepertimu?!" Bentak mama Gita.
Mia kaget mendengar sang mertua membentak nya. Semenjak hamil ia menjadi lebih sensitif.
Mia hanya bisa menangis mendengar hinaan dari mertua nya.
"Ma, bukankah sudah aku bilang aku bukan anak pelakor!" Bentak Mia balik.
Mia hanya bisa menangis mendengarkan hinaan dari sang mertua.
Tiba tiba ia merasakan perut nya kram.
Sungguh sakit rasa nya. Tangan nya berusaha menggapai nursecall.
Beberapa saat kemudian dokter datang ke ruangan Mia.
Dokter itu masih mendengar jelas hinaan dan cacian yang terlontar dari mulut mama Gita.
"Dokter tolong" lirih Mia menahan rasa sakit nya.
__ADS_1
Dokter langsung mendekat ke arah brankar Mia.
"Buk, sebaiknya anda keluar dulu. Nyonya Mia mengalami kram dan saya akan memeriksa nya terlebih dahulu"
Tanpa ba bi bu, mama Gita langsung keluar dari ruangan Mia.
Dokter segera menangani Mia dan menyuntikan obat pereda kram.
Beberapa saat kemudian Mia tertidur karna efek dari obat yang disuntikan dokter.
Setelah keluar dari ruangan Mia, dokter tidak melihat keberadaan mama Gita.
"Kemana perempuan paruh baya tadi?" Batin dokter itu.
Dokter itu tak menghiraukan dan segera memeriksa pasien lain nya.
Sore hari,
Sepulang dari kantor, Bryan langsung pulang ke rumah untuk mengambil pakaian Mia dan juga untuk membersihkan tubuh nya sendiri.
"Lohh kok mama dirumah?" Tanya Bryan saat melihat mama nya dirumah.
Padahal tadi Bryan berpesan untuk menjaga Mia sampai ia datang ke rumah sakit.
"Istri mu sedang merencanakan hal buruk" jawab mama Gita.
"Maksud mama?"
"Tadi pas mama kesana mama liat Johan dan Lia menjenguk Mia. Pasti mereka telah merencanakan sesuatu yang buruk"
__ADS_1
"Belum tentu ma, aku yakin dia tak seburuk itu" ucap Bryan.
"Nyata nya dia tadi membentak mama" sanggah mama Gita lagi.