TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
I LOVE YOU, DAD


__ADS_3

___ Beberapa Jam Lalu ___


"Drick, apa kau yakin kita akan menemui keluargaku hari ini?" Tanya Raina gugup.


"Yakin. Bahkan sejak awal kita bertemu pun aku sudah sangat yakin. Hanya saja aku belum mendapatkan kesempatan." Jawab Drick tersenyum hangat.


"Tapi aku takut Daddy akan marah dan menyakitimu." Raina menimpali dengan nada manja.


"Aku siap apapun resikonya!" Sahut Drick tegas dan yakin.


Drick berjalan mendekati Raina dan sudah anggun dalam balutan dress motif bunga-bunga.


Drick merengkuh pinggang Raina hingga keduanya sangat dekat.


"I love you, Raina White!"


Drick tanpa ragu menyatukan bibir mereka dan Raina hanyut terbawa suasana dalam ciuman panas Drick.


Raina memutuskan untuk membuka hatinya untuk Drick dan sudah satu minggu ini hubungan mereka berdua berjalan dengan baik.


Drick sangat memanjakan Raina dalam segala sesuatu, dan ia selalu mengutamakan Raina.


"Ayo, jangan sampai kita terlambat." Ajak Drick setelah ciuman panas mereka berakhir.


"Drick.." Panggil Raina menahan langkah Drick.


"Ada apa?" Tanya Drick berbalik menghadap Raina.


"Aku ingin jika nanti Daddy sudah setuju, kita cukup menikah terdaftar saja di catatan sipil. Maksudku, aku tidak ingin mengadakan pesta." Pinta Raina menunduk.


Drick salah paham.


"Apa aku seburuk itu sampai kau malu untuk mengenalkan diriku kepada kerabatmu?" Tanya Drick mencengkram kuat kedua lengan atas Raina.


"Bukan begitu Drick. Hanya saja, beberapa hari ini aku selalu cepat merasa lelah. Lagipula, sejujurnya aku tidak suka sesuatu yang heboh dan mewah." Jelas Raina.


Drick sontak melepaskan cengkramannya.


"Maaf, maaf menyakitimu." Pinta Drick menggosok lembut kedua lengan Raina yang ia cengkram tadi.


Raina menghentikan pergerakan tangan Drick dan menggenggam erat kedua tangan kekar itu.


"Aku tidak apa-apa, sungguh." Ucap Raina tersenyum tulus.


Raina memberanikan diri untuk pertama kalinya mengecup pipi Drick.


CUP


"Itu tandanya aku tidak apa-apa." Ucap Raina tersenyum namun kini wajahnya merona malu.


Drick tersenyum bahagia.


"Ya sudah, ayo kita pergi!" Ajak Drick menggenggam tangan Raina.


Raina menepis tangan Drick dan secepat kilat malah menggandeng manja lengan Drick.

__ADS_1


"Kau ini..yang manja itu anak kita atau dirimu?" Tanya Drick menggoda Raina.


"Keduanya. Kau harus tahan dengan sifat manja ku!" Jawab Raina.


"Hati-hati!" Titah Drick menuntun Raina masuk ke dalam mobilnya.


"Aku akan selalu tahan denganmu sayang, asal kau jangan bilang kau mau meninggalkan diriku." Sahut Drick setelah ia masuk ke dalam mobilnya.


Drick pun segera menjalankan mobilnya menuju ke kediaman keluarga White..


"Sayang, boleh aku memanggilmu begitu?" Tanya Raina malu-malu.


"Sure. Kau mau memanggilku Daddy nya anak-anak juga aku sangat setuju." Jawab Drick semangat.


Raina terkekeh pelan.


"Nanti aku ingin membeli es krim." Pinta Raina semangat.


"Aku belikan. Kalau perlu aku beli toko es krimnya sekaligus. Tapi tidak di sini. Nanti setelah kita kembali ke Sydney." Sahut Drick semangat.


Drick sungguh tidak bisa menutupi kebahagiaannya.


Satu setengah jam kemudian mereka sampai di kediaman White.


Mereka turun masing-masing dari mobil.


"Kenapa ada mobilnya di sini?" Gumam Raina khawatir saat melihat mobil Velano terparkir di depan rumah orang tuanya.


"Ayo kita masuk." Ajak Drick menggenggam tangan Raina.


"Dad, Mom.." Panggil Raina dan langsung berlari kecil memeluk kedua orang tuanya dan kedua orang tua sambungnya bergantian.


Drick masih mematung di dekat pintu. Bagaimanapun juga, Drick tetap merasakan gugup yang luar biasa.


