
Padahal Bryan adalah tipe orang yang cuek dan tidak peduli dengan sekitaran nya.
" Itu bukan nya karyawan baru itu ya?"
"Kok pak Bryan gendong cewe itu sih"
"Wihh pak Bryan sweet banget, andai yang di gendong aku"
"Ini udah kek drakor yang biasa gua liat"
"Apa hubungan wanita itu dengan pak Bryan?"
"Kenapa wajah pak Bryan kelihatan panik?"
Para karyawan bertanya tanya sambil bisik bisik dengan teman nya.
Sesampainya dirumah sakit, Mia langsung ditangani dokter kandungan.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan Mia.
"Suami pasien?"
"Saya dok" Bryan menjawab.
"Mari ke ruangan saya"
Bryan pun mengikuti langkah dokter itu untuk ke ruangan nya.
Sesampai nya disana Bryan langsung duduk di kursi yang telah di sediakan.
"Apa yang terjadi pada istri saya dok?" Tanya Bryan.
"Istri anda mengalami Hiperemesis gravidarum"
__ADS_1
"Apa itu dok?" Bryan bingung.
"Kondisi dimana ibu hamil mengalami morning sickness yang berlebihan dan juga tak menentu. Hal ini mengakibatkan tubuhnya lemah dan bisa juga berbahaya bagi ibu dan janin nya"
"Itukah yang membuat istri saya pingsan?"
Dokter itu mengangguk
"Nyonya Mia mengalami mual parah, pusing yang hebat dan juga pingsan. Saya harap kondisi nya lebih diperhatikan agar hal seperti ini bisa diminimalisir walau hanya ada sedikit kemungkinan karna nyonya Mia sudah mengkonsumsi obat pengurang mual namun nyata nya ia masih mengalami mual hebat"
"Bagaimana dokter tau kalau istri saya mual hebat?"
Bryan bingung, pasalnya ia tak pernah melihat ataupun mendengar istrinya muntah.
"Apakah anda tidak tau? Bahkan nyonya Mia sering kali datang kerumah sakit untuk memeriksakan diri. Jika ibu hamil pada umumnya memeriksakan kandungan nya sebulan sekali, tetapi nyonya Mia saya sarankan untuk memeriksa seminggu sekali untuk memantau keadaan nya. Bahkan 2 minggu terakhir ini nyonya Mia sering kali di infus dirumah sakit ini" dokter itu menjelaskan.
Bryan kaget bukan kepalang.
Ia tinggal serumah dengan istrinya namun tak pernah mengetahui hal hal penting seperti ini.
Bryan mendengarkan semua ucapan dokter dan juag saran saran nya.
Setelah selesai, ia masuk ke ruangan Mia.
Ia melihat istri nya masih memejamkan mata nya.
Hati Bryan berkata untuk mendekat ke arah Mia.
Ia menggenggam tangan istrinya itu.
"Kenapa aku bisa tidak tau kalau kau mengalami hal seberat itu?" Gumam Bryan lirih.
Mia mengerjapkan mata nya bangun. Yang pertama Ia lihat adalah suami nya yang sedang menggenggam tangan nya.
__ADS_1
"Mas" panggilnya.
Bryan mengusap dahi Mia lembut.
Ini adalah pertama kali nya Bryan lembut terhadap istrinya.
"Minum?" Tawar Bryan.
Mia mengangguk.
Bryan membantu Mia duduk dari pembaringan nya lalu membantunya minum.
"Masih lemas?"
Mia menggeleng mendengar pertanyaan Bryan.
Bryan menghembuskan napas nya kasar.
"Kenapa kau tidak bilang kalau kau sering masuk rumah sakit bahkan mengalami hiperemesis gravidarum?" Tanya Bryan.
"A aku takut kau akan marah" jawab Mia.
"Apa aku semenakutkan itu bagimu?" Tanya Bryan.
Mia mengangguk lalu sepersekian detik kemudian ia menggeleng.
Bryan tersenyum melihat tingkah gemas istrinya itu.
"Kau saja enggan mengakui anak ini" sindir Mia telak pada Bryan.
Bryan menggeleng
"Apakah aku pernah menolak nya?"
__ADS_1
"Jangan pura pura lupa tuan Bryan"