TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Siasat Keanu


__ADS_3

"Uncle Ke." Sapa Dave menyambut Keanu.


Keanu langsung terbang dari Italia kemarin setelah mendengar berita dari Dave tentang Arvina yang menghilang, dan kini ia telah sampai di kediaman Dave.


"Jadi, bagaimana?" Tanya Keanu lalu duduk berhadapan dengan Dave dan Drick yang sibuk berkutat di depan laptopnya.


Kantong mata kedua pria itu terlihat jelas.


"Tidak ada hasil." Drick menggeleng pelan.


"Sama sekali tidak ada?" Tanya Keanu seolah tak percaya.


Drick kembali menggeleng.


"Ponsel Arvina terakhir kali aktif di mall. Dan setelah itu sama sekali tidak ada tanda-tanda ponselnya aktif, maka dari itu kami tidak bisa melacak GPS ponselnya." Jawab Drick lagi.


Keanu terdiam sejenak dan tampak berpikir.


"Bagaimana dengan pelaku? Apa kau punya gambaran, siapa yang paling memungkinkan?" Tanya Keanu lagi pada Dave.


"Aston! Pria bermata satu dengan luka sayatan di keningnya." Jawab Dave yakin.


"Orang-orang yang berhubungan dengan Aston?" Keanu lagi-lagi bertanya seperti seorang detektif.


"Para anak buahnya ... Ah, kenapa aku sampai lupa. Ken cabul juga berhubungan dengan Aston." Drick menjentikkan jarinya.


"Aku tidak membawa orang-orang ku. Jadi aku ingin kalian menemukan keberadaan Ken. Biar aku nanti yang menginterogasi dia." Ujar Keanu tegas.


"Baik uncle Ke." Jawab Dave sopan.


Drick segera menghubungi beberapa bawahannya termasuk yang menjaga club DAVEIL untuk menemukan Ken.


Ponsel Drick kembali berbunyi.


"Katakan!" Titah Drick dingin.


" ... "


"Baik." Jawab Drick langsung mematikan panggilannya.


"Uncle Ke, mereka sudah menemukan Ken, dan kalian tahu? Ken sedang mengintai rumah Hansen dan Arzena." Ucap Drick membuat Dave dan Ken terkejut.


"Segera kita dapatkan dia! Jangan sampai dia lolos!" Titah Keanu mencekam.


Keanu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Aku ingin kau cari tahu data-data tentang seorang anak pria bernama Ken, selain dari data-data yang Darvin punya dan dapat dari panti asuhan." Titah Keanu tegas.


Panggilannya pun segera di akhiri.


"Kenapa aku merasa sifat Ken terlalu mirip dengan Roy? Sama-sama psikopat namun tak terlihat." Batin Keanu.


"Ayo Uncle." Ajak Dave yang telah menyiapkan senjatanya, begitupun Drick.


Mereka segera menuju ke rumah Hansen untuk mengepung Ken.

__ADS_1


"Apakah Hansen dan Zena ada di rumah?" Tanya Keanu was-was. Ia hanya tidak ingin Arzena akan terganggu ketika terjadi keributan nanti.


"Mereka masih di rumah sakit, dan Zena masuk ke rumah sakit semua juga karena si cabul gila itu." Jawab Drick kesal.


"Apa mungkin sesuai yang aku pikirkan? Tapi usianya? Jika memang benar, seharusnya anak itu seumuran Arzevin dan bukan dengan twins." Batin Keanu lagi.


Dua puluh lebih tahun yang lalu, setelah Derex mengeksekusi Roy, Keanu sempat mencari tahu tentang orang-orang yang berhubungan dengan Roy.


Keanu mendapati nama seorang Rexa yang adalah sekretaris Roy, dan tengah mengandung bayi Roy. Tapi pada akhirnya Keanu tidak melanjutkan pencariannya.


Tak lama mereka pun sampai di depan rumah Hansen.


"Biar aku yang turun!" Ucap Keanu mencegah Dave dan Drick turun dari mobil.


Keanu sudah melihat keberadaan Ken, namun Ken tidak menyadari kedatangan Keanu karena terlalu fokus mengintai rumah Hansen.


"Ken.." Panggil Keanu dan menepuk sekali pundak Ken membuat Ken tersentak kaget.


"U uncle Ke?" Tanya Ken gelagapan.


Ken hendak lari namun dengan cepat Keanu menahannya dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.


