
"Dave, tenanglah dan duduklah dulu." Titah Arvina menuntun suaminya untuk duduk dan berhadapan dengan kedua orang tuanya.
Arvina menggenggam erat tangan Dave untuk memberi dukungan.
"Jelaskan lah!" Titah Dave dingin.
"Memang benar yang kau katakan Dave. Daddy menderita penyakit langka dan juga mengalami komplikasi. Tidak ada kemungkinan lagi untuk Daddy sembuh." Jelas Jeymian menunduk.
"Lalu untuk apa kalian mendatangiku jika sebentar lagi kau akan mati? Tidakkah kalian berpikir, itu sama saja dengan memberi harapan palsu keoadaku?" Tanya Dave dengan suara meninggi.
"Dave, Daddy hanya ingin memberikan kasih sayang yang belum pernah Daddy berikan kepadamu sebelum Daddy pergi untuk selamanya." Jawab Jeymian memberanikan diri menatap putranya.
Dave terdiam. Ada perasaan bersalah karena membentak kedua orang tuanya tadi.
"Daddy tahu Daddy bersalah. Tapi hanya ini yang mampu Daddy lakukan untuk menebus segala kesalahan Daddy dan Mommy disisa waktu Daddy." Ucap Jeymian menahan air matanya.
Dave kini menunduk mendengar penuturan kedua orang tuanya, Dave tidak menyangka ternyata orang tuanya terutama Ayahnya rela menyembunyikan penyakitnya demi mendapatkan maaf dan ampun atas semua kesalahannya.
"Maafkan aku Dad." Pinta Dave menunduk.
"Tidak, kau tidak bersalah." Ujar Jeymian menatap putranya.
"Dave, sepertinya kami lebih baik mengatakan kebenarannya sekarang." Ucap Rexa menatap putranya dengan rasa bersalah.
"Ada apa? Apa lagi yang kalian sembunyikan dari ku?" Tanya Dave dingin.
Hubungan Dave dan kedua orang tuanya memang sudah membaik, namun tidak mengurangi sikap dinginnya sedikit pun.
Meminta maaf saja suaranya dingin dan datar.
"Sebenarnya kau mempunyai saudara tiri. Lebih tepatnya kakak tiri." Ujar Rexa tidak berani menatap putranya.
Mendengar itu, Dave langsung menoleh ke arah Arvina mengingat beberapa waktu lalu Arvina bertanya tentang hal itu kepada Dave.
Arvina mengangguk memberi kode agar Dave mendengarkan semua penjelasan kedua orang tuanya.
"Katakan saja!" Titah Dave dingin.
"Tiga tahun sebelum kau lahir, Mommy melahirkan seorang anak laki-laki dari pria tidak bertanggung jawab yang Mommy cintai sebelum bertemu dengan Daddy mu. Dia lahir prematur dan badannya sangat kecil saat itu. Beberapa bulan setelahnya pun berat badannya tidak bertambah banyak. Kemudian Mommy bertemu dengan Daddy mu. Mommy yang memang bercita-cita menjadi seorang model pun ditawari oleh Daddy mu untuk menjadi model dengan syarat Mommy harus menyerah atas bayi mungil itu. Ego Mommy sangat besar saat itu hingga akhirnya Mommy menyerah dengan paksaan Daddy mu dan menyerahkan kakakmu ke panti asuhan saat ia berumur satu tahun. Daddy mu memaksa memalsukan semua data dirinya kecuali nama." Jelas Rexa dengan bercucuran air mata.
"Arghh.." Dave mengerang frustasi dan menjambak kasar rambutnya.
"Kenapa kalian keji sekali? Aku kira hanya aku yang menjadi korban kalian, tapi ternyata aku adalah korban berikutnya." Ucap Dave geram.
"Maafkan Mommy dan Daddy, Dave." Pinta Rexa penuh penyesalan.
__ADS_1
"Siapa? Katakan siapa kakakku? Aku harus menemukannya agar kalian juga bisa menebus kesalahan kalian kepadanya." Titah Dave geram namun juga antusias.
Rexa dan Jeymian hanya menunduk takut.
"Sayang, aku tahu siapa kakakmu. Uncle Ke yang berhasil menyelidikinya secara diam-diam. Tapi aku harap kau tidak marah setelah mendengar kenyataannya." Ucap Arvina menangkup wajah suaminya.
Dave mengernyit bingung.
"Katakan sayang! Katakan siapa kakakku?!" Titah Dave penasaran.
"Ken. Dia adalah kakak tirimu dari Ayah yang berbeda." Jawab Arvina lantang.
Dave langsung menepis kasar tangan Arvina dari wajahnya.
