
"Nggak papa cuma pengen mandi sama kamu aja" jawab nya enteng.
"Beneran?" Selidik Mia.
Bryan mengangguk
"Kalo nggak khilaf" lanjut nya lagi.
Bryan mendekat ke sang istri. Ia menarik tangan Mia yang sedang menutupi dada nya.
"Ini kenapa di tutupi?" Tanya nya menggoda sang istri.
"Maluu" ucap Mia.
"Kenapa malu? Tiap hari aku juga liat" goda Bryan.
"Mas ihh" kesal Mia.
Bryan segera mengajak istrinya mandi bersama di bathup.
Memang benar, Bryan tidak melakukan 'nya. Namun tangan nya tak tinggal diam.
Tangan nya bergerak menyusuri area sensitif sang istri yang membuat sang empu mendesah tak karuan.
Dan saat Mia meminta nya, Bryan malah menolak dengan alasan "sudah telat berangkat nya"
Sungguh jawaban yang membuat Mia kesal.
Saat berangkat pun Mia masih menunjukan wajah kesal nya hingga naik pesawat.
Sepanjang perjalanan di pesawat, Bryan tertawa geli melihat ekspresi istri nya yang sedang kesal itu.
Ia menarik kepala istri nya agar bersandar di pundak nya.
"Tidurlah, perjalanan nya masih dua jam" ucap Bryan.
Walupun sedang marah, tetapi Mia sama sekali tak menolak perlakuan lembut sang suami.
2 jam kemudian,
Mereka sudah sampai di Bali.
__ADS_1
Bryan segera membangunkan sang istri. Ia menggandeng tangan sang istri dan membawa nya keluar pesawat itu.
Bryan segera menaiki mobil yang sudah disiapkan bawahan nya.
Ia segera menuju sebuah mansion besar milik Bryan yang ada dibali.
Bryan membawa Mia ke kamar lantai 3 dengan melewati lift.
Dari tadi, Mia masih diam. Ia menghindar dari tatapan sang suami karna masih marah.
Ceklekk
Bryan membuka pintu kamar itu. Ia mendudukan istri nya di ranjang kamar itu.
"Mia," panggil Bryan.
Mia masih mendiamkan sang suami karna merasa kesal.
"Mia, aku minta maaf" sesal Bryan.
"Hmm"
"Mia, jawab dong jangan diem gitu. Aku minta maaf aku janji nggak bakal ngulangin lagi" ucap Bryan.
"Hmm"
"Iya" jawab Mia singkat.
"Kau memaafkan ku?"
"Ya"
"Ayolah, jangan marah lagi. Aku janji akan menuruti permintaan mu"
"Benarkah?" Tanya Mia dengan mata berbinar.
Bryan mengangguk
Dengan cepat Mia mendekat ke arah sang suami.
Bibir nya menyeringai lebar.
__ADS_1
"Kau janji tidak akan protes?" Tanya Mia menyodorkan jari kelingking nya.
Bryan mengangguk, ia menyambut jari kelingking Mia dengan kelingking nya sendiri.
"Aku janji"
Mia langsung mendorong tubuh sang suami hingga terjembam ke ranjang.
Ia segera menaiki tubuh sang suami.
"E eh kamu mau ngapain?" Tanya Bryan kaget.
"Aku mau ini" ucap Mia sambil menunjuk 'kepemilikan Bryan dibalik celana nya.
"Hah?? Buk....."
Belum sempat Bryan menyelesaikan ucapan nya, Mia lebih dulu melummat bibir sang suami.
3 menit
4 menit
5 menit
Mia melepaskan ciuman itu
"Mia, bukanka......."
Lagi lagi Mia menyumpal bibir Bryan dengan bibir nya.
Setelah kehabisan nafas, Mia baru melepaskan pangggutan bibir itu.
"Bukankah kau lelah? Kita baru aja perjalanan jauh" ucap Bryan.
"Sttt" Mia meletakan telunjuk nya di bibir sang suami.
"Bukan kah aku bilang kau tidak boleh protes?"
Bryan menutup rapat mulut nya.
Mia menarik tangan Bryan yang super besar itu. Ia meletakan tangan Bryan di atas kepala Bryan.
__ADS_1
Bryan sama sekali tak memberontak. Ia menuruti segala permintaan istri nya.