
"Tapi Zio pengen makan disana" pinta bocah laki laki.
"Iya kita makan disana"
"Beneran pa?" Bryan mengangguk, merekapun menuju restoran cepat saji itu.
Sesampainya disana, Bryan segera memesan makanan untuk mereka.
"Papa, Zio pengen liburan" rengek bocah itu lagi.
"Liburan kemana lagi Zio?"
"Zio pengen ke paris"
"Hah? Ngapain, paris itu jauh nak"
"Zio pengen lihat menara eiffel"
Bryan menatap sang istri meminta persetujuan. Mia mengangguk setuju.
"Oke, minggu depan kita ke paris"
"Beneran pa?" Bryan mengangguk.
"Horeee" Zio bersorak senang.
1 minggu kemudian,
Sesuai janjinya, Bryan membawa sang anak dan istrinya menuju paris untuk melihat menara eiffel sesuai permintaan Zio.
Berjam jam sudah mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
Hari kedua, Tempat pertama yang mereka tuju saat sampai di paris adalah menara eiffel.
Zio nampak senang akhirnya keinginannya terwujud.
Mereka melakukan foto bersama.
anggep aja di belakang ada menara eifel.. wkwk
__ADS_1
Dihari ketiga mereka menuju taman kota dan berjalan jalan disana.
Dihari keempat, mereka berburu makanan khas disana.
Setelah lelah berjalan jalan seharian, Zio, Mia maupun Bryan istirahat di hotel yang sudah Bryan pesan.
"Papa, Zio kangen sama oma" pinta bocah itu.
Bryan langsung melakukan videocall dengan mama Gita yang ada di indonesia.
"Pa, besok Zio pengen ke playground"ucapnya setelah panggilan video dengan sang oma berakhir.
"Iya besok kita ke playground"
Esok harinya, mereka menuju playground.
Saat memasuki lift Mia menyempatkan untuk mengambil foto mereka bertiga yang sama sama mengenakan baju berwarna putih.
"Papa, kenapa wajah Zio persis kayak papa?" Tanya Zio mengusap wajah sang papa.
"Ya karna Zio anak papa" jawabnya asal.
Zio berbalik menatap sang mama.
"Mama, kata papa Zio mirip papa karna anak papa. Berarti Zio bukan anak mama?" Tanyanya polos.
"Bukan gitu, coba bayangin kalo Zio mirip mama, nanti Zio kayak cewek dong" Mia menjawab asal pertanyaan konyol sang putra.
"Jadi Zio anak mama sama papa kan?" Tanyanya lagi.
"Iya, Zio anak mama sama papa" jawab Mia.
"Udah kalian buruan tidur, besok kita harus balik ke indonesia lagi. Kerjaan papa udah banyak"
__ADS_1
Esok hari, mereka benar benar kembali ke indonesia.
Beberapa bulan kemudian
"Mama, Zio mau adik" ucap bocah laki laki itu tiba tiba setelah mendapat dorongan dari sang oma.
Ia langsung masuk begitu saja ke kamar orang tuanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Hah?!" Mia maupun Bryan terpekik kaget dengan permintaan putra nya itu.
"Emang kamu tau adik itu apa?"
Zio mengangguk
"Kayak Zee(anak bungsu Aldy Dilla)"
"I iya nanti papa buatin" Bryan bingung meu menjawab apa.
Bugh
Mia memukul lengan sang suami.
"Aduh sakit yang" keluh Bryan.
"Kamu apa apaan bocah kayak Zio kamu bilangin gitu" Mia menatap tajam sang suami.
"Zio udah gede mam" Zio kesal.
"Iya Zio udah gede" Mia mengalah.
"Nggak papa yang, lagipula dia juga nggak tau"
"Zio tau kok pa" sela bocah itu lagi.
"Tau apa?" Tanya Bryan.
"Kata oma, kalau Zio mau punya adek, Zio nggak boleh ganggu mama sama papa dikamar sama Zio nggak boleh tidur sama mama papa" ucapnya polos.
Mia menepuk jidatnya sendiri
"Bu bukan gitu boy" Bryan tambah bingung dengan situasi ini.
__ADS_1
"Terus gimana pa?" Tanyanya lagi.
hayyoooo siapa yang nunggu adegan hareudang nya.. wkwk