Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Menyebalkan


__ADS_3

Merekapun makan malam dengan tenang.


"Ma, yah" paggil Bryan.


Kedua orang paruh baya itu mendongakan kepalanya.


"Bryan punya kabar baik, Mia hamil lagi" ucap Bryan sumringah.


"Hamil itu apa pa?" Tanya Zio.


"Hamil itu berarti Zio mau punya adek"


"Hah? Adek! Beneran pa?"


Bryan mengangguk


"Yeayy Zio mau punya adek" teriak bocah itu bahagia.


Adik Zio mana pa?" Tanyanya polos.


"Disini" Bryan meletakan tangan Zio diatas perut Mia.


"Hah! Ini kan pelut mama" jawabnya polos.


"Iya, adik Zio ada didalam sini. Nanti kalau udah lama perut mama semakin besar abis itu baru adik Zio lahir" jelas Bryan.


Bocah itu mengangguk nangguk, entah mengerti atau tidak.


Pagi hari, Bryan dan Mia memutuskan untuk memeriksakan kedokter kandungan.


"Jadi gimana dok? Istri saya beneran hamil?" Tanya Bryan sudah tak sabar.


Dokter itu tersenyum


"Dokter kok malah senyum senyum sih" kesal laki laki itu.


Mendadak wajah dokter itu menjadi masam.


"Loh wajah dokter kok malah gitu sih, dokter mau menantang saya?!" Kesal Bryan.


"Udahlah mas" Mia mengusap usap lengan sang istri.

__ADS_1


"Kau dari dulu memang tidak pernah berubah Bryan" decak dokter itu yang merupakan teman Bryan semasa sma dulu.


"Istrimu hamil, usia kandungannya dudah 6 minggu"


"What?! Secepet itu? Padahal dia lepas kb baru 2 bulan yang lalu" Bryan kaget.


"Perhitungan usia kandungan dihitung dari hari terakhir menstruasi. Mungkin saat itu istrimu sedang dalam masa suburnya" papar dokter wanita itu.


Bryan mengangguk mengerti


Merekapun kembali kerumah Bryan.


"Gimana hasilnya?" Tanya mama Gita.


"Mia beneran hamil ma" jawab Bryan dengan senyum sumringahnya.


"Syukurlah kalau gitu"


Beberapa bulan kemudian,


Usia kandungan Mia telah menginjak 7 bulan.


Setiap hari Mia mendatangi kantor suaminya itu.


"Zio, temenin mama yuk" ajah Mia pada sang putra.


"Nggak ah ma, masak tiap hari Zio nganterin mama ke kantor papa. Nanti ujung ujungnya Zio ditinggal tidur" kesal bocah itu.


"Ya udah deh kalo gitu, mama berangkat sendiri aja" ucap Mia kecewa.


Zio menghela napasnya


"Sungguh mengesalkan mamanya itu" pikir bocah itu.


"Iya iya Zio anter, tapi nanti Zio balik pulang sama pak supir"


Mia mengangguk setuju,


Nampak Mia mengenakan dress berwarna biru


__ADS_1


Sesampainya dikantor,


"Zio anterin mama ke ruangan papa dulu"


"Maaa" rengek Zio yang mulai kesal.


"Katanya sayang adik" bujuk Mia sambil mengusap perut buncitnya.


Bocah itu memutar bola matanya malas.


"Pak supir, tunggu Zio bentar ya" pintanya.


Supir itu mengangguk,


Zio dan Mia memasuki ruangan Bryan. Nampak sedang ada tamu yaitu Rifqi Yulandres, seorang pengusaha terkemuka.


"Eh maaf mengganggu" ucap Mia lalu berbalik akan keluar dari ruangan sang suami.


"Kemarilah" ucap Bryan.


Mia mengangguk


Ia berjalan mendekati sang suami.


"Kenalkan, dia Rifqi Yulandres dan dia Tiara istrinya. Kamu inget kan mereka datang di pernikahan kita?" ucap Bryan.


Mia mengangguk


"Aku ingat mas"


Mia menjabat tangan keduanya.


"Qian, salim dulu sama aunty" ucap Ara pada sang anak lelakinya.


Qian yang berwajah datar itu menyalami Mia.


"Dengar dengar kalian punya anak perempuan, dimana dia?" Tanya Mia.


"Oh, dia tadi sedang berkeliling di lobi" jawab Ara.


"Zio mana yang?" Tanya Bryan pada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2