"Kau darimana saja sayang?" Tanya Alice terharu.


"Em..ceritanya panjang Mom." Jawab Raina kemudian tidak sengaja melirik ke arah Velano yang menatapnya tanpa ekspresi.


"Sayang, kemarilah!" Panggil Raina pada Drick.


Pelan tapi pasti, Drick mendekat.


"Ini Drick. Dia calon suamiku." Ucap Raina bergelayut manja memeluk lengan Drick.


"Jadi semua yang dikatakan Velano adalah benar? Kau sudah hamil dari pria ini?" Tanya Jack datar.


"Maafkan aku Dad. Aku bersalah." Pinta Raina takut.


"Duduklah! Bicarakan dan selesaikan semua secara baik." Titah Jack lembut.


Raina dan Drick duduk berdampingan dengan Velano dan Elle, berhadapan dengan ke empat orang tua Raina.


Raina mulai bercerita sesuai kenyataan tanpa melewatkan apapun juga.


"Maafkan aku, Dad." Pinta Raina menunduk sedih setelah mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


"Jadi kau yang berniat menjebak putriku, Velano?" Tanya Jack tak percaya karena tadi Velano melewatkan bagian itu.


Drick kini menatap tajam ke arah Velano, karena Velano membuat cerita seolah Raina yang telah berkhianat.


"Aku ... "


"Pergilah! Urusanmu sudah selesai di sini. Dan aku bersyukur karena putriku tidak jadi menikah denganmu. Semoga kau bisa menghargai wanita yang di sampingmu sebagai istri dan memperlakukannya dengan baik kelak." Titah Jack datar namun tatapan tajam ia berikan kepada Velano.


Velano mau tak mau harus pergi dari kediaman White bersama Elle.


Tinggal Raina dan Drick kini berhadapan dengan orang tua Raina.


"Tuan Jack, Nyonya Alice, aku minta maaf karena telah menyentuh Raina sebelum menikahinya. Tapi saat itu Raina begitu tersiksa dan aku juga tidak sanggup menolaknya. Aku mencintai Raina sejak pertama aku melihatnya di acara pernikahan twins." Ucap Drick.


"Lalu?" Tanya Jack menatap tajam Drick, namun tidak ada ketakutan sedikitpun yang Drick tunjukkan.


"Aku ingin menikahi Raina dengan ataupun tanpa persetujuan dari kalian. Aku tahu ini terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dan Raina ingin agar kami menikah tanpa mengadakan resepsi mewah apapun. Itu jika kalian setuju. Jika tidak, aku akan tetap mengadakan resepsi sesuai yang kalian inginkan." Lanjut Drick tegas.


Jack kini bersandar di sofa dan memijat pelipisnya.


"Dad, aku mohon! Aku tidak membutuhkan pesta mewah." Rengek Raina.


"Kau mencintainya?" Tanya Jack ragu.


Raina mengangguk pelan.


"Listen, Raina! Daddy tidak ingin kesalahan Daddy dan Mommy terulang padamu. Daddy mencintai Mommy mu saat itu dan menjebaknya hingga hamil. Pernikahan kami hanya sebatas tanggung jawab meski Daddy mencintainya. Daddy tidak ingin itu terulang kembali pada dirimu." Jelas Jack dengan perasaan bersalah.


"Dad, i'm serious! I love him! Dia mampu membuatku mencintainya dengan segala ketulusannya. Drick tidak pernah bersandiwara sedikitpun, Dad. Restui kami, Mom." Pinta Raina memelas.


Hah...


Jack menghela nafas kasar.


"Baiklah, jika itu pilihanmu. Daddy hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu." Ucap Jack sendu.


"Yang tulus, Jack!" Titah Alice.


"Benar Jack. Doa dan restumu masih kurang tulus." Goda Derex menimpali.


"Cih..jangan mengada-ngada! Apapun akan ku lakukan agar putriku bahagia!" Ucap Jack kini tersenyum tulus.


"I love you, Dad." Ucap Raina bahagia namun memeluk Drick.


"Segeralah selesaikan urusan kalian. Daddy tidak ingin melihatmu melahirkan tanpa status yang jelas!" Titah Jack tulus.


"Akan segera aku selesaikan, Dad!" Sahut Drick percaya diri.


Keempat orang tua itu tertawa kecil.


"Malam ini menginap lah di sini! Daddy harus mengenal menantu Daddy lebih jauh!" Titah Jack.


"Tentu saja Dad." Jawab Raina bahagia tanpa melepaskan pelukannya dari Drick sedikitpun.


...~ TO BE CONTINUE ~...

__ADS_1


__ADS_2