TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Double Wedding


__ADS_3

Tiga Minggu Kemudian


Tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Dave dan Hansen yaitu hari mereka akan secara resmi mempersunting wanita yang mereka cintai.


Dave bahkan tidak bisa tidur semalaman tadi malam karena gugup untuk hari ini. Ia hanya berguling ke kanan dan kiri, gelisah.


Ia bahkan berusaha menyelinap masuk ke dalam kamar Arvina tadi malam, sayangnya anak buah Keanu menjaga ketat kedua keponakan Derex. Bahkan untuk setiap anggota keluarga, Keanu menyiapkan lebih dari dua pengawal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Anak buah Keanu dan Anak buah Dave bergabung menjaga ketat hotel tempat mereka menginap. Sudah bisa dipastikan tidak akan ada celah sedikitpun untuk orang luar bisa masuk karena seluruh wilayah sekitaran hotel disewa secara penuh oleh Dave dan Hansen.


Dave kini bergabung dengan Hansen di dalam satu kamar untuk bersiap.


"Bung, kau tahu? Aku sangat tidak sabar ingin cepat upacara pernikahan ini selesai, agar aku bisa memiliki wanitaku sepenuhnya." Oceh Dave.


"Kau berisik sekali Dave. Astaga, dari tadi sudah mengatakan hal yang sama berulang kali." Celoteh Hansen sedikit sebal.


Benar yang dikatakan Hansen, Dave dari tadi mengatakan hal yang sama berulang kali.


"Aku sangat gugup saat ini." Ucap Dave tersenyum kaku.


"Hei, kau benar-benar tidak mengabari kedua orang tuamu?" Tanya Hansen ragu.


"Tidak! Mereka tidak pernah menganggapku ada, jadi tidak ada pentingnya mereka untuk hadir di hari bahagiaku." Tegas Dave.


Hansen hanya mengangguk paham.


Dave tiba-tiba saja menjadi diam setelah Hansen bertanya seperti itu padanya.


"Hei, kalian sudah siap?" Tanya Keanu yang bersandar pada daun pintu yang terbuka.


"Uncle Ke. Um, sedikit lagi." Jawab Hansen sopan sedangkan Dave seperti tidak merespon.


Keanu diminta untuk menjadi pendamping mereka, orang yang mewakili orang tua mereka. Hansen sudah tidak memiliki orang tua dan orang tua Dave memang tak pernah menganggapnya ada.


Hansen menyemprotkan parfum pada kedua sisi lehernya dan juga pergerakan tangannya.


"Sudah." Gumam Hansen semangat.


"Kau kenapa? Ingin mengubah keputusan?" Tanya Keanu melihat Dave yang tidak bersemangat.


Bukannya menjawab, Dave malah berjalan mendahului Keanu dan Hansen begitu saja.


Keanu tampak bingung dengan sikap Dave pun menatap Hansen seolah bertanya, ada apa?


Hansen mengatakan apa yang terjadi pada Keanu sambil mereka pun keluar dari kamar menuju ke aula hotel, tempat mereka akan mengadakan upacara pernikahan.


Hansen dan Dave kini menunggu di dalam Aula hotel tepatnya di atas panggung altar pernikahan mereka.

__ADS_1


"Aish..aku terlambat." Drick merutuki dirinya saat mendapati kedua sahabatnya sudah berdiri gagah di atas panggung. Dengan nafas tak beraturan ia segera menyusul kedua sahabatnya beserta Keanu.


Drick membungkuk sejenak memberi hormat pada Keanu lalu berdiri di samping Keanu.


Beberapa orang dan anggota keluarga inti juga mulai memasuki Aula hotel tersebut dan duduk di tempat yang sudah disediakan.


"Ya Tuhan! Cantik sekali!" Gumam Drick saat melihat Raina memasuki ruang Aula itu dengan menggandeng lengan Jacki.


Kini fokus tatapan Drick hanya tertuju pada Raina dan Raina yang tidak sengaja memandang ke arah Drick pun memberikan senyuman kecil.


"Apa kau tertarik pada gadis itu?" Bisik Keanu menggoda.


"Gadis? Apa kau yakin Tuan?" Tanya Drick padahal bukan itu yang ingin ia ucapkan.


"Haha. Dia itu dari keluarga terpandang juga. Dan aku sudah cukup mengenalnya. Dia belum pernah tersentuh oleh pria mana pun kecuali saat sedang photoshoot." Jelas Keanu.


"Dia model? Apa dia yang Vina katakan? Tapi dia tampak sangat dewasa. Bahkan penampilannya..sangat panas." Gumam Drick tersenyum licik.