Dave dan Drick menatap tajam pada Ken.


"A ada apa ini?" Tanya Ken mulai takut.


Drick segera menjalankan kembali mobilnya dan kembali ke mansion Dave.


Sesampainya di mansion Dave, Dave segera menyeret Ken menuju ke ruang bawah tanah.


"Apa ma mau ka kalian?" Tanya Ken terbata-bata.


"Katakan dimana Arvina dan kau akan bebas!" Titah Keanu mencekam.


Ken menggeleng.


"A aku tidak tahu." Jawab Ken ketakutan.


Dave dan Drick tersenyum meremehkan.


"Kau tidak tahu? Tapi kau pasti tahu siapa yang menahannya bukan?" Tanya Dave geram.


"A Aston yang menahannya." Jawab Ken.


Dave mengambil satu cambuk dan mengayunkan cambuk itu.


SHATTT


Dave dengan keji mencambuk punggung Ken, namun Ken tidak berteriak sakit. Ia hanya memejamkan matanya dan tubuhnya bergetar karena ketakutan.


"Katakan dimana istriku!" Teriak Dave dengan amarah penuh.


Ken menggeleng.


"Su sungguh aku ti tidak tahu. Aku be berani bersumpah." Jawab Ken tanpa menatap ketiga pria berbeda generasi itu.

__ADS_1


Dave kembali mengangkat cambuk nya dan hendak mencambuk Ken lagi, namun Keanu menahannya.


"Kau bisa membunuhnya tanpa mendapatkan informasi apapun. Dan aku rasa dia juga tidak berbohong." Ucap Keanu.


Dave mencoba tenang dan mendengarkan nasihat Keanu.


"Sebaiknya kita cari informasi lain saja." Usul Keanu dan kedua pria itu menyetujui.


Mereka keluar meninggalkan Ken di dalam ruangan itu. Tak lupa mereka mengunci ruangan itu dengan sangat ketat.


•••••••••••••••••


"Aston, kapan kau akan melepaskan diriku?" Tanya Arvina kesal.


Aston hari ini seharian memintanya untuk duduk dan menemaninya bekerja.


Aston hanya tersenyum menanggapi Arvina yang sudah merengek kesal sedari tadi.


Aston segera menyelesaikan pekerjaannya.


Ia berjalan menghampiri Arvina yang sedang cemberut.


Tanpa rasa malu Aston membaringkan kepalanya di atas pangkuan Arvina.


"Jangan memasang tampang seperti itu, itu hanya membuatmu terlihat lebih cantik dan manis." Ucap Aston mencolek hidung Arvina.


"Aku ingin bebas Aston!" Ucap Arvina meninggikan suaranya.


"Cintai aku maka kau akan bebas!" Titah Aston lembut.


"Cinta lagi cinta lagi..kau pikir aku ini apa? Bisa mencintai seorang yang lain dengan begitu mudah?" Gerutu Arvina kesal.


Aston tersenyum.


"Mau ke pantai lagi?" Tanya Aston membuat penawaran.


"Tidak mau!" Arvina menjawab dengan ketus dan tanpa aba-aba ia bangkit dari duduknya membuat Aston jatuh ke lantai.


Arvina langsung keluar dari ruangan Aston saking kesalnya.


Aston segera mengejar Arvina.


Dengan langkah lebar Aston berhasil mengejar Arvina dan menarik Arvina ke dalam pelukannya.


"Katakan! apa yang bisa membuatmu mencintaiku? Aku pasti akan melakukan semuanya untukmu." Pinta Aston.


"Mencintai seseorang tidak semudah yang kau inginkan Tuan Aston! Sebaik apapun kau mencoba atau sejahat apapun kau memaksa, tetap saja jika tidak cinta maka tidak akan pernah bisa mencintai." Jawab Arvina pelan.


"Maka nikmati saja sisa hari mu di sini!" Aston melepaskan pelukannya dengan sedikit kasar dan berlalu meninggalkan Arvina.


"DASAR PRIA BRENGSEK! KAU PIKIR PRIA ITU SEPERTI PAKAIAN YANG BISA DIGANTI SESUKA HATI? SIALAN! MATI SAJA KAU ATAU BUTA SAJA KEDUA MATAMU ITU!" Teriak Arvina kesal dan memaki.


Arvina akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam kamar dan mengistirahatkan otaknya yang lelah.


...~ TO BE CONTINUE ~...

__ADS_1


__ADS_2