TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
After wedding party.


__ADS_3

"Sungguh kau ingin bukti?" Drick bertanya dengan angkuh dan berdiri di depan Raina, berhadapan dengan pria asing itu.


Pria asing itu tidak menjawab namun ekspresinya cukup mewakili jawaban yang ia lontarkan.


Drick berbalik dan berhadapan dengan Raina.


"Maafkan aku." Ucap Drick dengan suara yang hanya dapat didengar oleh Raina dan dirinya.


Sigap, Drick meraih tengkuk Raina dan mencium lembut bibir sensual Raina.


Raina mematung, tidak membalas ataupun menolak.


Drick menyudahi kegiatannya.


"See, dia bahkan tidak menolakku." Ucap Drick dengan sombong saat dia kembali berbalik berhadapan dengan pria asing itu.


"Kau..lihat bagaimana aku membalasmu nanti!" Ancam si pria asing dan pergi meninggalkan Drick dan Raina.


"Hei, kau tidak apa-apa?" Tanya Drick khawatir.


Raina menatap dalam mata tajam Drick dan hanya menggeleng.


Entah dorongan dari mana, Drick langsung memeluk Raina erat.


"Sudahlah, dia sudah pergi." Ucap Drick menenangkan.


Raina sigap mendorong Drick hingga menjauh darinya.


"Pria mesum! Bangsat! Itu adalah ciuman pertama ku." Raina berteriak kesal namun wajahnya bersemu merah.


Kening Drick mengkerut bingung mendengar ocehan Raina.


"Hei, aku hanya membantumu. Lagipula, ciuman pertama katamu? Kau yakin dengan itu?" Drick tersenyum menggoda Raina.


"Semoga saja aku tidak bertemu denganmu lagi! Pria gila! Mesum!" Raina kembali memaki dan pergi meninggalkan Drick.


Drick menggeleng gemas melihat tingkah Raina.


"Jadi begini rasanya saat ingin memiliki seseorang?" Gumam Drick tersenyum licik.


Ia segera mengejar Raina yang masuk kembali ke dalam Aula hotel, namun Raina seakan menghilang di balik kerumunan orang ramai.


"Lari saja sekarang Nona! Lihat bagaimana nanti takdir yang akan menyeretmu datang pada ku." Gumam Drick lagi.


Ia memutuskan untuk berbaur dengan beberapa orang lainnya termasuk anggota keluarga si kembar.


••••••••••


Hari semakin sore, acara resepsi si kembar pun sudah selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat resepsi.


Yang tersisa hanyalah anggota keluarga inti saja.


"Hah, melelahkan sekali." Gumam Arvina dan langsung bersandar manja di bahu Dave.


Mereka berempat masih duduk di kursi pelaminan.


"Sebentar lagi kita pulang." Ujar Dave mengelus pipi istrinya.


CUP


Arvina dengan berani melayangkan satu kecupan singkat di bibir Dave membuat Dave tersenyum lebar.


"Maaf membuatmu kelelahan." Pinta Hansen sambil memijat lembut kaki Arzena.

__ADS_1


"Tidak. Aku baik-baik saja." Ujar Arzena tersenyum manis pada suaminya.


Entah ia mencintai Hansen atau tidak, tapi Hansen lah yang selalu menjaga dan memberinya kenyamanan juga sangat menghargai dirinya.


"Hei, kalian masih belum puas duduk di sana?" Tanya Darvin dengan suara lantang.


Para keluarga bahkan Drick kini berkumpul dan duduk mengelilingi sebuah meja bundar yang sangat besar.


Keempat orang itu tersenyum.


"Gantilah pakaian kalian dan segera bergabung kemari!" Kini Derex yang bersuara.


Keempat orang itu segera keluar dari Aula kembali ke kamar mereka.


Dave membawa Arvina ke kamarnya dan Hansen tadi malam, sedangkan Hansen bersama Arzena ke kamar Arzena dan Arvina tadi malam.


"Dave, bantu aku!" Titah Arvina saat ia kesulitan membuka resleting gaun pengantinnya.


Dave mendekati istrinya dari belakang dan langsung bertindak nakal.


Dave menurunkan resleting gaun pengantin Arvina sambil mengecup leher jenjang Arvina.


"Dave, hentikan! Kita harus segera kembali bergabung bersama mereka." Titah Arvina menahan gejolak dalam tubuhnya yang sudah terpancing akibat ulah nakal Dave.


Dave tidak mendengarnya dan terus melanjutkan aksinya, apalagi saat ini ia sudah berhasil menanggalkan gaun pengantin Arvina.


"Dave, stop it! Kita bisa melakukannya nanti. Aku berjanji tidak akan menolak." Ujar Arvina membujuk suaminya.


Dave tersenyum penuh kemenangan.


Ia kemudian mengambilkan dress untuk Arvina lalu membantu Arvina mengenakan dress tersebut.


Setelah selesai, mereka pun segera kembali ke Aula.


Mereka sedikit terkejut karena Hansen dan Arzena sudah bergabung duluan dengan keluarga besar itu.