Tak lama kemudian, dua bidadari cantik berwajah sama itu pun masuk kedalam Aula hotel masing-masing digandeng oleh Darvin dan Zevina.


Arzena tampak anggun dalam balutan gaun pengantin sexy dengan riasan wajah bold, sedangkan Arvina tampak manis dengan gaun pengantin yang lebih tertutup dengan riasan wajah yang lebih flawless.


Mereka cantik dengan gaya mereka masing-masing dan gaun pengantin mereka adalah desain dari Angelo. Milik Arvina memang sudah lama di desain atas permintaan Dave dan milik Arzena, Angelo mendesainnya dengan desakan dari Hansen dan beruntung hasilnya sangat memuaskan.


Dave menitikkan air mata harunya, namun dengan gerakan cepat ia menyeka air matanya menggunakan telapak tangannya.


Kedua wanita itu kini telah berhadapan dengan Dave dan Hansen.


Darvin dan Zevina pun turun lalu duduk di tempat yang telah disediakan.


Dave dan Hansen pun berdiri berhadapan dengan wanita mereka masing-masing.


Satu persatu dari mereka mulai mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Sungguh, Dave menjadi sangat mellow bahkan ia beberapa kali menyeka air matanya.


Janji suci pernikahan selesai diucapkan dan mereka memasangkan cincin pernikahan mereka pada jari pasangan mereka masing-masing.


Kini mereka telah resmi menjadi dua pasang suami istri dengan tuntutan dan kewajiban berbeda. Hansen bertanggung jawab penuh pada bayi di dalam rahim Arzena.


Mereka menggabungkan upacara pernikahan mereka dengan resepsi sekaligus. Jadi mereka tidak perlu menunggu hingga malam atau hari berikutnya.


"Sayang, aku sangat bahagia." Ucap Dave menciumi leher istrinya padahal mereka masih di atas pelaminan.


"Dave, hentikan! Ini di tempat umum." Titah Arvina malu.


"Kita sudah suami istri." Goda Dave tidak mau kalah.

__ADS_1


"Suami istri pun tidak perlu melakukan hal itu di tempat umum!" Ketus Hansen membuat Dave kalah telak.


Dave akhirnya bersikap manis dan duduk dengan tenang.


"Tunggu sebentar di sini!" Titah Hansen pada Arzena lalu berjalan meninggalkan pelaminan.


Arzena bingung apa yang ingin Hansen lakukan, dia bahkan keluar dari ruangan Aula.


Tak butuh waktu lama Hansen kembali membawa sepasang sneakers. Ia kemudian mengganti sepatu hak tinggi Arzena dengan sneakers yang ia bawa.


"Kakimu akan sakit jika harus seharian memakai sepatu seperti itu." Ucap Hansen tersenyum manis pada istrinya.


Semakin lama semakin banyak orang yang berdatangan.


Meninggalkan kedua pasang mempelai di atas pelaminan.


Drick sedang berusaha mencari Raina di tengah kerumunan orang ramai.


"Siapa yang kau cari Drick?" Tanya Arzevin saat melihat Drick kerepotan.


"Em..seorang perempuan cantik. Aku belum tahu namanya. tapi tadi dia datang bersama lelaki itu." Jawab Drick menunjuk ke arah Jacki.


Arzevin mengerti.


"Dia kakak kami, namanya Raina. Tapi entahlah kemana ia sekarang. Dia tidak terlalu menyukai keramaian." Jelas Arzevin.


"Baiklah aku akan mencarinya." Tegas Drick meninggalkan Arzevin.


Drick kembali mencari gadis pujaan hati pada pandangan pertamanya itu.


Dengan menajamkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan, namun nihil.


Drick memutuskan untuk mencari keluar ruangan. Ia mencari disetiap lorong hotel itu dengan teliti..


Akhirnya ia menemukan Raina sedang dikungkung oleh seorang pria. Raina tampak tak nyaman dengan posisi itu dan berusaha melepaskan diri.


"Hei, kau apakan kekasihku?" Teriak Drick kesal dan mendekati mereka


Pria asing itu tertawa meremehkan.


"Honey, apa benar dia kekasihmu?" Tanya pria itu.


"Tentu saja dia kekasihku!" Tegas Drick membuat pria itu melepaskan Raina dan menghampiri Drick.


"Apa buktinya dia adalah kekasihmu?" Tanya pria itu menantang.


......~ TO BE CONTINUE ~......

__ADS_1


######


Masih ada yang mau ikutan Grup Chat Whatsapp?


__ADS_2