TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Impas


__ADS_3

"Raina." Drick meraba tempat di sampingnya.


Pagi telah menjemput, matahari yang menyusup masuk kedalam kamar Drick membuat tidurnya mulai terganggu. Ia juga terbangun karena tidak merasakan keberadaan Raina di sampingnya.


"Raina?" Drick mencoba memanggil sekali lagi namun tidak ada jawaban.


Dengan malas Drick bangkit dari posisinya dan turun dari ranjangnya. Ia mengambil celananya dan memakainya asal.


Drick kemudian masuk ke dalam kamar mandi karena mengira bahwa Raina di dalam kamar mandi, namun tetap juga nihil.


Drick masih mencoba berpikir positif dan mengira Raina mungkin di bawah atau di dapur.


Ia pun mencoba turun ke bawah.


"Selamat pagi Tuan." Sapa seorang pelayannya.


"Dimana Raina?" Tanya Drick dingin.


"Maaf Tuan, tapi dari tadi kami tidak melihat siapapun di rumah ini." Jelas pelayannya.


Emosi Drick mulai terpancing.


Dengan cepat ia berlari masuk ke dalam ruangan control CCTV nya dan memeriksa semua CCTV di setiap sudut rumahnya.


"Bangsat!" Maki Drick saat melihat Raina kabur dari rumahnya pagi-pagi buta.


"Kau mencoba lari dariku setelah apa yang terjadi di antara kita? Kau ingin aku terlihat seperti pria brengsek? Itu tidak akan pernah terjadi Raina! Aku sudah menandai dirimu adalah milikku, maka sampai mati pun kau tetap milikku!" Gerutu Drick mengepal kuat tangannya.


Drick kembali ke kamarnya dan meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Temukan wanitaku!" Titah Drick tegas tak terbantahkan dan langsung mematikan panggilannya.


"Kita lihat Raina, kita lihat sejauh apa kau bisa lari dari genggamanku. Jika kedua sahabatku bisa mendapatkan adik-adikmu, maka kau juga harus menjadi milikku!" Gerutu Drick lagi dan memilih membersihkan dirinya.


••••••••••••


Jika Drick sedang tersulut amarah, maka lain halnya dengan Raina yang kini sedang menangis di bawah guyuran air shower.


Pagi-pagi buta tadi Raina memilih untuk kembali ke hotel tempat ia menginap.

__ADS_1


"Bodoh! Kau bodoh Raina! Dengan mudahnya kau menyerahkan diri pada seorang pria asing yang tidak kau kenal sama sekali! Daddy mu menjagamu dengan baik, bahkan kekasihmu juga. Tapi dengan mudah kau merusak dirimu sendiri." Raina merutuki dirinya dan ia sangat sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Drick tadi malam.


Raina menyalakan air shower dengan suhu paling dingin bahkan ia membiarkan tubuhnya tidak mengenakan pakaian.


Raina terus dan terus menyesal.


"Raina, apa yang kau lakukan?" Bentak seorang pria.


Pria itu langsung mematikan air shower dan mendekap tubuh Raina yang jelas kedinginan.


"Aku hina Velano, aku hina!" Ujar Raina begitu terluka.


Velano adalah kekasih Raina selama lima tahun terakhir. Velano juga adalah pria asing bagi Drick yang selalu mengganggu Raina.


"Jangan bicara seperti itu!" Bentak Velano.


Awalnya ia datang untuk menghukum Raina karena yakin bahwa Raina sudah menghabiskan malam dan menyerahkan diri pada Drick, tapi niatnya ia urung ketika melihat kekasihnya begitu menyedihkan.


"Aku hina Vel. Kau menjagaku dengan baik selama ini tapi begitu mudah aku membiarkan pria lain merenggut apa yang kau jaga." Ucap Raina terisak.


"Tidak, ini bukan salahmu! Ini salahku! Jika tadi malam aku tidak mencoba menjebakmu, semua ini tidak akan terjadi. Ini salahku!" Ucap Velano memeluk erat kekasihnya.


Raina adalah cinta pertama di hidup Velano. Mereka beberapa hari yang lalu bertengkar karena sebuah kesalahpahaman.


