Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Situasi Yang Membingungkan


__ADS_3

"Kamu harus ngertiin aku dong, Mia juga lagi mengandung anak ku" Bryan mencoba memberi pengertian kepada sang kekasih.


"Tapi kamu juga nggak boleh cuekin aku. Coba kamu inget inget berapa kali kamu telpon aku? Nggak pernah kan? Coba kalau aku nggak telpon pasti kamu nggak inget aku" Lisa berapi api.


"Plis yang, kamu juga harus ngertiin aku. 4 bulan lagi kita bakal bisa sama sama" Bryan mencoba bernegosiasi.


"Kamu apa apaan, selalu nyuruh sabar, sabar. Aku sabar ada batas nya yang. Aku juga butuh waktu dari kamu"


Tuttt


Panggilan dimatikan sepihak oleh Lisa.


Bryan menghembuskan napas nya kasar.


Ia begitu bingung dengan situasi ini. Ia butuh Mia sebagai istrinya dan selain itu Mia sedang mengandung anak nya.


Tapi Lisa, Bryan juga membutuhkan kehadiran wanita itu. Ia sudah terlanjur melabuhkan cinta nya pada wanita itu.


Bryan frustasi memikirkan semua ini.


Ia melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi dan membersihkan tubuh nya disana.


Setelah selesai, ia kembali duduk disofa dan memainkan ponsel nya.


Ia membalas pesan pesan yang dikirim kan para teman maupun kolega bisnis nya.


Beberapa saat kemudian, dokter masuk ke ruangan rawat Mia.


"Selamat pagi tuan Bryan" sapa dokter itu.


"Pagi dok" jawab Bryan.

__ADS_1


Bryan berdiri dari duduk nya


Ia mendekat ke brankar Mia.


Ia menggoyangkan pundak sang istri


"Mia, Bangun" Bryan membangunkan dengan lembut.


Dokter tersenyum melihat cara Bryan membangunkan sang istri.


Mia mengerjapkan mata nya bangun.


Ia mengucek mata nya yang baru saja bangun itu.


Bryan menyerahkan tissue basah untuk Mia mengusap wajah bantal nya.


Mia menerima tissue basah itu dan langsung mengusap wajah nya.


"Keadaan nya sudah stabil. Tapi sebaik nya di infus satu botol lagi agar nyonya Mia lebih kuat" ucap Dokter itu.


"Lakukan yang terbaik dok" ucap Bryan yang membuat dokter itu mengangguk.


"Kalau saya memaksa pulang pagi ini juga boleh nggak dok?" Tanya Mia.


Dokter itu tersenyum lembut


"Sebenarnya boleh boleh saja nyonya. Tapi jika pulang sekarang pasti kondisi anda belum benar benar pulih. Apalagi ditambah kemarin anda mengalami kram perut, jadi sebaiknya anda menghabiskan satu botol infus lagi"


Mia mengaangguk pasrah


Setelah dokter itu keluar Bryan bertanya

__ADS_1


"Tadi siang kamu kram lagi?" Tanya Bryan.


Mia mengangguk


"Emang kamu nggak tau mas?" Tanya Mia.


Bryan menggeleng


"Dokter tadi memang mengatakan kau kram saat aku masuk ke ruangan ini, tapi aku kira hanya kram biasa" jawab Bryan.


"Aku nggak papa mas, kemarin juga kram nya nggak parah" ucap Mia menenangkan sang suami yang terlihat khawatir.


Bryan mengira maksud ucapan fokter kemarin hanyalah kram biasa, namun dugaannya ternyata salah.


Bryan mengusap perut istri nya


"Dedek jangan nakal disana. Jangan bikin mama sakit terus, kasian mama nya. Nanti kalau udah keluar nanti papa beliin mobil mobilan yang banyak" ucap Bryan menempelkan pipi nya diperut sang istri.


Dukk


Dukkk


Sang janin menendang seakan memberi respon pada ucapan Bryan.


"Kamu lucu mas, mau dibeliin mobil mobilan? Kalo cewek gimana?" Mia terkekeh melihat tingkah suami nya.


"Ya kalau cewek tinggal beliin mobil mobilan yang warna pink" jawab Bryan polos.


Mia malah tertawa mendengar ucapan sang suami yang menurut nya lucu.


yeayyyy author dapet Cover baru dari noveltoon..😘

__ADS_1


bagusan yang mana gengs.. yang ini ato yang kemarin? kalo bagus yang kemarin author bakal ganti sama yg kemarin.. kalo bagusan ini ya udah.. wkwk


__ADS_2