
"Sama mainan lego mas, biar tambah kreatif juga. Biasanya anak kecil suka main lego" ucap Mia.
Bryan pun mengangguk dan membelikan mainan itu.
Bryan segera membayar maianan yang dipilihkan istrinya tadi.
Mobil pun melanjutkan laju nya Ke rumah Dilla.
Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di depan rumah Dilla.
Bryan menggandeng tangan Mia masuk.
Sejujurnya ada rasa takut yang besar dalam diri Mia untuk menemui adik tiri nya , Dilla.
Bryan langsung disambut oleh Zayn.
"Uncleeeee" teriak Zayn sambil berlari menghampiri Bryan.
Bryan pun memeluk keponakan nya itu.
"Uncle apa dia aunty yang kemarin menikah dengan uncle?" Tanya Zayn menunjuk Mia.
Bryan pun mengangguk
"Lihatlah, disini sudah ada calon sepupu mu" Bryan mengarahkan telapak tangan Zayn menyentuh perut Mia.
"Disini ada adik bayi?" Tanya Zayn polos.
Bryan mengangguk
"Disini ada adik bayi punya uncle"
Zayn pun mengangguk mengerti
__ADS_1
"Berarti nanti Zayn punya temen baru uncle?" Tanya Zayn lagi.
Bryan mengangguk meng 'iya kan.
Beberapa saat kemudian muncul Dilla dan suami nya Aldy.
Dilla langsung memeluk kakak tercinta nya itu.
"Omg kak, kamu kok udah lama banget ngga kesini sih. Aku kangen tau" omel Dilla pada sang kakak.
"Kakak sibuk kerja" jawab Bryan.
Dilla melirik ke arah Mia yang berdiri tepat di samping Bryan.
Dilla hanya melemparkan senyum kepada sang kakak tiri yang kini menjadi kakak ipar nya itu.
Sedangkan Mia juga membalas senyum canggung nya.
Mereka pun langsung menuju taman yang sudah dipersiapkan meja makan.
Mia berusaha menahan rasa mual nya dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Bryan menyadari kalau istrinya sedang tidak baik baik saja.
"Kau mual?" Tanya Bryan.
Mia mengangguk
"Kamu makan bareng mereka aja mas, aku duduk disana aja" tunjuk Mia pada sebuah gazebo disana.
"Tapi.."
"Udah, kamu kesana aja. Lagi pula kamu ngga setiap hari ketemu adikmu" ucap Mia.
__ADS_1
Akhirnya Bryan pun mengangguk dan ikut bergabung dengan Dilla dan Aldy.
Dilla sama sekali tak memperdulikan kakak ipar nya, Mia. Rasa sakit hati dan luka yang disebabkan karna kakak tiri nya selama ini masih belum kering sempurna.
Mia tak mempersalahkan hal itu. Ia sadar, bagaimanapun Dilla pantas membencinya karna ia selalu memperlakukan Dilla dengan buruk.
Mia menatap nanar keakraban antara kakak adik dan adik ipar itu.
Sejujurnya hati Mia merasa sakit karna ia tak dianggap disana.
Kedua mertua Dilla juga nampak bergabung di tempat makan itu. Mereka semua bercanda bersama.
Mia bisa melihat suaminya bisa bercanda, menghibur bahkan tertawa lepas saat sedang bersama adik dan keluarga nya.
"Apakah dengan mengikatku dalam pernikahan ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup nya?" Batin Mia.
"Aunty kenapa tidak ikut makan bersama uncle Bryan?" Tanya Zayn yang baru saja mendekat ke arah Mia.
Mia hanya menggeleng
"Aunty sudah kenyang Zayn" jawab Mia.
"Aku tau aunty sedang berbohong, apa aunty ingin sesuatu? Biar Zayn ambilkan" ucap Zayn.
Mia kembali menggeleng
"Aunty sedang tidak ingin apa apa, bolehkan aunty minta sesuatu?" Tanya Mia.
Zayn mengangguk
"Katakan saja aunty"
"Bisakah kau tidur dengan kepala kau letakan di paha aunty? Seperti nya baby aunty sedang ingin dekat denganmu" ucap Mia.
__ADS_1
Zayn pun mengangguk