
"E eh, siapa bilang. Iya iya aku suapin" ucap Bryan lalu menyuapi Mia.
"Udah mas"
"Loh itu baru tiga suapan lho"
"Lah emang kenapa?" Tanya Mia.
"Anak kita pasti belum kenyang di dalam sana" ucap Bryan sambil mengusap perut Mia.
"Idihh kamu sok tau mas, aku udah kenyang"
Celetuk Mia.
Bryan pun segera membayar makanan itu dan segera membawa Mia pulang karna hari sudah malam.
Setelah sampai rumah, Bryan segera membersihkan diri nya.
Beberapa minggu kemudian,,
Usia kandungan Mia sudah memasuki minggu ke 17.
Perut Mia kian terlihat membuncit karna usia kandungan nya yang juga bertambah.
Keadaan masih sama, ia masih mengalami hiperemesis gravidarum.
Mama mertua nya pun hingga sekarang belum bisa menerima nya.
Malam hari,,
Terlihat Bryan sedang duduk di ranjang sambil membuka handphone nya.
Beberapa saat kemudian Bryan meletakan handphone itu di nakas.
Mia langsung melatakan kepala nya di paha suami nya sambil mengusap perutnya sendiri.
"Besok aku mau ke mansion nya Aldy. Aku ingin melihat keponakan ku dan adikku disana" ucap Bryan yang sudah duduk di ranjang sambil mengusap kepala istrinya.
"Oh" jawab Mia singkat.
__ADS_1
"Kamu mau ikut" tanya Bryan.
"Memangnya boleh?" Tanya Mia.
Bryan mengangguk
"Memangnya aku pernah melarang mu?" Tanya Bryan balik
Mia hanya cengengesan memdengar pertanyaan suami nya itu.
"Jadi gimana kamu ikut?" Tanya Bryan lagi.
Mia menganggukan kepala nya.
"Aku ikut mas" Jawab Mia.
"Baiklah, sekarang tidurlah. Sudah malam"
Mia mengangguk menuruti perintah suaminya. Toh itu juga demi kebaikan dirinya dan anak yang sedang dikandung nya.
Pagi hari,
Dokter datang untuk memberi infus pada Mia.
Hal ini sudah bukan lagi hal yang mengejutkan bagi Bryan.
Dokter pun juga sudah terbiasa datang setiap pagi ke rumah Bryan.
Namun ada yang berbeda dari hari lain nya.
Hari ini Bryan menunggui istrinya yang masih tak sadarkan diri itu.
Biasanya ia akan langsung berangkat ke kantor.
Bahkan di hari libur pun Bryan lebih memilih untuk olah raga pagi.
Hari ini memang hari libur. Bryan memutuskan untuk tidak olah raga dahulu karna ingin menunggui istrinya.
Beberapa saat kemudian, Mia sudah sadar dari pingsan nya.
__ADS_1
Ia tersenyum tipis saat melihat suaminya sedang duduk disofa sambil memangku laptop nya.
"Mas" panggil Mia.
Bryan mendongakan kepala nya.
Ia meletakan laptopnya lalu berjalan mendekati Mia.
"Apa yang kau rasakan?" Tanya Bryan.
"Lemes mas" jawab nya.
"Perlu aku panggilkan dokter lagi?" Tawar Bryan.
Mia menggeleng
"Aku sudah terbiasa seperti ini mas" jawab nya.
Bryan mengangguk mengerti
"Mas, aku pengen bubur ayam" pinta Mia.
Bryan mengangguk
"Tunggulah sebentar aku akan menyuruh koki rumah ini untuk memasak bubur" Bryan beranjak dari duduk nya.
Mia langsung mencekal tangan suami nya itu.
"Aku pengen kamu beliin aku di deket taman langganan aku" pinta Mia.
"Baiklah" akhirnya Bryan mengalah.
Sekeras apapun ia berdebat dengan istrinya pasti ujung ujung nya ia juga yang kalah.
Bagi nya Mia yang sekarang dengan Mia yang dulu sangatlah berbeda.
Dulu Mia adalah gadis yang mudah ditindas bahkan di hina oleh Bryan.
Namun sekarang tidak, Mia menjadi sosok ratu bagi Bryan. Seorang wanita yang harus ia turuti segala perintah dan permintaan nya karna Mia sedang mengandung anak nya.
__ADS_1