Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Kenapa Ceroboh?


__ADS_3

Sepeninggal mama Gita, Mia langsung meraih handuk basah yang ditinggalkan sang mertua tadi.


Ia segera mengelap bekas darah yang mengering itu.


Setelah selesai, ia menaruh nya di atas nakas karna ia tak mampu hanya untuk sekedar berjalan ke kamar mandi.


Ia mengusap perut buncit nya. Dari tadi anak nya menendang dari dalam sana.


"Dedek kangen sama papa ya? Besok papa udah pulang, jadi kita bisa deket lagi sama papa. Maafin mama ya karna mama ceroboh, untuk anak mama kuat" ucap Mia mengobrol dengan sang buah hati.


Ia mulai memejamkan mata nya karna efek obat yang baru saja ia minum tadi.


pagi hari,, Mia mengerjapkan mata nya bangun kala merasa ada yang berat menimpa paha nya.


Mata nya terbelalak kaget saat melihat sang suami yang juga sudah tidur terlelap di samping nya.


Bukan nya menjauh, Mia malah tambah merapatkan tubuh nya ke sang suami.


Ia memeluk erat tubuh yang ia rindukan sejak kemarin.


Bryan mengerjap bangun saat merasakan pergerakan dari sang istri.


Bibir nya tersungging senyum tipis saat melihat sang istri memeluk nya erat.


Bryan membalas pelukan sang istri dan menyembunyikan nya di dada bidang nya.


"Mas" panggil Mia.

__ADS_1


"Hmm?" Bryan masih setia memejamkan matanya dan menghirup aroma wangi rambut Mia.


"Kamu kapan pulang?" Tanya nya.


"Semalem"


"Katanya mau pulang hari ini"


Bryan melonggarkan pelukan nya. Ia memegang pundak istrinya hingga menatap manik coklat sang istri.


"Kamu nggak suka aku pulang lebih cepet?" Selidik Bryan.


"Bukan gitu mas, kalo aku tau kamu langsung pulang kan aku bisa bangun lebih pagi buat nyiapin keperluan kamu" ucap Mia.


Bryan mengangguk mengerti


Mia pun langsung beranjak lagi menyiapkan pakaian sang suami.


Setelah selesai, Bryan keluar dari kamar mandi dan mulai memakai pakaian yang disiapkan sang istri.


Sedangkan Mia langsung membensihkan diri nya.


Mata Bryan tak sengaja menatap sebuah handuk kecil yang berlumuran bercak darah.


"Ini darah apa?" Batin Bryan bertanya tanya.


Beberapa saat kemudian, Mia keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ini bekas darah apa?" Tanya Bryan memperlihatkan handuk kecil itu.


Mia membelalakan mata nya kaget


"Kok aku bisa lupa nyingkirin handuk itu sih" batin nya.


"I itu mas" Mia tergagap.


"Katakan saja sejujur nya"


"Tadi malam aku pendarahan lagi mas" jawab Mia menunduk.


"Apa?! Kenapa kamu tidak telpon aku. Kamu kerumah sakit? Siapa yang bantuin kamu?" Bryan memberi pertanyaan bertubi tubi.


"Kemarin aku udah dirawat sama mama. Aku juga udah minum obat kok" jawab Mia.


Ia mengatakan itu karna tak mau terjadi perdebatan antara Bryan dan sang mama hanya karna diri nya.


"Kenapa bisa sampai pendarahan?" Tanya Bryan lembut.


"Ke kemarin aku keluar rumah. Aku pengen banget makan bakso. Terus pas mau pulang aku nggak sengaja liat Dilla mau ditabrak truk. Terus aku tarik dia ke pinggir. Terus aku ngga sengaja jatuh" jawab Mia dengan berlinang air mata.


Ia takut suami nya akan marah dengan nya.


"Kamu kenapa seceroboh itu? Kalau anak kita kenapa napa gimana?"


"Tapi kalau aku nggak narik Dilla saat itu mungkin sudah terjadi sesuatu dengan nya" bela Mia.

__ADS_1


__ADS_2