
Setelah selesai ia membawakan pakaian Mia keluar.
"Ini pakailah" ucap Bryan menyerahkan pakaian itu.
"Pakein mas, aku males" ucap Mia yang masih berbaring telentang.
Dengan telaten Bryan langsung memakaikan sang istri pakaian.
"Yuk turun ke bawah, makan malam" ajak Bryan.
"Cium dulu" Mia bermanja lagi.
Bryan semakin gemas dengan tingkah sang istri. Ia segera mendekat ke sang istri dan mencium perut Mia.
Cupp
"Ini buat anak papa"
Cupp (Bryan mencium dahi istri nya)
"Ini buat kamu"
Mia pun melebarkan senyum nya. Ia segera bangun dari telentang nya dan mengapit lengan sang suami.
Mereka berdua pun segera turun ke lantai bawah untuk makan malam.
Bryan, Mia dan mama Gita makan dalam hening.
Beberapa saat kemudian, makan malam telah selesai.
__ADS_1
"Ma, Bryan mau ngomong sesuatu" ucap Bryan membuat mama Gita berhenti saat akan beranjak berdiri.
"Duduklah dulu ma" pinta Bryan.
Mama Gita pun menuruti permintaan sang anak.
"Bulan depan Bryan mau mengadakan acara mitoni untuk anak Bryan ma" ucap Bryan.
"Lalu?"
"Bryan minta restu dan doa dari mama agar acara nya lancar" pinta Bryan.
"Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk mu"
"Bukan untuk ku ma, tapi untuk Mia dan anak ku" protes Bryan.
"Hmm" mama Gita hanya membalas dengan deheman lalu beranjak berdiri.
Mama Gita menghentikan langkah nya.
Pandangan nya lurus, ia sama sekali tak menengok ke arah sang menantu.
Dengan susah payah, Mia berjalan mendekat ke sang mertua.
Ia menarik tangan mama Gita dan meletakan telapak tangan nya di perut nya.
"Mama merasakan tendangan cucu mama kan?" Tanya Mia.
Mama Gita terkesima ketika merasakan tendangan dari cucu nya yang ada di dalam perut Mia.
__ADS_1
"Dia laki laki ma" ucap Mia.
Mama Gita masih diam. Mata nya menatap intens pada perut buncit sang menantu.
"Ku mohon, mama jangan terlalu cuek dengan ku. Aku membutuh kan kasih sayang mama sebagai mertua ku" pinta Mia.
"Aku tidak peduli"
"Mama tak perlu peduli denganku, tapi setidak nya mama peduli dengan cucu mama yang sedang ada di perut ku" pinta Mia lagi.
"Lepaskan tangan ku, aku mau ke kamar" bentak mama Gita karna tangan nya masih di pegang Mia agar tetap menempel di perut nya.
Mia tak melepaskan tangan sang mertua.
"Jika mama ingin aku dan mas Bryan berpisah, setidak nya tunggu sampai anak ini lahir ma. Aku yakin pasti aku akan meninggalkan kalian semua" ucap Mia.
"Mia!!" Bentak Bryan memperingatkan sang istri agar tak membahas perceraian.
Mia menatap Bryan
"Kita tidak bisa terus terusan seperti ini mas. Semua harus di jelas kan"
Mia kembali menatap sang mertua
"Bersabarlah ma, tiga bulan lagi aku pasti aku pergi dari sini. Bukan hanya dari mas Bryan, aku juga akan pergi meninggalkan rumah ini. Meninggalkan semua yang membuatku bahagia dan terluka. Dan bila saat nya nanti aku pasti juga akan pergi dari dunia ini sesuai keinginan mama" ucap Mia.
Jlebb
Perkataan Mia menusuk dalam hati mama Gita. Ia tak ingin Mia mengiba pada nya seperti ini.
__ADS_1
Tapi disisi lain ia menginginkan Mia pergi dari kehidupan nya dan anak nya.
Hati mama Gita merasa tercubit saat mendengar ucapan sang menantu.