
Dilla dan Aldy memutuskan langsung pulang karna hari sudah larut.
"Pak satpam" panggil Mia.
Pak satpam itu pun berjalan mendekati Mia.
"Ada apa nyonya"
"Tolong panggilkan Dinda" pinta Mia.
Pak satpam bingung, mata nya menatap ke arah kaki Mia yang terdapat aliran darah yang sudah mengering.
"Nyonya tadi pendarahan?" Tanya satpam itu heboh.
"Udah, Mia nggak papa pak, bantu Mia panggilin Dinda buat bantuin jalan ke lantai atas" pinta nya lagi.
Pak satpam itu pun memanggilkan Dinda.
Tak lama kemudian, Dinda datang dan membantu Mia berjalan ke dalam rumah.
Langkah Mia terhenti saat melihat sang mertua sedang berjalan di depan nya.
"Dari mana saja kamu?" Tanya mama Gita dingin.
"Ta tadi Mia habis beli bakso ma" jawab nya jujur.
"Oh kamu mau cari perhatian dengan saya saat anak saya nggak dirumah?" Tuduh nya.
Mia hanya menggeleng
Beberapa saat kemudian ia merasakan kram perut itu kembali.
Pandangan mama Gita tak sengaja melihat bercak aliran darah yang sudah mengering di kaki Mia.
__ADS_1
Ia membelalakan mata nya kaget.
"Kau habis pendarahan?" Tanya nya panik.
Bagaimana pun Mia sedang mengandung cucu nya.
"Mia nggak papa ma, ini udah biasa" ucap Mia menahan nyeri di perut nya.
"Dinda, cepat bawa dia masuk ke kamar" titah nya.
Dinda mengangguk
Ia membantu Mia berjalan menuju lift.
Mama Gita mengambil sebuah handuk yang sudah dibasahi untuk membasuh bekas darah di kaki Mia.
Ceklekk
Ia melihat Mia yang sedang meminum obat nya. Ia tau menantu nya sedang tak baik baik saja. Semua bisa terlihat dari wajah nya.
"Mama?" Sapa nya saat melihat sang mertua membuka pintu kamar nya.
Ini adalah kedua kali nya mertua nya masuk ke kamar nya selama ia menikah dengan Bryan.
Mama Gita mendekat ke arah ranjang. Naluri ke ibuan nya menuntun nya untuk membersihkan bekas darah sang menantu.
"E eh, jangan ma. Ini kotor, biar Mia sendiri aja" ucap Mia karna merasa tidak enak mertua nya membersihkan darah nya.
"Udah kamu nurut aja" jawab mama Gita lembut.
Hati Mia terenyuh mendengar suara lembut dari sang mertua.
Mata nya mulai berkaca kaca
__ADS_1
Mia segera memalingkan wajah nya saat mama Gita akan menatap nya.
"Kenapa bisa begini?" Tanya nya.
"Tadi Mia cuma nolongin Dilla terus Mia nggak sengaja jatuh ma" jawab nya jujur.
"Dilla?" Mama Gita mengernyitkan dahinya.
Mia mengangguk
"Tadi Dilla mau di tabrak truk ma" ucap Mia.
Mama Gita membelalakan mata nya. Ia langsung berlari keluar kamar untuk menelpon sang putri.
"Hallo Dil"
"Hallo ma, ada apa tumben malam malam telpon?" Tanya Dilla diseberang.
"Kata nya kamu tadi hampir ketabrak truk ya?"
"Iya ma, tapi untung tadi Dilla ditarik sama kak Mia"
Mama Gita menghembuskan napas nya lega.
"Oh ya ma, gimana keadaan kak Mia?" Tanya Dilla.
"Nggak tau, ya udah ya mama tutup dulu" ucap mama Gita lalu menutup telepon itu.
Ia membaringkan tubuh nya di ranjang kamar nya.
"Kenapa dia harus ada disini? Kenapa tidak seperti yang di novel novel. Kenapa dia tidak mati saja sekalian" gumam mama Gita.
Hati nya masih terasa ngilu saat mengingat penyebab perceraian nya 20 tahun silam.
__ADS_1