Arvina hanya menunduk malu sambil duduk di tempat yang sudah tersedia, sedangkan Dave tersenyum tanpa dosa.


Mereka kemudian mulai menyantap hidangan yang sudah tertata rapi di depan mereka.


"Mom, bukankah tadi aku melihat kak Raina dan kak Jacki? Dimana mereka?" Tanya Arvina penasaran.


"Mereka sudah pulang duluan. Raina sedang ada pekerjaan mendesak." Jawab Zevina.


Arvina mengangguk paham, sedangkan Drick malah salah tingkah dengan sendirinya.


Mereka kembali menyantap hidangan mereka dalam hening.


"Kak Derice juga tidak ada. Padahal berharap sekali mereka bisa datang. Aunty Viandra dan juga si twins boy." Kini Arzena yang menggerutu.


"Lain kali kalian bisa bertemu mereka. Mereka saat ini sibuk dengan pekerjaan masing-masing." Bujuk Alice pada keponakannya.


Mereka telah menyelesaikan acara makan bersama mereka.


"Sayang, sebaiknya kita segera kembali untuk beristirahat." Ajak Derex pada Alice.


Alice mengangguk pelan. Mereka pun bangkit dari tempat duduk mereka dan melenggang pergi setelah meminta ijin.


Keanu juga berpamitan.


"Well, ada yang akan malam pertama yah?" Tanya Arzevin menggoda kedua adiknya.


"Malam pertama darimana? Semua sudah terjadi akibat kebodohannya." Gerutu Arvina.

__ADS_1


Yang merasa hanya menunduk malu ditambah tatapan tajam dari kedua mertuanya.


"Dad, Mom, maaf tapi aku dan Zena akan kembali ke kamar dulu. Aku tidak ingin Zena dan little kelelahan." Pamit Hansen pada kedua mertuanya dan anggota keluarga lainnya.


Mereka pun meninggalkan tempat itu setelah mendapat ijin.


Dave pun tak mau kalah dan langsung meminta ijin untuk dirinya dan Arvina juga.


Anggota keluarga yang lain pun masing-masing kembali ke kamar mereka.


"Hah..melelahkan sekali." Gumam Arzena.


Ia mencari gaun tidurnya dari dalam koper. Setelah mendapatkan gaun tidur yang diinginkan, ia pun segera menggantinya di depan Hansen. Bukan untuk menggoda Hansen, tapi sejenak ia lupa bahwa ia sudah menikah.


Hansen hanya memperhatikan setiap pergerakan istrinya.


"Astaga." Arzena terkejut saat melihat pantulan bayangan Hansen dari cermin. Hansen hanya tersenyum.


Arzena segera mempercepat gerakannya. Selesai, ia pun naik ke atas ranjang dan berbaring disamping Hansen dengan perasaan gugup.


"Hans, apa kau ingin itu sekarang?" Tanya Arzena gugup.


Hansen tersenyum dan memeluk istrinya.


"Istirahat saja. Kita bisa melakukannya kapanpun. Aku menikahimu bukan hanya untuk kepuasan seksual saja." Ujar Hansen menenangkan istrinya.


Arzena merasa terharu dan langsung membalas pelukan Hansen.


Mereka pun beristirahat tanpa melakukan apapun.


•••••••••••


"Hah, nyamannya." Arvina kini sedang berendam di dalam bathup.


Sejak sampai di mansion Dave tadi, ia segera berlari ke dalam kamar mandi dan langsung berendam. Bukan untuk menyenangkan Dave nantinya, tapi seharian ini ia memang merasa sangat gerah.


Dave yang sedang menunggu istrinya di atas ranjang berguling-guling gusar.


"Lama sekali?" Dave bergumam gelisah.


"Sayang, cepatlah!" Dave berteriak agar Arvina mendengarnya di dalam kamar mandi.


Namun ia tidak mendapat jawaban sama sekali.


Dave mulai curiga dan penasaran apa yang Arvina lakukan di dalam.


Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi. Senyumnya merekah saat mendapati pintu kamar mandi tidak terkunci, namun seketika senyumnya meredup mendapati sang istri tercinta tertidur di dalam bathup


"Menyebalkan." Dave menggerutu kesal lalu mengangkat istrinya keluar dari bathup.


Dave mengeringkan tubuh Arvina di dalam kamar mandi menggunakan handuk dan setelah itu ia menggendong Arvina kembali ke atas ranjang dan memakaikan pakaian pada Arvina.


Arvina tertidur dengan sangat pulas.


"Kenapa kau selalu membuat ku tak menentu seperti ini?" Gumam Dave tersenyum melihat wajah teduh istrinya.


"I love you." Bisik Dave kemudian mengecup kening Arvina penuh cinta.


Ia meraih tubuh Arvina ke dalam pelukannya dan perlahan ia sendiri pun terlelap.


...~ TO BE CONTINUE ~...


######

__ADS_1


yg mau join grup Chat whatsapp, komen nomornya ya..makasih


bahasannya yang santai kok, dan untuk saling mengenal dan mendukung.


__ADS_2