Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Periksa Kandungan


__ADS_3

Mama Gita yang melihat menantunya itupun hanya diam. Ia tak berniat untuk menyapa nya.


Mia tak menghiraukan nya. 2 bulan berada di rumah ini membuatnya sudah kebal dengan segala kelakuan buruk para penghuni nya.


Ia segera menuju kamar nya dan mengistirahatkan badan nya yang sudah lelah.


Malam hari tepat pukul 7 Bryan pulang dari kantor.


Ia segera membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket.


Ia melihat istri nya masih tiduran di sofa sambil memainkan ponsel nya.


"Minggu depan bekerjalah di kantor ku" ucap Bryan.


Mia tak menjawab. Ia tak menerima dan tak juga menolak.


"Kau tuli?!" Bryan mulai emosi.


"Ya, aku mendengarnya. Minggu depan aku akan bekerja di kantor mu" ucap Mia mengulang perkataan Bryan tadi.


Bryan mengambil dompet nya dan mengeluarkan kartu di dalam nya.


Ia menyodorkan kartu itu ke wajah Mia.


Mia hanya diam, ia tak mengambil kartu itu, ia tau itu adalah Black card yang hanya dimiliki orang orang tertentu saja.

__ADS_1


"Ambilah untuk belanja kebutuhan mu"


Mia bukan lah wanita munafik. Saat ini ia memang membutuhkan kartu itu untuk memenuhi kebutuhan nya.


Ia mengambil kartu itu dari tangan Bryan.


"Terimakasih" ucap nya.


Pagi hari,


Hari ini Mia berniat untuk memeriksakan kehamilan nya karna semenjak ia dinyatakan hamil, ia sama sekali belum pernah mengunjungi dokter obigyn.


Mia sudah membuat janji temu dengan seorang dokter wanita.


Mia mengangguk


"Iya dok, saya Mia"


"Perkenalkan, saya dokter Rini" ucap sang dokter memperkenalkan diri.


"Apa keluhan anda nyonya"


"Saya selalu mual dan pusing. Bukan hanya dipagi hari. Namun saat melihat makanan pun saya selalu mual dan pusing sampai lemas. Oh ya, beberapa hari yang lalu saya sempat di rawat dirumah sakit karna merasakan kram di area perut bawah dan saat itu dokter menyatakan saya hamil" ucap Mia menjelas kan keluhan nya.


"Baiklah, mari langsung kita periksa saja" ucap dokter itu.

__ADS_1


Mia langsung berbaring di hospital bed yang sudah disiapkan.


Dokter menggerakan alat di perut Mia sambil melihat ke monitor.


"Lihat lah bulatan kecil di layar ini nyonya, itu adalah janin anda" ucap dokter itu.


Mia pun menangis terharu mekihat janin yang sedang berkembang di rahim nya itu.


" Umurnya sudah 5 minggu nyonya. Untuk masalah kram, sejauh ini belum ada tanda tanda buruk pada kehamilan anda. Namun, melihat dari gejala anda, sepertinya anda akan mengalami hiperemesis gravidarum"


"Apa itu dok?"


"Kondisi dimana morning sickness yang dirasakan ibu hamil terjadi sangat parah dan berlebihan. Sebaikmya anda lebih menjaga kandungan anda agar tidak terlalu lelah dan stress yang mengakibatkan hal buruk terjadi nantinya" dokter menasehati.


"Mengingat ini adalah kehamilan anda yang pertama sekaligus ada beberapa keluhan, sebaiknya anda lebih hati hati dalam beraktivitas agar tidak berlebihan. Jangan lupa makan makanan yang bergizi dan walaupun anda mual, sebaik nya anda tetap harus makan karna janin memerlukan nutrisi untuk tumbuh" ucap dokter itu lagi.


Mia mengangguk ngangguk tanda mengerti.


Sepulang dari rumah sakit, ia menuju ke mall untuk membeli susu hamil dan juga beberapa cemilan untuk mengganjal perutnya jika lapar saat malam hari.


Saat menyelesaikan pembayaran dikasir, mata Mia tak sengaja menatap sosok tampan yang sedang bergandengan dengan wanita.



baju Mia ke mall

__ADS_1


__ADS_2