TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Kedatangan Arzevin


__ADS_3

"Akh..Ken pelan-pelan.."


Arvina dan Dave mendengar samar-samar suara seorang perempuan sedang merintih.


"Ken? Kalian? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Arvina meninggikan suaranya saat ia dan Dave melihat Ken bersama seorang perempuan dengan posisi seperti orang yang sedang berciuman.


Ken menoleh melihat Arvina dan Dave dengan tatapan kesal.


"Apa? Aku tidak melakukan apapun." Jawab Ken kesal karena adik iparnya melemparkan pertanyaan seolah menuduhnya.


"Kalian sedang apa?" Tanya Dave tersenyum licik sekaligus meledek.


"Mengobati lukanya." Jawab Ken lalu menghadapkan wajah Elviana yang babak belur pada Arvina dan Dave.


"Kenapa wajahmu bisa seperti ini?" Tanya Arvina panik dan menghampiri Elviana.


"Aku..aku terluka demi melindungi nama baik Ken." Jawab Elviana manja dan langsung memeluk pinggang Arvina.


"Apa maksudmu?" Tanya Ken jengah.


"Mereka semua menghinamu. Aku tidak terima maka dari itu aku menyerang mereka. Tapi mereka malah mengeroyok diriku." Jawab Elviana sedih.


Ken memejamkan erat matanya menahan kesal. Ia benar-benar tidak habis pikir kenapa bisa ada perempuan sekonyol Elviana yang tidak pantang menyerah untuk mengejarnya bahkan rela terluka demi membelanya.


"Elviana Aliara! Aku tidak butuh pembelaan darimu! Kau itu perempuan, seharusnya bersikap lembut bukan malah suka tawuran seperti ini!" Ucap Ken menasehati gadis di depannya.


"Tapi aku tidak bisa terima jika ada yang merendahkan dirimu. Kau itu hebat dimataku." Sahut Elviana kini memeluk Ken manja.


"Ken, terima saja! Tidak mudah seorang perempuan bisa begitu berkorban untukmu." Usul Dave dan mendapat tatapan tajam dari Ken.


"Aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan perempuan manapun. Aku tidak ingin melukai siapapun dengan masa laluku yang buruk. Lagipula ada perasaan kedua bayiku yang harus ku jaga." Ucap Ken sendu sambil melepaskan pelukan Elviana.


"Anak? Kau punya anak? Wah...anak-anakmu pasti tampan sepertimu. Aku ingin melihat mereka." Ucap Elviana girang membuat Ken melongo tak percaya.


Seharusnya dia jijik, pikir Ken dalam hati. Tapi tidak! Elviana tidak jijik atau keberatan sedikitpun. Elviana benar-benar menggilai seorang Ken, enta apa alasannya? Ken tidak pernah bertanya tentang itu.


"Berhentilah El! Aku tidak ingin kau terluka karena obsesimu." Ucap Ken sendu.


Elviana kesal dan langsung mencengkram dagu Ken dengan kuat.


"Ken Giant! Dengarkan aku baik-baik! Aku mencintaimu karena dirimu! Bukan dari apa yang kau punya. Jangan samakan aku dengan perempuan lain yang suka menginjak harga dirimu! Aku mungkin terkadang kasar padamu seperti sekarang, tapi aku ingin kau menjadi seorang pria tangguh yang bisa melindungi nama baikmu." Ucap Elviana geram.


"Kau ... "

__ADS_1


"Suka atau tidak suka, terima atau tidak terima, aku Elviana Aliara akan mengejar cintamu dan berjuang untuk mendapatkan dirimu meski harus bertarung nyawa atau menggunakan cara kotor untuk mendapatkanmu." Ucap Elviana tegas memotong perkataan yang ingin Ken ucapkan.


"Hah...sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian." Ucap Dave lalu menarik istrinya untuk pergi dari sana.


"Hey guys..apa ada yang merindukan diriku?" Suara seorang pria terdengar dari ambang pintu.


"Kakak Arzevin?" Pekik Arvina tak percaya dan langsung berlari menghambur ke dalam pelukan Arzevin.


"Aku sangat merindukan kakak." Ucap Arvina sendu.


"Aku juga little. Bagaimana kabarmu?" Tanya Arzevin memeluk erat adik kesayangannya.


"Aku baik. Kalian bagaimana? Ada apa tiba-tiba datang kemari?" Tanya Arvina beruntun.


"Kami semua baik. Dad mengirim diriku datang kemari untuk urusan bisnis. Boleh aku menginap di mansion kalian?" Tanya Arzevin menatap wajah cantik adiknya.


"Tentu saja boleh. Kami akan sangat senang. Aku akan hubungi Zena setelah ini." Sahut Arvina.


