
"Ayah tidak berbohong nak, memang itulah kenyataan nya. Selama ini Mia sudah berkali kali hampir menjemput ajal nya karna ada orang yang mengincar hidup nya"
"Ja jadi selama ini kak Mia mengorbankan dirinya hanya untuk ku?"
Johan mengangguk
Dilla menatap Mia yang juga sedang menatap nya dengan tatapan luka.
Mama Gita tampak menatap menantu nya itu.
Sungguh, begitu besar luka yang ada di mata sang menantu.
Mama Gita begitu menyesal telah memperlakukan menantunya dengan buruk.
Bryan masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Istri ku mengorbankan hidupnya demi adik ku?" Batin Bryan.
Mereka meminta maaf pada Mia dengan tulus.
"Ma maaf kak, aku tidak tau jika kau berkorban sebesar itu untuk ku"
"Ja jadi, penyebab kecelakaan dan obat itu karna memang ada yang mengincar mu?" Tanya Bryan menatap sang istri.
Mia mengangguk
"Kenapa kau tak mengatakan nya padaku?"
"A aku takut kau tidak percaya" jawab Mia menunduk.
Memang benar, beberapa waktu lalu, Mia diberi sebuah minuman yang terkandung obat pelumpuh di dalam nya.
__ADS_1
Untung saja minuman itu tumpah. Namun tiba tiba ada seekor kucing mendekat dan menjilat cairan itu.
Tanpa di duga, kucing itu langsung kejang kejang dan mati.
Bryan juga sempat kaget, hingga dia mengambil sisa tumpahan Minuman itu dan membawa nya ke lab. Ternyata dugaan nya benar, minuman itu mengandung obat yang membuat mati bagi siapa saja yang meminum nya.
"Apa kalian tau betapa sakitnya merasa dibenci dan dihina oleh kalian selama bertahun tahun lama nya? Aku merasakan sakit bukan hanya luka batin namun juga luka raga. Saat dimana mobil yang kutumpangi masuk ke jurang hingga aku sekarat, tidak ada yang ada disampingku. Ibuku, seseorang yang kuanggap ayah sekalipun tak ada disampingku. Yang ku ingat saat itu hanya ada seorang suster yang menangis melihat aku sesak napas dan kejang. Aku mendengar doa suster itu agar aku tetap bertahan. Bukan hanya sekali!!! Berkali kali aku merasakan itu semua. Saat dimana aku mengalami koma, aku berdoa pada tuhan agar membawaku bersama nya. Aku sudah muak dengan dunia ini. Kalian membenciku dan menghinaku tanpa bukti yang jelas. Aku sakitt!!! Asal kalian tau setiap seminggu sekali aku datang ke psikiater. Apa kalian tau!! Aku gila!! Aku gila saat itu! Aku gila menghadapi keadaan! Yang kupikirkan saat itu hanyalah bunub diri.
Dan apa kalian tau, saat Bryan merenggut kesucianku adalah titik terendahku dalam hidup. Saat itu juga aku memutuskan untuk menabrakan diriku pada mobil yang melintas. Namun sialnya, kenapa harus Bryan sendiri yang menolongku!!
Mia berteriak histeris mengeluarkan segala emosi nya.
Emosi yang ia pendam 20 tahun belakangan. Rasa sakit yang ia timbun selama 20 tahun ini.
"Apa kalian tau betapa sakit nya hatiku saat kalian menyebutku anak jalang? Sakit!! Aku bahkan merelakan masa remaja ku dengan ikut bekerja setelah pulang sekolah untuk apa? Untuk membantu membiayai sekolah dan kuliah mu Dilla!! Saat itu perusahaan ayah sedang anjlok karna jarang ayah urus karna ayah fokus dengan penyakitnya. Hingga akhirnya bertahun tahun aku bekerja di club malam hingga dicap pemuas nafsu oleh kalian. Dan apa yang kudapat? Setelah apa yang aku korbankan selama 20 tahun ini, kalian hanya membalasku dengan hinaan dan cacian!!"
__ADS_1