"Jangan menangis lagi! Anggap saja kita impas sayang. Aku tidak sengaja meniduri wanita lain, dan kini kau tidak sengaja ditiduri pria lain. Maka anggap saja kita impas. Aku mohon, jangan seperti ini!" Pinta Velano tidak sanggup melihat kekasihnya menangis dan menderita.


Velano sama seperti Dave yang adalah ketua gangster. Wilayah kekuasaan Velano adalah London. Ia bertemu Raina enam tahun lalu di sebuah acara dan sejak itu ia memutuskan untuk mengejar Raina dan akhirnya mereka menjalin hubungan hingga sekarang.


Velano pun sudah kenal baik dengan keluarga besar Raina, namun Raina belum mengenalkannya pada keluarga besar Derex dan Alice.


"Hei, jangan menangis lagi! Aku tidak akan merasa kau hina karena kesalahan ini, apalagi akulah yang paling harus disalahkan dalam hal ini." Ucap Velano membujuk kekasihnya.


"Maafkan aku! Hukum aku jika itu bisa membuat kau tenang " Ucap Raina kini memeluk Velano. Ia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya yang tidak mengenakan pakaian.


"Tidak. Aku tidak mungkin menghukummu sementara itu semua akibat kebodohan ku. Ayo, kita keluar dari sini! Tubuhmu sudah sangat dingin." Velano pun segera menggendong Raina keluar dari kamar mandi.


Jujur, melihat tubuh polos Raina yang begitu molek membuatnya ingin sekali menerkam Raina, namun ia mencoba menahan semuanya. Ia tidak ingin menambah kesedihan kekasihnya.


Velano mendudukkan Raina di atas ranjang. Ia kemudian berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian yang agak tebal.

__ADS_1


Velano membantu Raina mengenakan pakaiannya.


"Maafkan aku." Pinta Raina memeluk pinggang Velano.


Velano tersenyum dan mengelus puncak kepala Raina.


"Kita sama-sama salah, jadi aku tidak berhak menghakimi dirimu. Tapi sayang, perlu kau tahu satu hal, malam itu sungguh hanya sebuah kesalahan. Mereka menjebakku dan menaruh obat perangsang pada minumanku." Jelas Velano


Beberapa malam lalu, Raina mendapati Velano tidur dengan wanita lain, dan itulah yang membuat mereka sering bertemu. Setiap Velano ingin menjelaskan, selalu ada Drick yang mengganggu hingga tidak bisa Velano untuk berbicara sesungguhnya.


"Maafkan aku." Pinta Raina lagi.


Velano berjongkok dan mensejajarkan tingginya dengan Raina.


"Kita sama-sama salah. Jadi kita sama-sama memaafkan." Ucap Velano dengan tulus dan menghapus air mata Raina.


"Sayang, maukah kau menikah denganku?" Pinta Velano tulus lalu mengeluarkan sebuah cincin berlian dari sakunya.


Raina merasa terharu.


"Tapi aku ... "


"Aku anggap itu setuju." Ucap Velano tersenyum sa menyematkan cincin tersebut pada jari manis Raina.


"Sudah, jangan bersedih lagi. Aku akan terus menjaga dan melindungimu mulai sekarang." Ucap Velano mengecup dalam kening Raina.


Velano tentu tidak pernah berbohong pada Raina, apapun itu. Ia sangat mencintai Raina melebihi apapun itu.


Dan tidak sengaja menyakiti Raina sebanyak dua kali adalah pukulan terbesar baginya.


"Vel, aku takut. Aku takut jika dia akan menemukanku dan ... "


"Ssttt..tidak ada yang perlu kau takutkan! Aku akan menjagamu! Aku akan melindungimu mulai sekarang." Ucap Velano tulus.


Ia kembali memeluk Raina erat.


"Kali ini aku melepaskanmu pria brengsek. Lihat saja jika sampai jika kau mencoba menganggu ketenangan ku dan kekasihku, aku tidak akan diam" Gerutu Velano menahan geram.


"Sekarang kau istirahat dulu. Aku akan membelikan makanan untukmu. Jangan takut, banyak orang-orang ku diluar akan menjagamu!" Jelas Velano tersenyum tulus.

__ADS_1


Raina hanya mengangguk. Velano pun pergi setelah mendapat ijin dari kekasihnya.


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2