
"Tapi sekarang keadaan nya berbeda, aku tak mau menjadi wanita yabg menhakiti hati wanita lain hanya untuk kebahagiaan ku sendiri" ucap Mia.
"Kau yakin?" Tanya Bryan.
Mia mengangguk
"Temui dia, beri dia pengertian" ucap Mia.
Bryan mengangguk setuju
Sesampainya dirumah, Mia langsung turun dari mobil.
Sedangkan Bryan langsung melajukan mobil nya menuju luar kota tempat Lisa dipindah tugas kan.
Mia berjalan ingin segera masuk ke kamar nya, langkah nya terhenti saat sang mertua sudah berdiri tepat di depan pintu masuk rumah itu.
"Ma" Mia mencoba menyalami sang mertua, namun tak ada respon dari sang mertua.
Mia menghela napas nya pelan
"Mia mau masuk ke kamar ma" pamit nya.
__ADS_1
"Kapan rencana busuk mu akan dimulai?" Sinis mama Gita.
"Maksud mama?" Mia mengernyitkan dahi nya.
"Jangan berlagak sok polos. Memangnya apalagi yang dilakukan Johan dan pelakor itu datang ke ruanganmu kalau bukan untuk merencanakan hal licik?" Sinis Mama Gita.
Mia menguatkan hatinya, ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi dengan anak nya nanti jika ia terlalu stress.
Ia menerobos masuk dan segera berjalan menuju kamar nya.
Sesampai nya di kamar, Mia mencoba untuk mengatur emosi nya dengan menarik dalam nafas nya.
"Wajar mama Gita bilang seperti itu, dia tidak tau yang sebenar nya terjadi" gumam Mia.
Hari ini begitu sulit untuk nya.
Saat dimana ia menyuruh suami nya untuk mendatangi sang kekasih.
Memang sakit rasa nya, namun ia tak mau menyakiti semua orang hanya karna keegoisan nya yang menjadikan anak nya sebagai alat untuk memenangkan seseorang.
Bryan memiliki kehidupan nya sendiri. Dia membutuhkan kehadiran wanita yang dicintai nya. Seharus nya Mia sadar diri, kehadiran nya meretakan sebuah hubungan asmara yang telah terjalin bertahun tahun.
__ADS_1
Sedangkan untuk mertuanya, Mia memaklumi nya. Bahkan sangat,, yang mama Gita tau hanyalah Lia(ibu Mia) adalah seorang pelakor yang telah merebut suami nya dan membuat rumah tangga nya hancur 20 tahun lalu. Mama Gita mengira Lia lah penyebab ini semua. Padahal yang dilihat belum tentu kenyataan nya.
Biar tuhan, waktu dan takdir yang menunjukan kuasa nya.
Mia masuk ke kamarnya.
Ia duduk di tepi ranjang. Pikirannya berkelana dengan apa yang dilakukan Bryan, suaminya bersama sang kekasih.
Lisa berada jauh di kota bali. Ia yakin saat ini suaminya sudah berada didalam pesawat pribadinya.
Mia membuka handphonenya. Ia mendesahkan napasnya pelan saat melihat notif pesan dari seseorang.
"Mia, jadwal konsultasimu sudah terlewat satu minggu. Sebaiknya kau segera datang kesini. Aku akan memeriksamu lagi" tulis seseorang di pesan itu.
Orang itu tak lain adalah psikiater Mia. Sudah bertahun tahun belakangan ini, semenjak ia menduduki bangku SMA ia selalu berkonsultasi kepada psikiater tentang kondisi mentalnya.
Psikiater itu tau betul apa yang dialami Mia saat ini. Mulai dari awal permasalahan hidupnya, kecelakaan yang menimpanya hingga Bryan yang merenggut paksa kesucian nya.
dulu Mia mengalami depresi berat. Hidupnya bergantung pada obat yang diminumnya setiap hari.
Ia bahkan sering melakukan percobaan bunuh diri namun selalu saja gagal.
__ADS_1
Entah kenapa, selalu saja ada orang yang melihatnya akan bunuh diri yang membuatnya mengurungkan niatnya itu.
Kehidupannya berubah saat ia menikah.