
"Kamu pilih restoran ini mas?" Tanya Mia kala melihat restoran itu merupakan restoran elite sekaligus suasana nya romantis.
"Kamu suka?" Tanya Bryan balik.
Mia mengangguk
"Kamu nggak malu mas bawa aku?" Tanya Mia sebelum keluar mobil.
"Memangnya kenapa malu?" Tanya Bryan balik.
"Lihat, perutku kan besar mas, badan ku juga jadi gemuk gini" Mia insecure.
Bryan menggeleng gelengkan kepala nya
"Kamu kan lagi hamil anak ku, jadi wajar aja kamu tambah berisi. Lagian kamu tambah sexxy, apalagi kalau kayak tadi" goda Bryan yang membuat wajah Mia memerah malu.
Ia segera keluar mobil begitupun Bryan.
Ia segera menggandeng mesra tangan sang istri.
Saat memasuki pintu restoran itu, mata Bryan tak sengaja menatap wanita yang begitu dikenal nya sedang bermesraan dengan seorang lelaki muda.
"Bukankah itu Lisa?" Batin Bryan.
"Mas, bukankah itu Lisa?" Bisik Mia pada sang suami.
"Tidak, mungkin kita salah lihat" ucap Bryan lalu segera memasuki restoran itu.
Ia segera mencari tempat duduk, dan dengan sengaja Bryan duduk tepat di belakang Lisa.
Otomatis Bryan melihat jelas punggung Lisa.
__ADS_1
Saat mendengar orang itu berbicara dengan lelaki di depan nya, Bryan semakin yakin bahwa itu adalah suara Lisa.
Bryan mendengarkan dengan seksama kata kata romantis yang terlontar dari mulut Lisa kepada lelaki itu.
Mia tau suasana hati suami nya sedang tidak baik. Ia sadar suami nya mengetahui bahwa wanita itu memang benar Lisa.
"Dengan mudah nya si bodoh Bryan itu aku hasut. Bahkan dia akan menceraikan istri nya setelah istri nya melahirkan. Aku hanya memanfaat kan harta nya saja" ucap Lisa kepada laki laki itu.
Bryan semakin meradang mendengar ucapan Lisa.
Ia menggebrak meja nya sendiri yang membuat Mia terjingkat kaget.
Untung saja pengunjung disana tidak terlalu ramai.
Seketika Lisa ikut menoleh ke arah sumber suara.
Mata nya melotot kaget saat tau siapa orang yang menggebrak meja.
Bryan mendekat ke arah Lisa. Ia mencengkram pipi Lisa.
"Kau tega tega nya membohongiku selama ini" bentak Bryan.
"Bryan, aku tidak bermaksud"
"Apa?!! Aku sudah baik kepadamu. Semua mau mu aku beri. Tapi apa balasan mu?!"
"Ma maaf" cicit Lisa.
"Aku tak butuh maaf mu!"
"Bryan" lirih Lisa mengiba.
__ADS_1
"Kita putus"
Jedarrrr
Seperti petir di malam cerah, Lisa kalut sekarang.
Orang yang selalu ia andalkan dari segi harta kini meminta nya putus? Lalu bagaimana nasib kehidupan glamour nya?
Lisa berlutut dihadapan Bryan
"Kumohon jangan putuskan aku" Lisa bermohon mohon.
Ia bahkan sampai memeluk kaki Bryan.
Bryan segera menghempaskan tubuh Lisa dengan kaki nya.
"Cih murahan" gumam Mia yang masih di dengar jelas oleh Lisa.
"Hei apa maksudmu?!" Teriak Lisa.
"Apa aku perlu mengulang ucapan ku?" Ejek Mia.
"Dasar wanita murahan"
"Maaf nyonya Lisa. Siapa disini yang murahan? Tidak bisakah kau mengaca? Wanita yang berada di tengan tengan pasangan suami istri disebut apa? " Ejek Mia.
"Kau yang hadir diantara aku dan Bryan!" Bentak Lisa.
"Ya memang, tapi itu semua atas kehendak Bryan sendiri. Bukankah begitu?" Mia menatap Bryan.
"Dan satu lagi, sekalipun suami ku menceraikan aku, aku juga tak akan membiarkan wanita jalang seperti mu mendapatkan bekas ku" tegas Mia.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Bryan menatap istri nya.