Mereka memutuskan untuk melepaskan pelukan mereka lalu berjalan mendekati ketiga orang yang mematung.


"Hai Dave, apa kabar?" Tanya Arzevin memeluk Dave singkat.


"Aku baik kak." Jawab Dave menerima dan membalas perlakuan kakak iparnya.


Sikap ramah Arzevin pada Ken sedikitpun tidak berkurang setelah semua kesalahan Ken pada adik-adiknya. Arzevin memang mempunyai hati yang pemaaf seperti Ibu mereka, Zevina.


"Iya, aku tahu." Sahut Ken malas. Bukan pada Arzevin, tapi ia hanya malas karena sikap keras kepala Elviana.


"Dan ini..Siapa gadis cantik ini?" Tanya Arzevin menatap Elviana tak biasa.


"Hallo, aku Elviana. Aku kekasihnya Ken. Senang bertemu denganmu." Sapa Elviana tanpa malu menyebut dirinya kekasih Ken.


"Oh..sayang sekali kau ternyata kekasih Ken. Aku Arzevin, kakak sulung Arvina dan Arzena." Ucap Arzevin mengacak lembut rambut Elviana sambil melirik sekilas ke arah Ken yang memasang wajah cemburu.


"Lihatlah! Dia bilang dia tidak suka pada El, tapi dia cemburu." Bisik Arvina pada Dave.


"Benar. Apa dia itu sedang jual mahal?" Balas Dave berbisik pada istrinya.


"Hah, sudahlah. Lebih baik kita siapkan pesta kecil malam ini untuk mengumumkan kehamilanmu." Usul Dave merangkul manja pundak Arvina.


"Aku setuju." Arvina memeluk pinggang Dave.


"Kakak, kami harus menyiapkan beberapa persiapan untuk pesta kecil-kecilan nanti malam. Jika kau lelah, kau bisa istirahat dulu. Nanti aku akan minta pada Amy untuk menyiapkan kamar untukmu." Ucap Arvina pamit pada Arzevin.

__ADS_1


"Baiklah, kau sibuklah dulu!" Sahut Arzevin menyanggupi.


••••••••••••••••


"Wah..ini sepertinya bukan hanya pesta kecil. Ini sangat meriah bung." Ucap Arzevin merangkul Dave.


"Benar. Ini sesuatu yang spesial. Aku dan Vina akan memberitahukan kabar gembira untuk kalian nanti." Sahut Dave sambil menenggak wine yang ia pegang.


"Aku sangat tidak sabar menanti kabar itu. Em..aku ke sana dulu." Ucap Arzevin lalu berjalan ke arah Elviana yang sedang suntuk.


Seharian ini dia memang berada di mansion Dave agar bisa bersama Ken.


"Hei, kenapa suntuk?" Tanya Arzevin gemas mencubit ringan hidung Elviana.


"Aku diabaikan oleh kekasihku sendiri." Jawab Elviana malas.


"Bagaimana jika kau menjadi kekasihku saja? Aku pasti akan menjadikanmu ratu dan prioritasku." Goda Arzevin yang memang menyimpan sedikit rasa pada Elviana sejak pertemuan pertama mereka tadi siang.


"Tidak bisa! Hatiku sudah hak paten milik Ken! Tidak akan ada yang bisa menggantikan dirinya." Sahut Elviana begitu yakin.


"Sayang sekali. Dia mengacuhkan seorang gadis yang begitu tulus padanya." Gumam Arzevin namun Elviana masih bisa mendengarnya.


"Aha....aku punya ide." Ucap Elviana menjentikkan jarinya.


"Ide apa?" Tanya Arzevin penasaran.


"Bukan urusan kakak. Doakan saja agar aku berhasil." Sahut Elviana dan langsung meninggal Arzevin sendiri.


Arzevin menggeleng gemas melihat tingkah gadis itu.


••••••••••••••••


"Ken, maafkan aku sudah mengganggu dirimu selama ini. Aku sadar, cinta memang tidak bisa dipaksakan. Maka dari itu, aku akan mundur perlahan." Ucap Elviana memasang tampang menyedihkan.


"Baguslah jika kau tahu." Sahut Ken mencoba santai meski dalam hatinya ia ingin menggigit bibir kecil yang dengan tega melontarkan kata-kata menyedihkan itu.


"Ini, terimalah minuman dariku. Setelah ini aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Elviana sambil menyodorkan segelas wine untuk Ken.


Tanpa banyak bicara, Ken menerima dan meneguk wine itu hingga habis tanpa sisa.


"Terima kasih, Ken." Ucap Elviana tersenyum dan Ken hanya mengangguk.


"Wow......kalian bersenang-senang tanpa kami ya?"

__ADS_1


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2