"TIDAK! Tidak mungkin bangsat itu adalah kakakku. Tidak mungkin!" Ucap Dave menggeleng kuat menolak kenyataan yang ia dapatkan.
"Ini tidak mungkin! Tidak." Dave langsung bangkit dari duduknya dan berlari masuk ke dalam ruangan mini barnya.
"Dad, Mom, kalian istirahatlah dulu! Aku akan membujuknya." Titah Arvina dan langsung mengejar Dave.
Arvina segera berlari menuju ruangan mini bar Dave.
"Dave, buka pintunya!" Titah Arvina lantang karena Dave mengunci pintu ruanan itu.
PRANGGG PRANGGG
"Astaga pria ini, kenapa selalu saja tidak bisa mengendalikan emosinya?" Gumam Arvina kesal.
Arvina memutuskan untuk mencari kunci cadangan.
"Amy, apakah ada kunci cadangan untuk ruangan mini bar Dave?" Tanya Arvina saat berpapasan dengan Amy.
"Ada Nona. Sebentar aku ambilkan." Jawab Amy.
Amy bergegas mengambil kunci cadangan untuk Arvina.
"Ini Nona." Ucap Amy menyerahkan sebuah kunci.
"Terima kasih." Ucap Arvina dan langsung kembali ke depan pintu ruangan mini bar Dave dan membuka pintu itu.
"Dave.." Panggil Arvina lirih saat melihat ruangan mini bar itu sangat berantakan.
Basah dimana-mana karena Dave melempar begitu banyak botol minuman mahalnya hingga pecah berantakan dan berserakan di lantai.
"SIAL!" Dave menendanga meja kerjanya seolah kakinya tidak merasakan sakit.
__ADS_1
"Dave hentikan! Kau bisa membunuh dirimu sendiri!" Titah Arvina segera memeluk dan menghentikan aksi gila Dave.
"Aku tahu ini berat Dave. Tapi kenyataannya seperti itu. Kita tidak bisa merubah garis takdir yang sudah dituliskan." Bujuk Arvina mengusap lembut punggung Dave.
"Aku tidak sudi mempunyai kakak seperti itu!" Geram Dave penuh kebencian.
"Dave, aku tahu bagaimana perasaanmu..Tapi apa kau tidak berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk memperbaiki semuanya. Kau bisa mempertemukan Mommy dengan Ken. Kau bisa menebus kesalahanmu pada Ken karena membuat hidupnya luntang-lantung seperti saat ini. Jika saja bukan karena kau membuat ia kehilangan pekerjaan dan mimpinya, semua itu tidak akan terjadi." Ucap Arvina membujuk suaminya.
Dave terdiam. Dengan Arvina, Dave bisa belajar menjadi sedikit lebih tenang dan mendengar pandangan orang lain.
"Mungkin memang sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Semua bisa diperbaiki. Cukup buka hatimu Dave. Ken sama sepertimu. Terlantar dan terbuang dari kecil. Bedanya adalah kau terlahir sempurna dan sehat. Ken lahir prematur dan dia bahkan harus di buang tanpa belas kasih oleh Ibunya sendiri." Bujuk Arvina lagi.
"Dimana Ayahnya?" Tanya Dave dengan suara lebih tenang.
"Ayahnya meninggal karena dihukum Daddy Derex. Ayahnya dihukum karena menjahati Mommy ku saat Mommy ku sedang mengandung kak Ar." Jelas Arvina.
Dave terdiam.
"Dave, aku tidak membela atau menyalahkan siapapun dalam hal ini. Aku hanya ingin kau memberi dirimu dan Ken satu kesempatan. Demi Mommy kalian. Agar Daddy Jeymian bisa setidaknya meminta ampun dari Ken." Ucap Arvina melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Dave.
"Sekali saja Dave. Aku percaya semuanya akan membaik setelah ini." Pinta Arvina.
"Aku ... "
"Nona, ada panggilan dari Tuan Keanu untuk Nona." Amy memotong perkataan yang ingin Dave ucapkan dan menyerahkan ponsel Arvina.
Arvina segera menerima ponselnya dan menjawab Keanu.
"Ada apa uncle?" Tanya Arvina khawatir.
" ... "
"Apa? Dimana? Bagaimana bisa?" Tanya Arvina beruntun.
" ... "
"Baik, baik. Kami segera kesana." Ucap Arvina dan panggilan pun terputus.
"Dave, bawa senjatamu! Ken dalam bahaya. Aku jelaskan di jalan!" Titah Arvina panik.
Dave memilih menurut dan segera mengambil pistolnya dari laci meja mini bar nya dan mereka keluar dari ruangan itu dan langsung meninggalkan mansion.
...~ TO BE CONTINUE ~...
######
__ADS_1
...YUHUUU....MAMPIR YOKK...