TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana


__ADS_3

"Wow......kalian bersenang-senang tanpa kami ya?" Suara seorang pria terdengar menyapa dari balik keramaian di dalam mansion Dave membuat mereka semua yang ada di sana sontak berbalik melihat ke arah asal suara.


"Dad? Mom?" Pekik Arvina tak percaya dan langsung berlari memeluk kedua orang tuanya yang datang bersama Hansen dan Arzena.


"Apa kabar sayang?" Tanya Zevina memeluk erat putri sulungnya itu.


"I'm good, Mom. Bagaimana dengan kalian?" Tanya Arvina balik kini memeluk Darvin.


"Kami juga baik-baik, sayang." Jawab Darvin memeluk erat putrinya.


"Kenapa kalian bisa bersama Zenan dan Hans?" Tanya Arvina penasaran.


"Kami tadi mengunjungi mereka duluan karena ingin melihat cucu-cucu kami." Jawab Zevina mengelus perut buncit Arzena.


Arvina mengangguk sambil membulatkan bibirnya membentuk huruf o.


"Kalian mengadakan pesta apa?" Tanya Hansen antusias.


"Em..ayo, masuk dulu. Kalian akan tahu nanti." Ajak Arvina lalu menggandeng kedua orang tuanya.


"Hai Dad, Mom." Sapa Dave pada kedua mertuanya secara bergantian.


"Hai..apa kabarmu?" Tanya Darvin setelah melepas pelukannya dari menantunya.


"Aku sangat bahagia." Jawab Dave semangat lalu menarik Arvina ke dalam dekapannya.


"Ada apa?" Tanya Zevina penasaran melihat kebahagiaan kedua suami-istri itu.


"Nanti akan kami beritahu. Mom dan Daddy bisa menyapa yang lain dulu jika ingin." Jawab Dave tersenyum lebar.


"Baiklah." Sahut Darvin lalu menarik istrinya untuk menyapa anggota keluarga yang lainnya.


Pesta sederhana itu pun kembali berlangsung dengan meriah.


"Okay semuanya, attention please!" Ucap Dave yang kini sudah bersama Arvina berdiri berhadapan dengan semua anggota keluarga mereka.


Semua anggota keluarga mereka serentak menoleh dan fokus pada mereka.


"Em...sebelumnya, aku ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua atas dukungan yang kalian berikan kepadaku dan istriku tercinta. Aku sangat bersyukur karena aku diberi kesempatan masuk di tengah-tengah keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang seperti keluarga istriku." Ucap Dave sambil tersenyum lebar dan mendekap Arvina mesra.


"Katakan intinya Dave!" Titah Darvin penasaran.


"Benar Dave, langsung saja ke intinya!" Jeymian menimpali.

__ADS_1


"Wah wah..kalian sudah tidak sabar rupanya." Goda Dave kepada kedua orang tua itu.


"Em..jadi sebelumnya sempat terjadi sebuah masalah yang membuat aku dan istriku mengalami kesalahpahaman yang berujung pertengkaran, tapi semua itu nyatanya hanyalah salah paham. Istriku sedih saat mengetahui ia tidak bisa memberikan keturunan kepadaku hingga melakukan sebuah sandiwara yang jelas membuatku sakit hati sebagai seorang suami. Tapi semua itu sudah berlalu dan diselesaikan dengan baik. Dan...yang paling penting adalah sekarang istriku sedang hamil dan usia kehamilannya sudah masuk minggu ke-enam. Semua itu benar-benar keajaiban untuk kami dan berkat doa dan dukungan dari kalian semua." Ucap Dave bahagia bahkan menitikkan air mata bahagianya.


"Oh my God! Cucuku akan bertambah lagi." Pekik Darvin bahagia dan langsung berlari memeluk kedua sejoli yang sedang berbahagia itu diikuti anggota keluarga lainnya.


"Congrats.." Ucap Darvin bahagia.


"Thanks Dad." Sahut keduanya.


"Selamat untuk kalian." Ucap Jeymian memeluk keduanya.


"Terima kasih, Dad." Sahut Arvina bahagia.


Ucapan selamat disertai doa baik ditujukan kepada Dave dan Arvina yang sedang berbunga-bunga dari para sahabat dan anggota keluarga inti.


"Ken, kau tidak mau mengucapkan selamat kepada kami?" Tanya Arvina menggoda Ken.


"A aku..aku.." Ken gelagapan karena merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya.


