
Namun justru ia mudah pingsan. Bahkan terkadang ada flek darah di celllana dallam Mia.
Mia sudah mengkonsultasi kan nya pada dokter.
Dokter bilang janin nya tidak apa apa, namun seperti yang dikatakan di awal. Hal itu beresiko pada diri Mia saat melahirkan nanti.
Hari ini seperti biasa nya, Mia datang ke kantor Bryan.
Hari harinya dihabiskan hanya untuk merengek dan manja kepada suami nya.
Ia memanfaat kan sisa waktu nya dengan baik.
"Mas" panggil nya saat sudah sampai di ruangan Bryan.
"Hmm?"
"Bilangin mama dong mas, supaya mau nemenin aku ke mall besok" pinta Mia.
"Kamu kan bisa minta mama sendiri"
"Ish aku udah minta tapi mama malah cuek gitu" jawab Mia.
"Kamu kayak nggak tau mama aja" jawab Bryan santai.
Seketika Mia menghembuskan napas nya pelan.
"Kenapa sih mas mama belum nerima aku? Padahal kan aku juga udah usaha"
Ucap Mia tertunduk
Bryan pun mendekat dan ikut duduk disamping Mia.
Ia mengusap perut istrinya.
"Aku yakin kehadiran nya akan mengubah sikap mama terhadap mu" ucap Bryan yakin.
Mia menatap manik mata suami nya
__ADS_1
"Kau yakin mas?"
Bryan mengangguk
Tiba tiba Bryan merasakan tangan nya ada yang menendang.
"Lohh kok tanganku kayak ada yang nunjuk nunjuk gitu sih?" Bryan bingung.
Mia terkekeh mendengar pertanyaan suami nya itu.
"Itu nama nya anak kita lagi nendang nendang mas" jawab Mia.
"Hah? Nendang?" Bryan tambah bingung dengan perkataan istri nya.
"Usia nya kan sudah 20 minggu mas, jadi wajar aja nendang nendang" ucap Mia sambil terkekeh geli.
"Emang nggak sakit kalau nendang nendang gini?" Tanya Bryan.
Mia menggeleng
Bryan pun mengangguk mengerti
Ia tambah mengusap usap perut istri nya dan lagi lagi ia mendapat tendangan tendangan dari bayi di dalam perut Mia.
"Kira kira dia cewek atau cowok ya?" Tanya Bryan.
"Mana aku tau mas, kalo mau tau ya harus usg dulu"
"Emang bisa? Kan baru lima bulan"
"Bisa mas, kamu sih ngga pernah ikut check up kandungan" gerutu Mia.
Memang benar, selama ini Mia selalu check kandungan sendirian.
Mia selalu mengajak suami nya namun Bryan selalu menolak dengan alasan sibuk.
"Terus kamu check up nya kapan?" Tanya Bryan.
__ADS_1
"Hmm kayak nya besok deh"
"Ya udah kalau gitu besok ajak mama aja, kata nya mau keluar berdua sama mama" usul Bryan.
"Yahh padahal aku pengen cek kandungan sama kamu" ucap Mia kecewa.
"Sama aku bisa bulan depan nya lagi. Besok kamu sama mama aja biar tambah deket sama mama"
Mia pun akhirnya mengangguk mengalah. Memang benar, ia harus segera memperbaiki hubungan nya dengan sang mertua.
Sore hari,
Mia pulang bersama Bryan.
Sesampainya dirumah, ia segera membersihkan diri nya.
Setelah selesai, ia pun keluar dari kamar nya dan berjalan menuju kamar sang mertua.
Tok tok tok
Mia mengetuk pintu kamar sang mertua.
Beberapa saat kemudian mama Gita keluar dari kamar nya.
"Ada apa?" Tanya nya ketus pada Mia.
"Ma, bisakah besok menemani ku check kandungan besok?" tanya Mia.
"Tidak bisa"
"Ayolah ma, sekalii saja"
"Tidak" tukas mama Gita.
"Maa" Mia berusaha memohon.
"Apa yang kau beri jika aku menemani mu chek kandungan?" Tanya mama Gita.
__ADS_1