Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Ayam Terserah


__ADS_3

"Aku lupa mas, oh ya tadi ayah dan ibu menjenguk ku ditambah lagi setelah itu perut ku kram" ucap Mia.


Lebih baik ia jujur kepada suami nya dari pada nanti menjadi masalah untuk nya sendiri.


Bryan mengangguk mengerti. Setidak nya istri nya telah jujur kepada nya.


"Baiklah, kamu mau makan apa?" Tanya Bryan.


"Aku mau makan nasi dan ayam mas"


"Ayam apa?" Tanya Bryan.


"Terserah" jawab Mia.


Bryan pun segera melangkah kan kakinya keluar kamar Mia.


Ia menuju restoran terdekat dari rumah sakit.


Sesampai nya di restoran, Bryan dibuat bingung dengan menu disana.


Banyak sekali jenis olahan ayam.


"Mau ayam geprek, ayam penyet, ayam bakar atau ayam goreng?" Tanya si pelayan restoran.


"Hah?" Bryan ternganga bingung


"Bungkuskan semua menu dari ayam" ucap Bryan yang di angguki pelayan resto itu.


Beberapa saat kemudian, Bryan masuk ke ruang rawat Mia dengan banyak tentengan plastik di tangan nya.


"Lah itu apa mas, kok banyak banget?" Tanya Mia.

__ADS_1


"Katanya mau makan ayam" jawab Bryan polos.


"Kok banyak banget?" Tanya Mia lagi.


"Tadi katanya 'terserah' ya udah, aku bingung terus aku beli semua nya"


Mia menepuk kening nya


"Ya tapi jangan sebanyak itu mas, buat apa?"


"Ya udah, kamu tinggal pilih mau ayam geprek, penyet, bakar atau goreng?"


"Aku mau ayam geprek aja mas" jawab Mia.


Bryan mengangguk, ia mengambil box ayam geprek dan juga satu box lagi untuk nya.


"Terus ini sisa dua buat apa?" Tanya Bryan bingung.


"Kasih aja ke suster yang jaga mas" usul Mia.


"Tuh baru di dalem perut aja udah pinter" puji Bryan.


"Ehh mana ada mas, itu ide ku bukan ide anak kita" Mia mencebikan bibir nya kesal.


"Iya, ide kamu juga" Bryan mengalah.


Ia segera melangkahkan kaki nya keluar ruang rawat Mia dan segera menyerahkan plastik itu pada seorang suster disana.


"Ini buat kamu" ucap Bryan.


Suster itu terbengong, ia menepuk nepuk pipi nya.

__ADS_1


Mimpi apa dia semalam. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba ada lelaki tampan memberi nya plastik berisi makanan.


"Hah? I ini apa?" Suster itu gugup melihat wajah tampan Bryan.


"Istri saya nggak mau, dari pada mubazir buat kamu aja" ucap Bryan lalu segera melangkahkan kaki nya pergi dari hadapan suster itu.


"Hah? Istri? Siapa yang mendapatkan nya? Dia pasti menjadi wanita paling beruntung" gumam suter itu menatap punggung tegap Bryan.


"Sudah?" Tanya Mia saat melihat suami nya sudah masuk ke ruangan nya.


Bryan mengangguk


Ia membuka box milik Mia.


Ia menyodorkan sesendok nasi dan ayam geprek ke depan mulut Mia.


"Ak......"


Belum sempat Mia protes, makanan itu sudah masuk ke mulut nya.


Ia segera mengunyah makanan itu.


"Ma......."


Belum sempat ia protes lagi lagi mulut nya sudah dipenuhi sesuap nasi dan ayam lagi.


Mia segera mengunyah makanan itu.


Ia segera menutup mulut nya dengan tangan. Ia menatap sang suami dengan tatapan horor nya.


Bryan hanya terkekeh melihat tatapan mengerikan istri nya.

__ADS_1


"Aku belum selesai ngomong mas" ucap Mia dengan mulut masih ditutup dengan tangan agar tidak dibungkam suami nya dengan makanan.


"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Bryan.


__ADS_2