Ia merasa gerah dan kepanasan.


"Kau kenapa Ken?" Tanya Elviana bersandiwara sambil menggenggam tangan Ken.


"Kau memasukkan sesuatu ke dalam minuman tadi?" Tanya Ken kesal.


"Ah..sepertinya kau butuh bantuan Ken." Ucap Elviana menggoda.


"Semuanya..aku dan Ken masih ada urusan pekerjaan. Kami terpaksa harus pergi dulu. Maaf atas ketidaknyamanan ini." Ucap Elviana pamit kepada semuanya dan menarik Ken keluar meninggalkan mansion Dave.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Arzena bingung.


"Sudahlah! Pasti masalah hati lagi. Biarkan saja mereka selesaikan masalah mereka." Sahut Hansen tersenyum penuh makna.


Hansen tahu gelagat yang Ken tunjukkan sama persis dengannya saat ia terpengaruh obat perangsang yang diberikan Olivia beberapa waktu lalu.


"Kita lanjutkan saja pestanya." Usul Arzevin yang diam-diam sedih karena Elviana pergi bersama Ken.


Pesta pun kembali berlangsung dengan penuh kebahagiaan.


•••••••••••••••••••


"Ken, apa kau sudah tidak tahan lagi?" Tanya Elviana menggoda Ken sambil menyetir.

__ADS_1


"Kau gila El! Kenapa melakukan ini?" Tanya Ken dengan suara beratnya sambil menahan gairahnya yang sudah memuncak.


"Karena aku mencintaimu. Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu pergi dariku!" Tegas Elviana tanpa keraguan sedikitpun.


"Kau bisa mendapatkan pria yang lebih dariku. Jangan menghabiskan waktumu untuk orang tidak berguna sepertiku." Ucap Ken dengan tatapan sayu bahkan tangannya berusaha untuk menyentuh Elviana namun sekuat tenaga ia tahan.


"Tidak! Apapun yang aku inginkan, aku harus dapatkan dan itu termasuk dirimu! Kau pria pertama dan satu-satunya yang berani menolakku dan itu sebabnya aku harus menjadi milikmu begitupun sebaliknya." Ucap Elviana menambah laju mobilnya.


"Berhenti sekarang El! Biarkan aku sendiri!" Titah Ken berusaha menghentikan Elviana.


"Tidak akan! Bahkan jika harus mati, kita akan mati bersama." Tegas Elviana lagi.


Gadis itu benar-benar gila pada Ken.


Ken memilih diam dan berusaha meredam gejolak dalam dirinya yang benar-benar butuh pelepasan saat ini.


Mereka telah sampai di apartemen Elviana. Tempat itu sebenarnya sudah sering Ken datangi, apalagi jika bukan ulah Elviana yang sering meminta Ken datang dengan mengatasnamakan pekerjaan.


"Ayo, masuk!" Titah Elviana menyeret Ken.


"Lepaskan aku! Aku bisa berjalan sendiri." Ken menepis kasar tangan Elviana.


Mereka berjalan berdampingan hingga masuk ke dalam lift.


"Ken, aku mencintaimu!" Ucap Elviana tanpa ragu dan langsung menyerang bibir Ken.


Elviana dengan berani mencium Ken bahkan saat mereka masih berada di dalam lift tanpa peduli dengan reputasinya sebagai seorang model yang sedang naik daun.


"Argh..." Ken mengerang kecil saat Elviana menggigit kecil daun telinga Ken.


Ting


Pintu lift terbuka dan mereka sudah berada di depan unit apartemen Elviana.


Elviana segera membuka pintu dan menarik Ken masuk ke dalam unit apartemennya.


"Ayo Ken, lakukan itu padaku!" Titah Elviana mendorong Ken hingga terbaring di sofanya.


"Tidak! Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama." Tolak Ken berusaha mengembalikan kesadarannya.


"Kita tidak salah Ken. Aku mencintaimu, aku menginginkanmu. Hanya dirimu!" Ucap Elviana tegas.


"Pergi El! Jangan bodoh! Kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku." Titah Ken berusaha mendorong Elviana yang sudah berada di atasnya.

__ADS_1


"Kau benar! Bahkan jika aku mau, aku bisa mendapatkan kakak dari wanita yang sedang mengandung anakmu itu. Sayangnya aku tidak tertarik. Yang aku inginkan hanya dirimu." Ucap Elviana langsung kembali menerkam bibir Ken.


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2